Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Enam Remaja Diadili dalam Kasus Kematian Guru Prancis dan Kartun Nabi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 November 2023 10:32 10:32 am
Ama Farah
Dipublikasikan 26 November 2023 10:32
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Enam remaja hari Senin (27/11/2023) akan dibawa ke pengadilan atas peran mereka dalam kematian Samuel Paty, seorang guru yang dibunuh setelah menampilkan kartun Nabi Muhammad di kelas pada tahun 2020.

Samuel Paty, guru sejarah dan geografi berusia 47 tahun, ditikam dan dipenggal kepalanya di dekat sekolah menengah tempatnya mengajar di Conflans-Sainte-Honorine, pinggiran Paris.

Pelakunya Abdoullakh Anzorov, pengungsi asal Chechnya berusia 18 tahun, ditembak mati di lokasi kejadian oleh polisi.

Anzorov mengincar Paty setelah membaca pesan yang beredar di media sosial bahwa guru itu menunjukkan gambar kartun Nabi di kelas. 

Paty menggunakan gambar itu untuk membahas kebebasan berbicara di Prancis, negara yang secara legal memperbolehkan siapa saja untuk menistakan agama dan tokoh-tokohnya.

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Pembunuhan terjadi beberapa pekan setelah Charlie Hebdo menampilkan kembali kartun-kartun Nabi Muhammad.

Lima remaja yang diadili, berusia antara 14 dan 15 tahun ketika peristiwa terjadi, akan disidang secara tertutup di pengadilan khusus anak dengan tuduhan konspirasi kriminal dengan tujuan menyulut tindak kekerasan. Mereka dikenai dakwaan karena membantu pelaku untuk menemukan Paty dengan imbalan uang.

Remaja keenam, seorang anak perempuan yang kala itu berusia 13 tahun, dituduh melakukan kebohongan yang berujung pada kematian Paty. Anak perempuan itu mengatakan bahwa Paty menyuruh siswa Muslim menunjukkan diri dan kemudian menyuruh mereka keluar dari ruangan kelas sebelum mempertontonkan kartun-kartun tersebut. Anak itu menceritakan kejadian di kelas dengan sangat terperinci, padahal ketika itu dia tidak berada di kelas Paty karena sedang membolos.

Cerita anak perempuan tersebut rupanya membuat geram ayahnya, Brahim Chnina, dan seorang pria lain bernama Abdelhakim Sefrioui, yang mengungkapkan amarahnya lewat video yang diunggah ke media sosial. Dalam video itu mereka mengutuk dan mengancam Paty. Video mereka terlihat oleh Anzorov, yang kemudian memutuskan untuk bertindak menghabisi nyawa guru itu.

Keluarga Paty menganggap pengadilan atas para remaja ini sangat penting, kata Virginie Le Roy, seorang pengacara yang mewakili orangtua dan salah satu saudara perempuannya.

“Peran anak-anak ini sangat mendasar dalam rentetan kejadian yang menyebabkan pembunuhannya,” kata Le Roy, seperti dikutip AFP Sabtu (25/11/2023).

Jaksa penyidik menelusuri kejadian selama sepuluh hari menjelang pembunuhan, mulai dari kebohongan yang dibuat anak perempuan tersebut hingga serangan verbal terhadap Paty yang disebarkan di media sosial dan kedatangan pelaku di sekolah pada 16 Oktober 2020.

Menurut penyidik, Anzorov mendekati seorang remaja di luar sekolah. Dia menawarkan uang 300 euro kepada anak itu agar bersedia menunjukkan Samuel Paty. Pelaku mengatakan kepada anak itu bahwa dia ingin merekam “ungkapan penyesalan” dari mulut Paty.

Anak itu kemudian menyampaikan tawaran Anzorov ke beberapa temannya, karena tidak ingin melakukannya sendiri. Empat anak lain kemudian bergabung dengannya.

Mereka berkeliling mondar-mandir antara sekolah dan tempat persembunyian Anzorov untuk menemukan Paty, sambil merekam aksi pencarian mereka dan memamerkan uang yang didapat.

Anzorov kemudian meminta salah satu dari anak lelaki itu untuk menelepon anak perempuan sumber cerita tentang Paty.

Anak perempuan tersebut mengulangi kebohongannya.

Dalam pemeriksaan, anak perempuan itu mengatakan kepada penyidik bahwa dia tidak mengetahui Anzorov mendengarkan percakapannya di telepon.

Ketika Paty keluar dari sekolah, anak-anak itu menunjukkannya kepada Anzorov, “Itu dia!”

Guru tersebut kehilangan nyawanya menjelang pukul lima sore.

Selama pemeriksaan anak-anak itu menangis, mereka bersumpah tidak menyangka bahwa Paty akan dibunuh. Mereka mengira Paty mungkin hanya akan “dipermalukan”, dimaki-maki, disumpahi di media sosial.

Anak-anak itu sekarang terancam hukuman penjara dua tahun enam bulan.

“Ini sangat rumit,” kata Dylan Slama, pengacara salah satu anak. “Selama sisa hidupnya dia akan selalu dikaitkan dengan kasus ini.”

Persidangan anak-anak itu dijadwalkan akan berlangsung sampai 8 Desember.

Brahim Chinina dan Abdelhakim Sefrioui akan diproses di pengadilan pidana pada akhir 2024 bersama enam orang dewasa lain.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Charlie HebdoguruKartunNabi MuhammadPrancisSamuel Paty
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bintang-Bintang Hollywood Kehilangan Tawaran Peran Akibat Mendukung Palestina
Tulisan selanjutnya Jusuf Kalla Tutup Silatnas Hidayatullah 2023

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?