Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Bekas Bos OPEC-Menteri Perminyakan Nigeria Didakwa Suap di Inggris

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 Agustus 2023 15:09 3:09 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 23 Agustus 2023 15:09
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Mantan menteri perminyakan Nigeria Diezani Alison-Madueke dijerat dakwaan suap di Inggris.

Dia diduga menerima uang suap sebagai imbalan memberikan kontrak minyak dan gas bernilai jutaan dolar ke pihak tertentu.

Dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam pemerintahan era Presiden Goodluck Jonathan, Alison-Madueke juga menjadi perempuan pertama yang menjabat presiden organisasi negara-negara eksportir minyak OPEC.

Wanita berusia 63 tahun itu, yang dibebaskan dari tahanan dengan jaminan sejak penangkapannya di London pada 2015, membantah tuduhan korupsi tersebut, lansir BBC Selasa (22/8/2023).

Aset bernilai jutaan pound berkaitan dengan dakwaan tersebut telah dibekukan sebagai bagian dari investigasi oleh dinas penyelidikan kriminal Inggris National Crime Agency (NCA).

Baca Juga

Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah

NCA mengatakan Alison-Madueke, yang menjabat sebagai menteri perminyakan dari tahun 2010 sampai 2015, diduga mengambil sejumlah manfaat dari jabatannya seperti uang tunai sedikitnya £100.000 ($127.000), kendaraan berikut sopir, penerbangan dengan jet pribadi, liburan mewah bersama keluarganya, menggunakan sejumlah properti di London berikut furnitur dan renovasi serta pekerja untuk properti yang digunakannya, pembayaran uang sekolah swasta, hadiah dari toko mewah seperti perhiasan buatan Cartier dan produk Louis Vuitton.

Departemen Kehakiman Amerika Serikat berhasil memulihkan aset bernilai total $53,1 juta terkait dengan dugaan korupsi Alison-Madueke berkat bukti yang diberikan oleh NCA pada bulan Maret.

NCA menambahkan bahwa personelnya juga telah bekerja sama dengan badan antikorupsi Nigeria, Economic and Financial Crimes Commission (EFCC).

Tahun lalu, EFCC mengatakan sekitar $153 juta dan lebih dari 80 properti berhasil diambil kembali dari tangan wanita tersebut, yang menjabat di kabinet sejak 2007.

Pertama kali masuk pemerintahan Alison-Madueke diberi kursi menteri transportasi, kemudian dia diberi tugas menangani bidang pertambangan sebelum beralih menangani urusan perminyakan.

Alison-Madueke, yang saat ini tinggal di pinggiran London di St John’s Wood, akan dihadirkan di pengadilan Westminster Magistrates Court pada 2 Oktober, kata NCA.

Nigeria adalah salah satu produsen minyak terbesar di dunia, tetapi hanya sedikit dari  225 juta lebih penduduknya yang mendapat manfaat dari kekayaan alam itu.

Nigeria merupakan salah satu dari 13 negara anggota Organisation of Petroleum Exporting Countries (OPEC).*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Alison-MaduekeinggrisKorupsiminyaknigeriaOPECsuap
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kebakaran di Maui Hawaii 1.100 Orang Masih Hilang
Tulisan selanjutnya Langka! Jerapah Tanpa Motif Dilahirkan di Amerika Serikat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade

Terbaru

  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah

Mungkin Anda Juga Suka

senjata israel
Berita

Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi

21 Juli 2026 06:30
Berita

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

20 Juli 2026 17:00
Berita

Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

20 Juli 2026 14:30
Berita

Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah

20 Juli 2026 12:51
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?