Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Diperlakukan Buruk Thailand Ambil Balik Gajah yang Diberikan ke Sri Lanka

Ama Farah
Terakhir diupdate: 3 Juli 2023 14:37 2:37 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 3 Juli 2023 11:01
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Seekor gajah Thailand yang diberikan kepada Sri Lanka pada 2001 dikembalikan ke tempat kelahirannya setelah memicu pertikaian diplomatik disebabkan perlakuan buruk yang dialami gajah tersebut selama berada di Sri Lanka.

Bangkok menuntut pengembalian gajah itu setelah muncul kabar hewan besar itu disiksa selama ditempatkan di sebuah kuil Buddha.

Perdana Menteri Sri Lanka Dinesh Gunawardena mengatakan pada bulan Juni mengatakan kepada parlemen bahwa pihaknya sudah menyampaikan permintaan maaf secara resmi kepada Raja Thailand Maha Vajiralongkorn perihal kondisi buruk yang dialami Muthu Raja.

Muthu Raja, gajah jantan berusia 29 tahun, tiba di Chiang Mai, Thailand, hari Ahad (2/7/2023) dalam sebuah peti baja khusus yang diangkut penerbangan reparasi komersial berongkos 19 juta baht atau sekitar ($540.000), didampingi empat pawang dari Thailand dan seorang petugas kebun binatang Sri Lanka.

Gajah berbobot 4.000kg itu akan menjalani hidroterapi untuk mengobati cedera pada kaki kiri depannya, lansir BBC.

Baca Juga

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Baik Sri Lanka maupun Thailand menganggap gajah sebagai binatang suci.

Pada 2001, keluarga Kerajaan Thailand menghadiahkan tiga ekor gajah, termasuk Muthu Raja, kepada pemerintah Sri Lanka untuk dilatih sebagai pembawa relik ritual keagamaan. Muthu Raja ditempatkan dalam perawatan sebuah kuil di selatan negara itu.

Kelompok peduli binatang menuduh hewan itu dipekerjakan bersama dengan kru penebangan kayu di kuil, sehingga mamalia besar itu mengalami kaki kaku akibat cedera yang lama diabaikan.

Aktivis berbasis di Sri Lanka dari kelompok Rally for Animal Rights and Environment (RARE) tahun lalu melobi pejabat-pejabat Thailand agar turun tangan setelah selama berbulan-bulan tidak berhasil mendesak pemerintah Sri Lanka untuk bertindak, kata pendiri kelompok itu Panchali Panapitiya.

RARE juga telah mengajukan petisi kepada pihak berwenang untuk mengadili mereka yang bertanggung jawab atas penelantaran gajah tersebut.

Menteri Satwa Liar Sri Lanka Pavithra Wanniarachchi mengatakan kepada media lokal bahwa Thailand “bersikeras” menuntut agar Muthu Raja dikembalikan, setelah duta besarnya di Sri Lanka mendapati kondisi kesehatan gajah itu buruk saat lawatan tahun lalu.

Muthu Raja dalam kondisi kesakitan dan dipenuhi abses ketika dikeluarkan dari kuil November 2022, lapor AFP. Para aktivis mengklaim pawangnya yang menyebabkan sebagian luka itu.

Muthu Raja dipindahkan ke tempat perawatan sementara di National Zoological Garden di Sri Lanka dan sebagian luka-luka yang dialaminya sudah sembuh beberapa bulan terakhir.

Pemerintah Thailand berhenti mengirimkan gajah ke luar negeri sejak sekitar tiga tahun lalu menyusul protes dari kalangan aktivis, kata Menteri Lingkungan Thailand Varawut Silpa-archa pada bulan Juni.

Departemen satwa liar pemerintah di Bangkok mengatakan terus memantau kondisi gajah Thailand yang sudah dikirim ke luar negeri.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:GajahMuthu RajaSri Lankathailand
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Musim Haji 2023 Berakhir, Wajah Sedih Tinggalkan Kota Suci, Syeikh Sudais Berdoa untuk Jamaah
Tulisan selanjutnya Cegah Perundungan, Serikat Guru Usul Membentuk Satgas Khusus di Sekolah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

18 Juli 2026 11:26
Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

18 Juli 2026 10:48
Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

18 Juli 2026 10:26
Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?