Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

(VIDEO) Tawanan Al-Qassam Cerita Kebaikan Pejuang di Balik ‘Terowongan’:  Tidur di Kasur, Makan Roti, dan Dirawat Dokter

Ahmad
Terakhir diupdate: 14 November 2023 21:02 9:02 pm
Ahmad
Dipublikasikan 25 Oktober 2023 11:00
Bagikan
Sandera Israel, Yocheved Lifshitz (85) setelah dilepar pejuang Brigade Izzuddin Al-Qassam dari sebuah tempat persembunyian di Jalur Gaza, Palestina
Bagikan

Hidayatullah.com—Menjadi tawanan perang tentu akan memberikan mimpi buruk bagi siapa pun. Hal itulah yang dialami seorang nenek Lifshitz ketika ditangkap dan disandera pejuang Hamas pasca serangan 7 Oktober lalu.

Berbagi pengalamannya diungkapkan bekas sandera ‘Israel’ bernama Yocheved Lifshitz, yang diculik orang-orang bersenjata, yang merupakan pejuang kemerdekaan Palestina dan dibawa ke sebuah terowongan di Jalur Gaza yang jaraknya berkilo-kilo meter.

“Kami berjalan beberapa kilometer di bawah tanah melalui parit basah,” katanya dalam wawancara pertamanya yang diterbitkan dalam bahasa Ibrani.

⚡️kan channel:
Yocheved Lifshitz, tawanan yg dibebaskan #Qassam: “Kami berjalan berkilo-kilo di terowongan bawah tanah. Masing2 kami memiliki seseorang utk menjaganya. Kami makan apa yg juga mereka makan – keju putih, dan mentimun. Ini makanan kami tiap hari.” @ME_Observer_ pic.twitter.com/4sFHc98mYh

— Hidayatullah.com (@hidcom) October 24, 2023

Lifshitz adalah salah satu dari dua sandera – satunya wanita lanjut usia bernama Nurit Cooper, 79— yang dibebaskan Hamas pada Senin (22/10/2023), menceritakan momen dirinya ditarik keluar dari rumahnya di Kibbutz Nir Oz, di wilayah Palestina yang kini dicaplok ‘Israel’, lalu dibawa pergi dengan sebuah sepeda motor menuju Gaza.

Mereka bergerak melalui ladang yang dibajak. Para pejuang bahkan dengan mudah meledakkan pagar elektronik yang dibangun ‘Israel’ dengan menelan biaya 2,5 miliar dolar.

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Lifshitz mengatakan pihak militer ‘Israel’ tampak tidak menanggapi ancaman Hamas dengan cukup serius. Dia juga mengatakan bahwa pagar keamanan yang dibangun dengan biaya mahal untuk mencegah masuknya kelompok pejuang rupanya tidak berarti sama sekali.

Lifshitz mengatakan dia harus berjalan di tanah basah dan turun ke sistem terowongan bawah tanah yang dia ibaratkan mirip jaring laba-laba. Meski begitu, ia mengaku disambut para pejuang Brigade Izzuddin Al-Qassam, yang menyatakan dirinya beriman kepada Al-Quran dan memenuhi wasiat Nabi nya (Muhammad ﷺ) dan berjanji tidak akan menyakiti para tawanan.

“Mereka mengatakan sebagai Muslim yang percaya pada Al-Quran dan berjanji tidak akan menyakiti para sandera,” katanya.

Lifshitz mengatakan dia awalnya rombongan dikelompokkan dengan 25 orang lainnya, sebelum mereka dipisahkan menjadi kelompok yang lebih kecil dengan empat orang lainnya dari Kibbutz.

Di terowongan dirinya dan para tawanan tidur di kasur di lantai terowongan. Mereka juga makan makanan yang sama seperti pejuang Hamas, termasuk menerima perawatan rutin dari seorang dokter dan para medis.

“Dokter di sana membawakan kami obat-obatan yang setara dengan yang kami gunakan di ‘Israel’,” ujar dia.

Setiap orang memiliki penjaga yang mengawasinya. Mereka mengurus semua kebutuhan. Mereka berbicara tentang segala hal.

“Mereka sangat menjaga aspek kebersihan agar kami tidak sakit,” tambah Lifshitz yang  diterjemahkan putri Lifshitz, Sharone kepada para wartawan di luar rumah sakit di Tel Aviv pada hari Selasa (24/10/2023).  

“Pejuang Al-Qassam memperlakukan kami secara manusiawi dan tidak membunuh satu pun warga sipil, namun tentara pendudukan ‘Israel’-lah yang membunuh warga sipil ‘Israel’ dalam bentrokan dengan pejuang dari Gaza,” kata dia.

Wanita lanjut usia ini membalik semua tuduhan yang dibangun Zionis dan sekutunya berpuluh-puluh tahun untuk mencemari nama baik pejuang kemerdekaan Palestina. “Mereka memperlakukan kami dengan hormat, Mereka sangat ramah,” katanya  dalam konferensi pers.

“Mereka memberi kami roti pita, keju, krim keju rendah lemak, dan mentimun dan itu adalah makanan kami sepanjang hari,”  katanya.

Kurangnya kompetensi tentara ‘Israel’ dan badan intelijen Shin Bet sangat menyakiti perasaanya. “Kami dijadikan kambing hitam bagi pemerintah ‘Israel’,” kata dia.

Ketika ditanya wartawan; “Mengapa Anda berjabat tangan dengan pejuang Hamas ketika mereka membebaskan Anda?”

Yocheved Livschitz mengatakan,  “Karena mereka memperlakukan kami dengan sangat baik.”*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al-QassamBrigade Al-QassamHAMASHeadlineisraelsanderaterowongan GazaYocheved Lifshitzzionis. pejuang Palestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya (VIDEO) Allah Menurunkan Hujan Beberapa Saat setelah Warga Pamelang Shalat Istisqa
Tulisan selanjutnya Wapres: Pariwisata Ramah Muslim Harus Dikelola dengan Lebih Baik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?