Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Presiden Mohamed Muizzu Minta Tentara India Tinggalkan Maladewa

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 Oktober 2023 13:33 1:33 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 23 Oktober 2023 13:33
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Dr Mohamed Muizzu, yang memenangkan pemilihan presiden Maladewa bulan lalu, tidak membuang waktu untuk meminta India menarik pasukan dari negaranya. “Kami tidak ingin ada pasukan militer asing di tanah Maladewa… Saya menjanjikan hal ini kepada rakyat Maladewa dan saya akan menepati janji saya sejak hari pertama.”

Muizzu, yang akan dilantik pada bulan November, dalam wawancara eksklusif dengan BBC mengatakan bahwa dia bertemu dengan duta besar India beberapa hari setelah kemenangannya dan “mengatakan kepadanya dengan sangat tegas bahwa setiap personel militer India di sini harus disingkirkan”.

Maladewa, sebuah negara pulau di kawasan Samudera Hindia, sejak lama menjalin hubungan erat dengan India.

Aliansi yang mendukung Muizzu memandang hubungan tersebut – yang diperkuat oleh kebijakan kepala negara sebelumnya Presiden Solih yang lebih mengutamakan India – sebagai ancaman terhadap kedaulatan dan keamanan Maladewa.

Aliansi Muizzu mendukung hubungan yang lebih erat dengan China, yang telah menginvestasikan ratusan juta dolar di Maladewa dalam bentuk pinjaman dan hibah untuk proyek infrastruktur dan pembangunan, lansir BBC Ahaf (22/10/2023).

Baca Juga

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Namun India, yang bermaksud mengukuhkan pengaruhnya di negara pulau itu guna mengawasi bagian penting dari Samudera Hindia, juga telah memberikan bantuan pembangunan sekitar $2 miliar kepada negara tersebut.

Apabila pasukan India harus angkat ransel dari Maladewa, maka ini akan menjadi tamparan keras bagi Delhi.

Namun kehebohan atas “hadiah” yang diberikan Delhi kepada Maladewa – berupa dua helikopter yang diterima pada tahun 2010 dan 2013 serta sebuah pesawat kecil pada tahun 2020 – telah memberikan dorongan besar pada kampanye “India keluar”.

Delhi mengatakan pesawat-pesawat itu akan digunakan untuk misi pencarian dan penyelamatan serta evakuasi medis. Namun pada tahun 2021, pasukan pertahanan Maladewa mengatakan sekitar 75 personel militer India ditempatkan di negara tersebut untuk mengoperasikan dan memelihara pesawat-pesawat India tersebut.

Hal ini memicu kecurigaan dan kemarahan karena banyak orang merasa pesawat-pesawat itu sebenarnya digunakan untuk melakukan pengintaian dan dijadikan alasan penempatan tentara India di Maladewa.

Muizzu juga mengatakan bahwa kehadiran pasukan India dapat membahayakan Maladewa – terutama menyangkut ketegangan antara India dan China meningkat di sepanjang perbatasan kedua negara itu di Himalaya.

“Maladewa terlalu kecil untuk terlibat dalam perebutan kekuasaan global ini. Kami tidak akan terlibat dalam hal ini,” katanya.

Muizzu mengatakan dia juga bermaksud meninjau kembali semua perjanjian yang telah ditandatangani Maladewa dengan India dalam beberapa tahun terakhir.

“Kami tidak tahu apa yang ada di dalamnya. Bahkan di Parlemen, beberapa anggota parlemen saat debat mengatakan bahwa mereka tidak tahu apa yang ada di dalam perjanjian itu. Saya yakin kami akan mengetahuinya,” kata Muizzu.

Presiden terpilih Maladewa ini juga memuji proyek-proyek infrastruktur China di negaranya, mengatakan bahwa investasi tersebut telah mengubah ibukota Malé dan membawa kebaikan bagi penduduknya.

Namun, ia membantah bahwa dirinya “pro-Tiongkok” dan dirinya bukan seperti Solih yang “pro-India”.

“Saya orang yang pro-Maladewa. Bagi saya Maladewa yang utama, kemerdekaan kami yang utama” ujarnya. “Saya tidak pro atau menentang negara mana pun.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaIndiaMaladewaMohamed Muizzu
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Respon Qatar terhadap peristiwa serangan Palestina ke Israel Lakukan Serangan Darat ke Gaza, 1 Tank dan 2 Buldoser Zionis Hancur
Tulisan selanjutnya vaksin cacar monyet Belajar Kasus Covid, Pemerintah DKI Diminta Gerak Cepat Tangani Cacar Monyet di Jakarta

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

3 Juni 2026 12:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?