Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Putra Netanyahu Dikritik karena Hidup Nyaman di Miami di Saat yang Lain Sibuk Perang

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 Oktober 2023 20:17 8:17 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 26 Oktober 2023 20:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Putra Perdana Menteri ‘Israel’  Benjamin Netanyahu  dikecam karena masih tinggal dengan nyaman di Miami, sementara pasukan cadangan diminta kembali untuk berperang melawan pejuang Hamas.

Yair Netanyahu, 32 tahun, telah berada di Florida  setidaknya sejak bulan April, setelah ayahnya menyuruhnya berhenti membuat unggahan yang menghasut di media sosial, yang membuatnya berkali-kali dituntut karena pencemaran nama baik.

Sementara itu, 360.000 tentara cadangan telah dipanggil – banyak dari mereka meninggalkan segalanya untuk terbang kembali ke ‘Israel’–  bahkan meninggalkan bulan madu mereka.

Namun Yair tetap berada di Miami, sehingga membuat kesal beberapa tentara. “Yair menikmati hidupnya di Miami Beach sementara saya berada di garis depan,” kata seorang tentara, tentara sukarelawan yang bertugas di front utara ‘Israel’, kepada The Times.

“Kitalah yang meninggalkan pekerjaan kita, keluarga kita, anak-anak kita, untuk melindungi keluarga kita di kampung halaman dan negara, bukan orang-orang yang bertanggung jawab atas situasi ini.”

Baca Juga

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

“Saudara-saudara kita, ayah kita, anak-anak kita, semua pergi ke garis depan, tapi Yair masih belum ada di sini. Hal ini tidak membantu membangun kepercayaan pada kepemimpinan negara ini,” kata seorang tentara penjajah.

Seorang lainnya, yang dikerahkan ke perbatasan Gaza mengatakan kepada laman The Daily Mail; “Saya telah terbang kembali dari Amerika dimana saya memiliki pekerjaan, kehidupan, keluarga saya.”

“Tidak mungkin saya bisa tinggal di sana dan meninggalkan negara saya, rakyat saya, pada saat kritis ini. Dimana putra perdana menteri? Mengapa dia tidak berada di ‘Israel’?”

“Ini adalah momen yang paling menyatukan bagi kita sebagai warga ‘Israel’ dalam sejarah kita baru-baru ini dan setiap orang dari kita harus berada di sini saat ini, termasuk putra perdana menteri,” kata dia.

Yair, yang belajar teater di sekolah menengah, menjalani wajib militer dan bekerja di unit juru bicara IDF, bukan sebagai tentara tempur.  Wajib militer diharuskan bagi sebagian besar warga ‘Israel’ ketika mereka berusia 18 tahun.

Setiap pria harus menjalani wajib militer selama 32 bulan dan wanita selama 24 bulan. Setelah itu, sebagian besar dari mereka dapat dipanggil ke unit cadangan hingga usia 40 tahun, atau bahkan lebih tua, jika terjadi keadaan darurat nasional, dan mereka bertempur bersama pasukan reguler pada saat perang membela penjajah.

Pasukan cadangan zionis juga digunakan dalam peran non-tempur, yang berarti kurangnya pengalaman di garis depan, termasuk Yair.

Warga negara palsu ‘Israel’ di luar negeri juga menggunakan obrolan grup WhatsApp  untuk mengatur kepulangan mereka, berbagi informasi tentang di mana mendapatkan penerbangan yang tersedia, kata Yedidya Shalman, 26, yang berada di Thailand untuk berbulan madu ketika kekerasan meledak di Gaza.

“(Kami) membuat grup WhatsApp  hampir di seluruh, kami mengajak orang-orang untuk bergabung dengan mereka dan kami perlahan-lahan berupaya untuk membawa sebanyak mungkin tentara cadangan kembali ke ‘Israel’,” katanya kepada Reuters, seraya menjelaskan bahkan ia dan istrinya tidak ragu-ragu untuk membatasi jumlah liburan mereka.

“Tentu saja kami tidak berpikir dua kali dan saat ini sedang dalam perjalanan pulang dengan pesawat El Al,” ujarnya melalui WhatsApp.*  

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Benjamin NetanyahuHeadlineIDFisraelMiamipalestinatentara cadanganYair Netanyahu
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Brigade Al Qassam Tembak Helikopter ‘Israel’
Tulisan selanjutnya Bingung Cari Tawanan, “Israel” Sebar Iming-iming Hadiah, Benarkah Mossad Canggih?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

STAI Al Bayan Gelar Wisuda Angkatan II, Ketum DPP Hidayatullah Pesankan Alumni Kuatkan Takwa Hadapi Tantangan Zaman

Berita
27 Agustus 2026 10:14
Serangan ‘Israel’ Hancurkan Gudang Bantuan, 7 Orang Syahid di Gaza
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata
Korban Meninggal Gempa NTT Capai 103 Orang, Sebagian Besar Perempuan dan Lansia
Resmi Gabung Angkatan Darat Suriah, YPG Umumkan Pembubaran Diri

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

31 Agustus 2026 20:47
Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

31 Agustus 2026 20:11
Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

31 Agustus 2026 20:04
Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

31 Agustus 2026 19:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?