Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Ayah Sutradara Shalat Jamaah untuk Keluarga

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 April 2011 11:19 11:19 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 April 2011 11:19
Bagikan
Bagikan

HIDUP di negara seperti Amerika Serikat (AS), sangat sulit bisa merasakan suasana pengajian seperti layaknya saat saya masih di kampung halaman. Tak seperti di Indonesia di mana jumlah masjid di Paman Sam yang sangat terbatas. Dan kalaupun ada jaraknya terkadang sangat jauh dari rumah.

Apakah itu suatu kekurangan? Bisa ya, tapu juga bisa sebuah kenikmatan tersendiri yang Allah SWT berikan. Jauhnya masjid adalah kesempatan seorang ayah seperti saya bisa menyusun shalat jamaah lebih leluasa.

Bagi saya, kekurangan ini adalah berkah. Waktu shalat jamaah adalah waktu yang paling tepat bagi kami sekeluarga untuk memperbaiki misi dan tujuan bersama. Karena seiring dengan berjalannya waktu, adalah suatu kemungkinan bahwa arah, tujuan dan misi sebuah keluarga akan mengalami pergeseran.

Tujuan indah keluarga idaman yang menjadi bayangan semula ketika membangun keluarga, menjadi berubah dengan seiring perjalanan kehidupan berkeluarga.
Karenanya, memberikan keteladanan dengan cara mengajak anak melaksanakan shalat berjamaah di rumah adalah sebuah kesempatan emas dan sangat istimewa.

Sebab keteladanan yang baik ini akan membawa kesan positif dalam jiwa anak. Orang yang paling banyak diikuti oleh anak dan yang paling kuat menanamkan pengaruhnya ke dalam jiwa anak tak lain adalah orangtuanya.

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

Menjadi Imam

Ayah adalah seorang yang harus mampu menjadi imam keluarga, khususnya dalam jamaah shalat. Dengan senang atau tidak, seorang ayah harus mempersiapkan hafalan-hafalan al-Qurannya untuk dibaca dalam shalat jamaah yang ia tegakkan bersama keluarganya.

Karena itu peran seorang ayah adalah sangat penting untuk selalu memonitor jalannya misi dan tujuan keluarga. Ayah mempunyai posisi penting untuk menjadi pemimpin bagi istri dan anak-anaknya. Setelah shalat jamaah, usahakan ada tema pembicaraan yang lebih serius. Dimulai dari hal-hal yang kecil dan remeh temeh. Dengarkan cerita anak saat seharian di sekolah, dengarkan keluhan istri selama berada di rumah menunggu kita, selipkan kata–kata hikmah, untuk belajar dari kehidupan.

Rasulullah SAW memerintahkan agar orangtua dapat menjadi teladan yang baik bagi anak-anak mereka. Dalam hal keteladanan shalat, pada tahap awal, keteladanan yang dapat dicontoh oleh anak adalah dengan gerakan-gerakan shalat.

Seorang ayah perlu mempelajari gerakan shalat yang sesuai dengan ajaran yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Sehingga anak akan mendapatkan contoh gerakan shalat yang benar dari ayahnya. Semakin sering anak usia dini mendapatkan stimulasi tentang gerakan shalat –apalagi diiringi dengan pengarahan tentang bagaimana gerakan yang benar secara berulang-ulang– maka anak semakin mampu melakukannya.

Pada tahap berikutnya keteladanan yang bisa diberikan seorang ayah adalah bacaan al-Qur’an di dalam shalat dengan suara yang terdengar oleh anak. Selain mendapatkan stimulasi gerakan shalat anak juga bisa belajar dari bacaan shalat.
Masa anak-anak adalah masa meniru dan memiliki daya ingat yang luar biasa. Ayah harus menggunakan kesempatan ini dengan baik, jika tidak ingin menyesal kehilangan masa emas (golden age) pada anak mereka. Pengarahan tentang bagaimana tata cara shalat yang benar kita ajarkan kepada anak setelah proses shalat berlangsung.

