Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pemimpin de Facto Sudan Peringatkan Perang di Negaranya Berisiko Meluas ke Tetangga

Ama Farah
Terakhir diupdate: 22 September 2023 17:36 5:36 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 22 September 2023 17:36
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Pemimpin de facto Sudan Jenderal Abdel Fattah al-Burhan bahwa peperangan yang terjadi di negaranya berisiko meluas ke negara-negara tetangga.

Dalam pidatonya di markas PBB di News York, Jenderal Abdel Fattah al-Burhan juga mendesak masyarakat internasional untuk menetapkan rival utamanya, kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF), sebagai organisasi teroris, lansir BBC Jumat (22/9/2023).

Berbicara di PBB hari Kamis, Jenderal Burhan mengatakan pihaknya terbuka untuk perundingan damai, dan ingin “mengakhiri perang ini dan menyudahi penderitaan yang dialami rakyat”, tetapi RSF menolak.

Akan tetapi, dalam sebuah rekaman video yang dikirimkan ke PBB, lawannya, Jenderal Hamdan Dagalo – yang juga dikenal dengan panggilan Hemedti – mengatakan pihaknya siap untuk melakukan gencatan senjata.

Dalam pidatonya Jenderal Burhan juga menyinggung hubungan RSF dengan Wagner Group, kelompok tentara bayaran Rusia yang beroperasi di berbagai negara Afrika seperti di Republik Afrika Tengah, Sudan, Libya, Mozambique, dan Mali.

Baca Juga

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

“Bahaya perang ini kini menjadi ancaman terhadap perdamaian dan keamanan regional dan internasional karena para pemberontak tersebut mencari dukungan dari para penjahat dan kelompok teroris dari berbagai negara di kawasan dan dunia,” katanya.

Jenderal Burhan juga berargumen bahwa RSF harus dianggap sebagai kelompok teroris karena mereka “mendukung pembunuhan, pembakaran, pemerkosaan, pemindahan paksa, penjarahan, pencurian, penyiksaan, perdagangan senjata dan obat-obatan terlarang, mendatangkan tentara bayaran” atau merekrut anak-anak sebagai tentara.

Pada tahun 2021 lalu, kedua jenderal tersebut sebenarnya masih berkawan dan melakukan bersama-sama melakukan kudeta, tetapi kurun beberapa bulan terakhir perebutan kekuasaan di antara mereka telah menyebabkan pasukan mereka saling mengokang senjata.

Perang saudara pecah pada April 2021, ketika anggota RSF dikerahkan di seluruh negeri dalam sebuah tindakan yang dianggap oleh militer Sudan – yang dipimpin oleh Jenderal Burhan – sebagai ancaman. RSF mengerahkan pasukannya karena merasa Jenderal Burhan mengulur waktu dan tidak mengupayakan percepatan peralihan kekuasaan ke tangan sipil sebagaimana yang dijanjikan.

Kedua pihak saling tuding siapa yang melepaskan tembakan pertama, yang kemudian berubah cepat menjadi perang saudara. Pertempuran tersebut telah menewaskan sedikitnya 7.500 orang menurut organisasi non-pemerintah Acled dan memaksa jutaan orang mengungsi.

Jenderal Burhan, yang menjadi pemimpin de facto Sudan setelah kudeta pada tahun 2021, telah berkeliling dunia untuk mencari dukungan internasional.

Setelah pengunduran dirinya pada pertengahan September utusan PBB untuk Sudan, Volker Perthes, sangat kritis terhadap kedua jenderal tersebut yang menurutnya telah memilih untuk menjerumuskan negaranya sendiri ke dalam perang.

Perthes menyalahkan RSF atas kekerasan seksual, penjarahan dan pembunuhan di wilayah yang dikuasainya. Dan pada saat yang sama dia juga mengutuk angkatan bersenjata Sudan yang dipimpin Burhan atas pemboman udara tanpa pandang bulu sehingga merenggut nyawa warga sipil.

Para petempur RSF ditempatkan dalam jumlah besar di wilayah perkotaan yang padat penduduknya, termasuk di ibukota Khartoum, dan militer Sudan tampaknya memandang daerah tersebut sebagai target yang sah.

Amerika Serikat sudah menjatuhkan sanksi terhadap para pemimpin RSF termasuk Jenderal Dagalo, tetapi negara-negara Barat juga sangat kritis terhadap Jenderal Burhan karena perannya dalam menggusur partai pemenang pemilu Sudan dari kekuasaan lewat kudeta tahun 2021.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Jenderal BurhanJenderal DagaloRSFSudanteroris
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya TikTok Belum Kantongi Izin Bisnis e-commerce, Pemerintah Masih Mengkaji Kebijakan Transformasi Digital yang Adil 
Tulisan selanjutnya China Umumkan Kemitraan Strategis Dengan Suriah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

3 Juni 2026 12:08
Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?