Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

China Berambisi Mendaratkan Astronot di Bulan Sebelum 2030

Dija
Terakhir diupdate: 30 Mei 2023 14:43 2:43 pm
Dija
Dipublikasikan 30 Mei 2023 10:05
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– China, hari Selasa (30/5/2023), meluncurkan kru baru terdiri dari tiga awak untuk stasiun luar angkasanya yang mengorbit, dengan harapan akan dapat mendaratkan astronot-astronotnya di bulan sebelum tahun 2030.

Pesawat luar angkasa Shenzhou 16 lepas landas dari pusat peluncuran Jiuquan di tepian Gurun Gobi di bagian barat laut China dengan menumpang roket Long March 2-F hari Selasa tidak lama setelah pukul 9:30 pagi waktu setempat, lapor Associated Press.

Kru itu, salah satu anggotanya merupakan astronot sipil pertama China, akan bertemu sejenak dengan tiga anggota kru yang sekarang berada di stasiun luar angkasa Tiangong, yang akan kembali ke Bumi setelah misi enam bulan mereka selesai.

Sebuah modul ketiga ditambahkan ke Tiangong pada November 2022, dan pada hari Senin para petinggi program antariksa mengatakan stasiun itu akan diperluas lagi, seiring dengan peluncuran misi berawak ke Bulan sebelum 2030.

China membangun sendiri stasiun luar angkasa miliknya setelah disisihkan dari International Space Station, utamanya disebabkan kekhawatiran Amerika Serikat perihal ikatan erat program antariksa China dengan People’s Liberation Army, sayap militer dari partai penguasa saat ini Partai Komunis China.

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Misi antariksa berawak China pada 2003 menjadikannya negara ketiga di dunia setelah bekas Uni Soviet dan Amerika Serikat yang berhasil menempatkan orang di luar angkasa dengan kemampuan negara mereka sendiri.

Dalam misi terbaru ini ahli muatan Gui Haichao, seorang profesor di institut riset antariksa China, akan tinggal di Tiangong bersama komandan misi Mayjen Jing Haipeng, yang sebelumnya sudah tiga kali terbang ke luar angkasa, dan engineer pesawat antariksa Zhu Yangzhu.

Kru itu akan berada di Tiangong selama sekitar lima bulan, guna melakukan eksperimen-eksperimen ilmiah dan perawatan rutin.

Sementara itu, Amerika Serikat berencana akan mendaratkan lagi astronot-astronotnya di Bulan pada akhir 2025, dibantu oleh pihak swasta seperti SpaceX dan Blue Origin.

Selain program ke Bulan, China dan Amerika Serikat secara terpisah sudah mendaratkan rover (alat penjelajah) mereka di planet Mars. China juga berencana mengikuti jejak ambisi AS untuk mendaratkan pesawat luar angkasa di sebuah asteroid.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:astronotchina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya anak sekolah Jerman akan Gelontorkan Rp 2 Triliun untuk Bantu Palestina
Tulisan selanjutnya Bocah Berusia 4 Tahun Melompat dari Lantai 26 setelah Menonton Kartun “Tom and Jerry”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?