Dalam tahap lanjut, anak tidak hanya bisa meniru gerakan shalat, tapi juga memiliki kebanggaan untuk menggunakan simbol-simbol islami baik dalam ucapan maupun perilaku dalam shalatnya dan sebagainya.

Perkembangan kemampuan anak melakukan gerakan shalat adalah hasil dari pematangan proses belajar yang diberikan. Karena itu hindarkan pemaksaan pada mereka.

Pemaksaan latihan kepada anak sebelum mencapai kematangan hanya akan mengakibatkan kegagalan atau setidaknya ketidakoptimalan hasil.

Pengalaman dan pelatihan akan mempunyai pengaruh pada anak bila dasar-dasar keterampilan atau kemampuan yang diberikan telah mencapai kematangan. Sehingga anak akan menikmati gerakan shalat dengan sendirinya.

Shalat jamaah adalah sangat tinggi nilainya dan sangat besar pahalanya. Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW bersabda “Shalat Jamaah lebih utama dua puluh tujuh kali dibanding shalat sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلَاةَ الْفَذِّ بِخَمْسٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

“Dari Abu Sa’id Al Khudri RA, bahwa dia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Shalat berjama’ah lebih utama dibandingkan shalat sendirian dengan dua puluh lima derajat.”(HR. Bukhari)

Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Muslim keutamaan shalat jamaah adalah 27 kali dari shalat sendiri.

عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

Dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Shalat jama’ah lebih utama dua puluh tujuh derajat daripada shalat sendirian.”(HR. Muslim)

Keutamaan shalat jamaah ini menjadi hal yang penting yang bisa juga disampaikan kepada anak. Salah satu kunci kesuksesan adalah ketika kita mampu menjaga kwalitas hidup kita. Kwalitas hidup kita akan menjadi meningkat 25 sampai 27 kali ketika selalu menjaga shalat jamaah ini. Bahkan dalam hadist yang lain, shalat jamaah ini merupakan salah satu sarana untuk menghapus kesalahan-kesalahan dan mengangkat derajat pelakunya.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ وَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ فَذَلِكُمْ الرِّبَاطُ

Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Maukah kalian untuk aku tunjukkan atas sesuatu yang dengannya Allah menghapus kesalahan-kesalahan dan mengangkat derajat?” Mereka menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah”. Beliau bersabda, “Menyempurnakan wudlu pada sesuatu yang dibenci (seperti keadaan yang sangat dingin pent), banyak berjalan ke masjid, dan menunggu shalat berikutnya setelah shalat. Maka itulah ribath.”(HR. Muslim)

Hafalan al-Quran

Ajaklah anak-anak melakukan shalat jamaah bersama-sama di rumah atau di masjid. Biasakan dengarkan mereka dengan bacaan-bacaan al-Quran sang ayah. Karena itu seorang ayah perlu untuk memperbanyak hafalan al-Qurannya.
Setelah shalat jamaah selesai, suasana yang masih khusuk adalah waktu yang tepat untuk menyampaikan kemuliaan ajaran agama Islam.

Dalam riwayat Utsman Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ

“Barangsiapa shalat isya` berjama’ah, seolah-olah ia shalat malam selama separuh malam, dan barangsiapa shalat shubuh berjamaah, seolah-olah ia telah shalat seluruh malamnya.”(HR. Muslim)

Percayalah, dengan kebiasaan shalat berjamaah ini akan menumbuhkan rasa sakinah mawaddah dan rahmah di dalam atmosfir keluarga.

Ibnu Abbas meriwayatkan sebuah hadist dari Rasulullah SAW, “Barangsiapa yang shalatnya tidak mencegahnya dari perbuatan tercela dan mungkar maka orang itu tidak akan bertambah apapun dari sisi Allah kecuali bertambah jauh.”

