Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Dukung Komunis China, Mahmoud Abas Ikut Mengakui Masalah Uighur sebagai Aksi “Terorisme”

Ahmad
Terakhir diupdate: 17 Juni 2023 12:24 12:24 pm
Ahmad
Dipublikasikan 17 Juni 2023 12:21
Bagikan
Presiden China Xi Jinping menyatakan dukungannya bagi perdamaian Palestina
Bagikan

Hidayatullah.com—Dalam kunjungannya minggu ini ke China, Presiden Otoritas Palestina (OP) Mahmoud Abbas menyuarakan dukungan untuk kebijakan China di wilayah paling barat Xinjiang, di mana PBB telah menemukan pola penyiksaan dan perlakuan buruk yang kredibel terhadap sebagian besar Muslim Uighur yang tinggal di sana.

Pernyataan bersama yang dikeluarkan tak lama setelah Abbas bertemu Presiden China Xi Jinping hari Rabu menyatakan bahwa “masalah Xinjiang sama sekali bukan masalah hak asasi manusia, tetapi terorisme anti-kekerasan, deradikalisasi, dan anti-separatisme.”

“Palestina dengan tegas menentang campur tangan dalam urusan dalam negeri China dengan dalih masalah terkait Xinjiang,” demikian bunyi pernyataan bersamanya dikutip RFA.

Pernyataan itu juga menyatakan dukungan Otoritas Palestina untuk China sehubungan dengan Taiwan dan Hong Kong, mengakui pemerintahan Xi sebagai “satu-satunya pemerintahan sah yang mewakili seluruh China.”

Abbas melakukan kunjungan empat hari untuk membahas peran potensial China dalam pembicaraan damai antara ‘Israel’ dan Palestina, yang tinggal di wilayah yang diduduki penjajah, yang telah memberlakukan banyak pembatasan pada pergerakan dan aktivitas sebagian besar Muslim Palestina.

Baca Juga

Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran

Mengutamakan kepentingan nasional

Meskipun Palestina memiliki alasan untuk mendukung Uighur, berpihak pada China dinilai menguntungkan kepentingan nasional Palestina, kata Erkin Ekrem, seorang profesor kebijakan luar negeri China di Universitas Hacettepe di Turki.

Otoritas Palestina (AP) menjadi lebih bergantung pada China dan membutuhkan dana, teknologi, dan dukungan China di panggung internasional, katanya.

“Masalah Uighur tidak sejalan dengan kepentingan Palestina,” kata Ekren. “Oleh karena itu, perhatian utama di sini adalah kepentingan nasional Palestina.”

“Manfaat yang bisa mereka peroleh dari China lebih besar daripada keuntungan mendukung Uighur,” kata Ekrem. “Dalam situasi seperti ini, masalah Uighur, terlepas dari fakta bahwa Uighur adalah Muslim, bukanlah prioritas bagi mereka.”

Ekrem mencatat bahwa para pemimpin Palestina sebelumnya, termasuk Yasser Arafat, menyatakan dukungan untuk kebijakan Uighur oleh pihak China.

Deklarasi bersama Abbas dan Xi muncul di tengah semakin banyak bukti yang mendokumentasikan penahanan hingga 1,8 juta warga Uighur dan lainnya di kamp “pendidikan ulang”, dimana ada penyiksaan, pelecehan seksual, dan kerja paksa.

Dalam sebuah laporan komprehensif yang dirilis pada bulan Agustus, Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, menemukan bahwa penahanan sewenang-wenang pemerintah Komunis China terhadap Uighur dan minoritas lainnya di Xinjiang “mungkin merupakan kejahatan internasional, khususnya kejahatan terhadap kemanusiaan.”

Jutaan etnis Uighur itu disebut menerima indoktrinisasi. Beberapa laporan mengungkap tindakan kekerasan hingga diskriminasi sistematis kerap diterima warga Uighur di Xinjiang.

Pemerintah China juga dilaporkan membatasi aktivitas keagamaan umat Muslim di wilayah itu. Namun sejumlah negara mayoritas Muslim belum mengkritik kebijakan China di Daerah Otonomi Uighur Xinjiang.

Menanggapi dukungan Mahmoud Abbas kepada China, Giorgio Cafiero, CEO dan pendiri Gulf State Analytics  yang berbasis di Washington mengatakan Otoritas Palestina (AP) dibawah Mahmoud Abbas akan mendapat kerugian dengan memberikan dukungan kepada China.

Dia mengatakan Palestina melihat dirinya dirugikan dalam konfliknya dengan ‘Israel’ dan akan mempercayai China lebih dari Amerika Serikat – pendukung kuat ‘Israel’ – sebagai fasilitator dalam pembicaraan damai. 

“Saya yakin pemirsa akan kecewa dengan pernyataan Abbas ini, tetapi kepemimpinan Palestina harus pragmatis tentang bagaimana mereka terlibat dengan pemerintah asing,” katanya.

“Pada akhirnya, China lebih penting bagi Abbas, dan prioritasnya, berhubungan baik dengan China dan meningkatkan hubungannya dengan Beijing, melibatkan dia mengatakan hal-hal yang tidak disukai banyak orang Uighur.”

Dukungan Barat

Sebagaimana diketahui, saat ini wilayah Palestina terbagi menjadi dua bagian; Tepi Barat sungai Yordan yang luasnya 5878 kilometer persegi (21,77%) dari total luas ini tetap dikuasai penjajah ‘Israel’, dan kedua wilayah Jalur Gaza yang luasnya 363 kilometer persegi (1,33%).

Tepi Barat saat ini dibawah kontrol Otoritas Palestina (AP) yang sekuler dan penjajah ‘Israel’. Sedang Jalur Gaza, dibawah kontrol Hamas, berideologi Islam.*

  • Baca juga: Mengenal Hamas dan Fatah, Dua Partai Berpengaruh di Palestina
Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaHeadlinekomunis ChinaMahmoud Abasuighurxinjiang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rusia Berencana Buka Kedutaan Kedua di Tanah Palestina yang Dirampas Israel
Tulisan selanjutnya Saki Takao, Perjalanan Berliku Perempuan Mualaf Jepang dalam Menemukan Kebenaran Islam Saki Takao, Perjalanan Berliku Mualaf Jepang dalam Menemukan Kebenaran Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Berita
16 Oktober 2026 15:36
Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon

Terbaru

  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun

17 Oktober 2026 10:07
Berita

Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

16 Oktober 2026 14:56
Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?