Hidayatullah.com—Penggunaan layar terlalu lama pada anak menyebabkan sikap kurang bersosialisasi, sulit beradaptasi, dan bertindak lebih agresif seperti melempar mainan, memukul, marah, hingga depresi.
Direktur Wellbeing Center Departemen Kemahasiswaan & Alumni Universiti Malaysia Pahang, Dr Noradilah Md Nordin menginformasikan, penggunaan layar dalam jangka waktu lama pada anak meningkatkan potensi gangguan emosi seperti stres dan depresi.
“Anak-anak terpapar penggunaan layar dalam jangka waktu yang lama karena proses pembelajaran di tempat penitipan anak dialihkan secara online untuk memastikan biaya tetap ditanggung oleh orang tua selama masa pandemi,” demikian kata Noradilah dikutip ASTRO.
“Sebagian besar orang tua yang bekerja dari rumah juga harus membekali anak mereka dengan peralatan digital seperti smartphone dan menonton acara di televisi, terutama YouTube, untuk mencari peluang menyelesaikan pekerjaan kantor,” ujarnya.
Pada tahap awal perkembangan, anak berperilaku sesuai dengan kebutuhan atau keinginannya sendiri tanpa menyadari apakah perilaku tersebut membawa dampak buruk atau kebaikan. Perkembangan yang tidak sehat akan terus berlanjut hingga usia berikutnya jika tidak diawasi dan tidak ada pendidikan khusus bagi mereka, ujarnya.
Ia menambahkan, konten di layar smartphone seperti tindakan kekerasan dan kriminal sebaiknya dihindari karena pada usia anak-anak tindakan tersebut lebih mudah ditiru dan tentunya berdampak pada perkembangan moral.
Sementara Dosen Senior Universitas Teknologi MARA, Dr. Fatin Aliana Mohd Radzi mengatakan untuk membantu memastikan perkembangan sosial dan emosional yang sehat, anak perlu dilatih untuk mengekspresikan sesuatu dengan baik dan diantaranya melalui pergaulan dengan teman sebaya.
Contoh kegiatan bersama teman sebaya yang dapat dilakukan adalah memasak, origami, petak umpet, menggambar, bermain tanah liat, puzzle, dan menyusun balok.
“Kegiatan ini tidak hanya mengurangi penggunaan layar tetapi membantu meningkatkan keterampilan bahasa, keterampilan motorik halus, pengendalian diri dan selanjutnya mengendalikan perilaku agresif,” ujar nya.
“Bahkan, permainan bisa merangsang pikiran dan menjadi lebih kreatif. Kegiatan rekreasi di akhir pekan seperti bermain sepak bola dan bersepeda bersama anak sangat dianjurkan dan membantu meningkatkan kebugaran jasmani serta mengurangi kemungkinan timbulnya masalah obesitas,” ujarnya.
Ia menambahkan, mengikuti perkembangan teknologi dalam kehidupan saat ini tidak bisa dipungkiri namun orang tua dapat mengontrol bagaimana penggunaannya demi kesejahteraan bersama.*