Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 3 September 2026 19:56 7:56 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 3 September 2026 19:56
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Entitas Zionis ‘Israel’ memaksa para pelajar Palestina di Baitul Maqdis untuk mengikuti kurikulum pendidikan mereka, menurut Pemerintah Wilayah Yerusalem pada Senin.

Daftar isi
  • ‘Berupaya Kuasai Kesadaran, Ingatan, dan Identitas’
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Pemerintah Wilayah yang masih dikelola oleh Palestina itu memperingatkan bahwa kebijakan ini sebagai upaya untuk mengubah identitas, ingatan, dan kesadaran sejarah generasi baru.

Tahap terbaru ini dijadwalkan dimulai pada hari Selasa seiring dengan dimulainya tahun ajaran 2026-2027, yang akan mencakup siswa kelas satu dan kelas tujuh di sekolah-sekolah negeri pemerintah kota di bawah pendudukan ‘Israel’.

Juru bicara Pemerintahan Wilayah Yerusalem, Marouf al-Rifai, menyebut langkah ini “belum pernah terjadi sebelumnya sejak 1967”. Ia menyebut kebijakan itu sebagai upaya ‘Israel’ untuk menguasai sistem pendidikan Palestina di kota yang didudukinya.

Berdasarkan data yang dilaporkan oleh surat kabar Haaretz, sebanyak 39.363 siswa Palestina akan belajar menggunakan kurikulum ‘Israel’ pada tahun ajaran baru ini di 105 sekolah milik pemerintah kota.

Baca Juga

Syeikh Jarrah palestina
Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas

Selain itu, sebanyak 5.085 siswa lainnya akan mengikuti kurikulum tersebut di institusi yang diklasifikasikan oleh otoritas Israel sebagai institusi yang “diakui namun tidak resmi.”

Sehingga total, lebih dari 45.000 siswa Palestina akan belajar dengan kurikulum ‘Israel’—mencakup sekitar 38 persen dari total hampir 120.000 siswa di Yerusalem Timur yang diduduki.

Upaya penjajah menguasai sistem pendidikan telah meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Jumlah siswa Palestina yang mengikuti kurikulum Israel tercatat sebanyak 10.347 orang pada tahun ajaran 2020-2021. Angka tersebut naik menjadi 19.402 pada tahun 2024-2025, kemudian menjadi 27.041 pada tahun 2025-2026.

Sekitar 15 tahun yang lalu, hanya beberapa ratus siswa Palestina di Yerusalem yang mengikuti kurikulum ‘Israel’.

Al-Rifai mengatakan bahwa langkah-langkah terbaru ini merupakan bagian dari kebijakan lama untuk menekan institusi pendidikan Palestina, termasuk melalui pendanaan sekolah dan persyaratan yang diberlakukan terhadap pihak pengelola sekolah.

‘Berupaya Kuasai Kesadaran, Ingatan, dan Identitas’

Pemerintahan Wilayah Yerusalem memperingatkan bahwa masalah ini tidak sekadar persoalan buku pelajaran yang digunakan anak-anak Palestina.

Al-Rifai menyatakan bahwa kendali ‘Israel’ atas sektor pendidikan bertujuan mengganti kurikulum Palestina dengan narasi Zionis, sembari meminggirkan elemen-elemen penting sejarah dan ingatan kolektif Palestina—termasuk peristiwa Nakba, nasib para tahanan Palestina, dan Yerusalem itu sendiri.

Ia berpendapat bahwa pendidikan tetap menjadi salah satu sarana utama bagi warga Palestina di Yerusalem untuk mempertahankan identitas nasional dan budaya mereka.

Karenanya, Al-Rifai menyebut pengendalian kurikulum dan pembentukan kesadaran siswa merupakan bagian dari kebijakan ‘Israel’ yang lebih luas, yang bertujuan mencaplok dan melakukan Yudaisasi terhadap Yerusalem yang diduduki, serta menghapus karakter Arab-Palestina kota tersebut.

“Kepatuhan warga Yerusalem terhadap kurikulum Palestina bukan sekadar soal buku pelajaran sekolah,” ujar al-Rifai, seraya menggambarkan hal itu sebagai upaya mempertahankan “ingatan, identitas, sejarah, dan narasi nasional.”

Pemerintahan wilayah tersebut juga menyoroti langkah-langkah ‘Israel’ terhadap fasilitas pendidikan UNRWA. Otoritas pendudukan Israel menyita dua kompleks pendidikan UNRWA yang melayani warga Palestina di Shuafat dan Kafr Aqab.

Menurut pihak pemerintah wilayah setempat, otoritas ‘Israel’ mengubah kompleks tersebut menjadi kompleks sekolahnya. Zionis akan membuka 14 kelas sekolah menengah, satu sekolah dasar, dan lima taman kanak-kanak di kompleks Shuafat, sementara sebuah sekolah menengah khusus laki-laki direncanakan untuk fasilitas di Kafr Aqab.

Al-Rifai menyatakan bahwa langkah-langkah ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk menata ulang sistem pendidikan di Yerusalem agar selaras dengan kebijakan ‘Israel’.

Tekanan terhadap sekolah-sekolah tersebut juga terjadi bersamaan dengan langkah-langkah fisik yang memisahkan komunitas Palestina dari Yerusalem—termasuk tembok pemisah dan pos pemeriksaan ‘Israel’—yang telah mengisolasi puluhan ribu warga Palestina penduduk Yerusalem dari pusat kota serta berbagai institusinya.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Baitul MaqdisKurikulum IsraelpalestinaPendidikanWilayah Penjajahan IsraelYerusalem
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Syeikh Jarrah palestina Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

Berita
2 September 2026 15:07
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

2 September 2026 20:21
Berita

Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

2 September 2026 20:18
Berita

Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

2 September 2026 20:16
Berita

Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

2 September 2026 20:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?