Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Zionis Paksa dengan Ancaman Staf Medis, Pasien dan Pengungsi Keluar dari RS Al-Shifa Gaza

Ahmad
Terakhir diupdate: 19 November 2023 12:27 12:27 pm
Ahmad
Dipublikasikan 19 November 2023 12:13
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Hari Sabtu (18/11/2023) pasukan penjajah ‘Israel’ memaksa staf medis, pasien, orang-orang yang terluka dan pengungsi di Kompleks Medis Al-Shifa untuk pergi secara paksa, di bawah ancaman.

Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan di Gaza, Munir Al-Bursh, mengatakan dalam pernyataannya kepada Al Jazeera: Pasukan penjajahmeminta evakuasi dini staf medis, korban luka, dan pengungsi di Kompleks RS Al-Shifa. Israel hanya menyisakan sedikit kru untuk merawat mereka yang sakit sementara pasukan penjajah mengendalikan fasilitas tersebut secara penuh.

Salah satu pengungsi menggambarkan pemandangan kepanikan dan kekacauan ketika pasukan Zionis mencari dan memindai wajah orang-orang di antara mereka yang pergi dan mengamankan beberapa orang.

"كان مشهدًا مريعًا..
بدأنا بإخلاء مجمع الشفاء الطبي، وانطلقنا سيرًا على الأقدام ساحبين الجرحى والمرضى تحت قوة السلاح ومراقبة الدبابات الإسرائيلية"
مدير عام وزارة الصحة في غزة#انقذو_مستشفى_الشفاء pic.twitter.com/jQk5srF5Pb

— Khaled Safi 🇵🇸 خالد صافي (@KhaledSafi) November 18, 2023

Dia menyatakan bahwa PBB telah menghubungi dan menginformasikan bahwa mereka akan berupaya mengoordinasikan evakuasi korban luka dan sakit yang tidak dapat bergerak, dan juga akan berupaya mengevakuasi mereka.

Menurutnya, ada 120 pasien dan korban luka, termasuk bayi prematur, masih dirawat di rumah sakit, bersama 5 orang dokter yang mengawasi proses koordinasi keluarnya korban luka. “Bayi-bayi prematur masih berada di dalam rumah sakit, dan kami terus berkomunikasi dengan Palang Merah mengenai bayi-bayi tersebut,” ujarnya.

Baca Juga

Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran

Dia menunjukkan setelah menguasai rumah sakit, muncul dari tank dan tentara dengan senapan penembak jitu.  Dia menyatakan bahwa penjajah menetapkan jalur untuk berpindah dari rumah sakit melalui Jalan Al Wahda dan kemudian bergerak menuju Salahuddin untuk bergerak ke selatan Jalur Gaza.

“Setelah meninggalkan rumah sakit, mereka akan memiliki pilihan antara pindah ke selatan, tinggal di Gaza, atau menuju ke utara, “ katanya menambahkan, dirinya secara pribadi akan pindah ke rumah sakit Indonesia.

Sebaliknya, pengawas darurat di Kompleks RS Shifa, Dr. Omar Zaqout, membenarkan kepada Al Jazeera bahwa tentara penjajah meminta untuk meninggalkan rumah sakit dan tidak semua orang bisa keluar.

Dia menunjukkan bahwa situasi staf medis dan rumah sakit sangat sulit, dimana air serta listrik telah padam selama lebih dari seminggu. “Para pengungsi diminta menuju ke Jalan Al Wahda, dan banyak anak-anak serta orang dewasa tidak dapat melanjutkan perjalanan.”

Sementara Direktur Rumah Sakit Al–Shifa, Muhammad Abu Salmiya menambahkan RS Al-Shifa sedang berkoordinasi dengan PBB dan pasien-pasien ini juga akan dievakuasi nanti setelah pengaturan yang diperlukan selesai.  “Tiga puluh bayi prematur juga berada di rumah sakit,” katanya pada Anadolu Agency, seraya mencatat bahwa otoritas rumah sakit juga berkoordinasi dengan Palang Merah untuk mengamankan keberangkatan mereka.

Abu Salmiya juga mengatakan bahwa pasukan Zionis telah menghancurkan stasiun oksigen, saluran air, dan toko obat di Rumah Sakit Al-Shifa.

Sumber medis Palestina mengatakan kepada Anadolu sebelumnya pada hari Sabtu bahwa tentara Israel telah memberi waktu satu jam kepada administrasi di Rumah Sakit Al-Shifa untuk mengevakuasi pasien, pengungsi, dan staf medis dari rumah sakit tersebut. Sumber tersebut menambahkan bahwa tentara “terus mengepung rumah sakit tersebut,” sementara “operasi penyisiran, pencarian dan penggalian di dalam rumah sakit” terus berlangsung meski tidak menemukan apa yang mereka tuduhkan.

Menurut Kementerian Kesehatan di Gaza karena tidak ada persediaan makanan atau air yang masuk ke Rumah Sakit Al-Shifa dalam delapan hari, menyebabkan 51 pasien telah meninggal sejak serangan Israel terhadap fasilitas tersebut dimulai, termasuk empat bayi prematur.

Kementerian tersebut menyatakan saat ini RS Al-Shifa “telah terisolasi sepenuhnya dari dunia karena hilangnya komunikasi.”

​Sementara itu, beberapa saksi mata menyebutkan perjananan bersama ratusan orang yang dipaksa harus pergi, menunjukkan pemandangan sangat mengerikan. Banyaknya kehancuran dan kehadiran jenazah para syuhada di jalanan dan setiap orang diminta untuk terus mengangkat tangannya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gazaHeadlineisraelKompleks Medis Al-ShifaPasienRS Al Shifastaf medis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Detik-Detik Pasukan Israel Kena Jebakan Bom Al-Qassam
Tulisan selanjutnya Darurat Kekerasan dalam Berpacaran: Perlunya Pengawasan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Berita
31 Agustus 2026 18:22
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas

3 September 2026 10:23
Berita

Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap

3 September 2026 09:53
Berita

Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

2 September 2026 20:21
Berita

Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

2 September 2026 20:18
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?