Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pesawat Osprey Militer Amerika Jatuh di Perairan Jepang

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 November 2023 07:28 7:28 am
Ama Farah
Dipublikasikan 30 November 2023 07:23
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Sebuah pesawat Osprey milik militer Amerika Serikat dengan enam orang di dalamnya, hari Rabu (29/11/2023), jatuh di perairan Jepang, kata petugas penjaga pantai. Sedikitnya satu orang dikonfirmasi tewas.

Petugas menerima panggilan darurat dari sebuah kapal ikan dekat lokasi jatuhnya pesawat. Belum ada kepastian dari pangkalan AS mana pesawat Osprey itu berasal, meskipun diyakini saat kejadian pesawat sedang terbang dari pangkalan AS Iwakuni di daerah Yamaguchi menuju pangkalan Kadena di Okinawa.

Informasi detil tentang apa yang terjadi pada pesawat itu belum diketahui, kata petugas penjaga pantai. Aparat sebelumnya mengatakan ada delapan orang di dalam pesawat nahas itu.

“Kami menerima informasi pada pukul 2:47 siang (0547 GMT/UTC) hari ini bahwa pesawat Osprey milik militer AS jatuh di perairan dekat Pulau Yakushima,” kata seorang juru bicara kepada AFP. 

Yakushima berada di selatan dari Pulau Kyushu.

Baca Juga

Mengenang Pembantaian Srebenica, Ribuan Peserta Susuri Rute Pelarian Korban Genosida
Waketum PBNU KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa Jelang Muktamar PBNU ke 35
Waketum MUI: Penulis Muslim Harus Jadi Penjaga Otoritas Ilmu di Era Digital
MUI Gelar IACFS ke-10, Perkuat Peran Fatwa dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia
MUI Matangkan Persiapan Kongres Umat Islam Indonesia VIII, Bahas Isu Strategis Keumatan dan Kebangsaan

Osprey adalah pesawat tiltrotor yang menggabungkan kemampuan lepas landas vertikal, melayang, dan mendarat seperti helikopter dengan kemampuan terbang jarak jauh, efisiensi bahan bakar, dan kecepatan setara pesawat turboprop.

Pesawat jenis ini dipergunakan sebagai pesawat angkut dan evakuasi medis oleh militer Amerika di Iraq, Afghanistan, Libya, dan Kuwait.

Pada bulan Agustus, sebuah Osprey jatuh di bagian utara Australia saat menjalani latihan militer bagi serdadu AS yang ditempatkan di kawasan itu. Tiga marinir AS termasuk dalam 23 orang yang tewas setelah pesawat jatuh di Melville Island, sebelah utara Darwin.

Tahun lalu, empat marinir AS tewas di Norwegia saat pesawat MV-22B Osprey yang mereka tumpangi dalam sesi latihan pasukan NATO jatuh.

Tiga marinir AS melayang nyawanya pada 2017 ketika sebuah Osprey patah saat berusaha mendarat di atas kapal angkut yang sedang berada di lepas pantai Australia bagian utara.

Sebanyak 19 marinir AS tewas pada tahun 2000 ketika Osprey yang mereka tumpangi jatuh di Arizona saat menjalani latihan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bayi Palestina Ajaib, Bayi Palestina Berhasil Diselamatkan Meski 3 Jam Terkubur Reruntuhan
Tulisan selanjutnya Pneumonia Misterius Menyebar di China, Pemerintah Keluarkan Edaran Waspada

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Psikolog UGM Ini Paparkan Sejarah APA “Normalisasi Homoseksual”

Berita
3 Juli 2026 23:58
UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa
BMIWI Gelar Milad ke-59, Canangkan Hari Majelis Taklim Nasional di Masjid Istiqlal
TikTok Laporkan Penonaktifan 1,7 Juta Akun Anak ke Komdigi
Mengenang Pembantaian Srebenica, Ribuan Peserta Susuri Rute Pelarian Korban Genosida

Terbaru

  • Mengenang Pembantaian Srebenica, Ribuan Peserta Susuri Rute Pelarian Korban Genosida
  • Waketum PBNU KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa Jelang Muktamar PBNU ke 35
  • Waketum MUI: Penulis Muslim Harus Jadi Penjaga Otoritas Ilmu di Era Digital
  • MUI Gelar IACFS ke-10, Perkuat Peran Fatwa dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia
  • MUI Matangkan Persiapan Kongres Umat Islam Indonesia VIII, Bahas Isu Strategis Keumatan dan Kebangsaan
  • BMIWI Gelar Milad ke-59, Canangkan Hari Majelis Taklim Nasional di Masjid Istiqlal
  • Hampir 6.000 Awak Kapal Masih Tertahan di Teluk Arab
  • Kisah Yono, Tangan Kanan Ustadz Adi Hidayat yang Ogah Jadi Komisaris
  • Amnesty Kecam Pemberian Tanda Kehormatan pada Modi karena Rekam Jejak HAM
  • Seorang Dokter Jerman Bunuh Sedikitnya 15 Pasien

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Hampir 6.000 Awak Kapal Masih Tertahan di Teluk Arab

9 Juli 2026 16:05
Berita

Kisah Yono, Tangan Kanan Ustadz Adi Hidayat yang Ogah Jadi Komisaris

9 Juli 2026 15:31
Berita

Amnesty Kecam Pemberian Tanda Kehormatan pada Modi karena Rekam Jejak HAM

9 Juli 2026 13:42
sakit
Berita

Seorang Dokter Jerman Bunuh Sedikitnya 15 Pasien

9 Juli 2026 13:41
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?