Dengan shalat berjamaah, keluarga tidak saja mendapatkan jaminan kehidupan dari Allah SWT, ayah pun mampu membangun hubungan yang harmonis dengan anggota keluarga, sehingga hubungan keluarga tidak terbatas oleh jasad saja tetapi juga diwarnai oleh hubungan kecintaan ruhani. Mencintai ayah sebagai pemimpin keluarga, dan mencintai anak sebagai bagian dari keluarga karena Allah SWT.

Suasana cinta semacam ini akan menumbuhkan ketenangan dan ketentraman hati, membentuk keluarga yang penuh dengan kebahagiaan dan keberkahan.
Shalat jamaah menjadi ikatan yang kuat yang akan mengikat anggota keluarga satu sama lain. Keasyikan suasana shalat berjamaah, menjadi kerinduan setiap anggota keluarga.

“Sungguh akan terurai ikatan (agama) Islam itu satu demi satu! Apabila terurai satu ikatan, orang-orang pun bergantung pada ikatan berikutnya. Ikatan yang pertama kali lepas ialah hukum, sedangkan yang terakhir kali lepas ialah shalat.” (HR. Ahmad).

Dan jangan lupa juga bahwa di dalam shalat jamaah inilah para Malaikat membela keluarga-keluarga yang menegakkannya. Ketika anak-anak kita mengumandangkan adzan dan iqamat maka para Malaikat akan bersama-sama dengan anak-anak kita.

“Barangsiapa shalat di sebidang tanah, niscaya malaikat shalat di sebelah kanan dan kirinya. Jika ia mengumandangkan adzan dan iqamat, atau iqamat saja, niscaya para Malaikat shalat di belakangnya seperti gunung.”(HR. Muwatha’ Malik).

Ketika bacaan amin dari imam dan makmun bersamaan dengan bacaan para Malaikat, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni-Nya.

“Jika salah seorang dari kalian ‘Amiin’ dan para malaikat yang ada di langit juga membaca ‘Amiin’, lalu bacaan salah satunya bersamaan dengan bacaan yang lain, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari)

Begitu pula ketika anak-anak kita membaca kalimat Rabbana walakal hamdu setelah rukuk, dan bacaan itu bersamaan dengan bacaan para Malaikat, maka dosa yang telah lalu pun akan diampuninya.

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “malaikat malam dan malaikat siang secara bergantian menjaga kalian, dan mereka berkumpul pada waktu shalat ‘ashar dan shalat subuh, kemudian malaikat yang menjaga kalian di malam hari naik ke langit dan Allah menanyai mereka -sekalipun Dia paling tahu terhadap keadaan mereka- bagaimana kalian tinggalkan para hamba-Ku? ‘Para malaikat menjawab, ‘Kami tinggalkan saat mereka sedang melaksanakan shalat, dan kami datangi mereka juga saat melaksanakan shalat’.” (HR. Bukhari)

Siapa yang keluarganya mau dibela oleh para Malaikat Allah? Perbanyaklah shalat berjamaah dengan keluarga Anda. Kini saatnya memulai belajar menjadi seorang ayah sekaligus seorang imam yang baik. Silakan mencoba!

Yusuf Muhammad Efendy, tinggal di San Francisco, Amerika

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Film “?”, Yang Jadi Tanda Tanya!
Tulisan selanjutnya Penyelenggara Minta Uni Eropa Lindungi Freedom Flotilla 2

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Amerika Serikat Longgarkan Ekspor Item Militer, Chip AI dan Satelit Komersial ke UEA

Berita
11 Juli 2026 09:55
Laporan Pesawat Kepresidenan AS Hadiah Qatar Bermasalah Berujung Pemanggilan Jurnalis New York Times
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Perwira Cadangan ‘Israel’: Pasukan Kami Sedang Mengalami Kemerosotan Moral

Terbaru

  • Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
  • Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
  • Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
  • Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
  • Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
  • Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
  • ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
  • Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
  • Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
  • Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?