Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Riyadh Jalin Kerja Sama Ekonomi dengan Beijing, Amerika Gusar

Ahmad
Terakhir diupdate: 13 Juni 2023 09:08 9:08 am
Ahmad
Dipublikasikan 13 Juni 2023 10:45
Bagikan
Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal Farhan al-Saud (kanan) dan Wakil Ketua Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China (CPPCC), Hu Chunhua menghadiri Konferensi Bisnis Arab-China ke-10 di Riyadh
Bagikan

Hidayatullah.com—Negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat, mendapat pukulan besar karena upaya mereka untuk mengekang pembangunan ekonomi China meningkat dan setelah Arab Saudi secara terbuka memilih Beijing untuk bekerja sama.

Pada Konferensi Bisnis Arab-China ke-10 yang diadakan di Riyadh, Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz Salman mengumumkan dia ingin bekerja sama daripada bersaing dengan China. Dia bahkan bersikeras dia mengabaikan kecurigaan Barat tentang hubungan Riyadh yang semakin dekat dengan Beijing.

Sebagai eksportir minyak utama dunia, hubungan bilateral Arab Saudi dengan konsumen energi terbesar di dunia melibatkan kesepakatan hidrokarbon. Bahkan kerja sama antara Riyadh dan Beijing juga semakin erat di bidang keamanan dan teknologi sensitif di tengah ketegangan hubungan politik yang menjadi perhatian AS.

“Saya sebenarnya mengabaikannya karena sebagai pengusaha, sekarang kita akan pergi ke mana kesempatan datang kepada kita,” kata Pangeran Abduaziz dikutip Rueters. “Kami tidak harus menghadapi pilihan apa pun yang ada hubungannya dengan kami atau dengan yang lain,” tambah Pangeran Abdulaziz.

Ratusan pengusaha dan investor China termasuk pembuat kebijakan dari 26 negara menuju ke Riyadh untuk menghadiri konferensi, yang diadakan hanya beberapa hari setelah kunjungan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken.

Baca Juga

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Hari pertama konferensi menyaksikan penandatanganan 30 perjanjian investasi senilai US $ 10 miliar di berbagai sektor termasuk teknologi, energi terbarukan, pertanian, real estat, mineral, rantai pasokan, pariwisata dan perawatan kesehatan.

Prospek Kolaborasi

Menurut Kementerian Investasi, pemerintah Arab Saudi juga menandatangani perjanjian dengan beberapa entitas China yang melibatkan proyek usaha patungan penelitian, pengembangan, manufaktur dan penjualan otomotif, pengembangan pariwisata dan aplikasi termasuk produksi gerbong dan roda kereta api.

Acara dua hari ini diselenggarakan oleh kementerian investasi dan luar negeri Arab Saudi bekerja sama dengan Sekretariat Jenderal Liga Arab, Dewan Promosi Perdagangan Internasional China dan Union of Arab Chambers.

Dalam upaya untuk lebih meningkatkan hubungan perdagangan dengan China, Arab Saudi juga mengumumkan kebangkitan Jalur Sutra di luar acara tersebut.

Menteri Investasi Khalid Al-Falih mengatakan pemerintah dapat berfungsi sebagai pintu gerbang China ke dunia Arab sejalan dengan visi diversifikasi ekonomi dan menggunakan teknologi modern untuk meningkatkan keterampilan kaum muda.

Jelas, momentum hubungan kedua negara juga meningkatkan prospek untuk hasil terbaik dari perjanjian perdagangan bebas antara China dan Dewan Kerjasama Teluk (GCC) yang didominasi Saudi sejak 2004.

Dia mengatakan kesepakatan apa pun harus melindungi industri Teluk yang sedang berkembang karena kawasan itu mulai mendiversifikasi investasi ke sektor ekonomi non-minyak.

“Kita perlu memberdayakan industri kita untuk mengekspor, jadi kami berharap bahwa semua negara yang bernegosiasi untuk perjanjian perdagangan bebas tahu bahwa kita perlu melindungi industri baru kita yang berkembang pesat,” kata Khalid, yang juga berharap kesepakatan itu akan segera tercapai. Maret lalu, raksasa minyak negara Saudi Aramco mengumumkan dua perjanjian besar untuk meningkatkan investasi bernilai miliaran dolar di China sambil memperkuat posisinya sebagai pemasok utama minyak mentah negara itu.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatbaratBeijingchinaHeadline
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ‘Unabomber’, Sang Pemicu Teror di AS Meninggal di Penjara
Tulisan selanjutnya Kasus Konsumen Muslim Diberi Sajian Menu Daging Babi, Mama Rossy Minta Maaf

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

3 Juni 2026 06:00
Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

2 Juni 2026 19:00
Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

2 Juni 2026 18:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?