Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

MUI: Rektor UGM Lecehkan Islam karena Menegur Pihak yang Melarang LGBT

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 28 Desember 2023 09:56 9:56 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 28 Desember 2023 11:00
Bagikan
Ketua PP Muhammadiyah Buya Anwar Abbas
Bagikan

Hidayatullah.com – Wakil Ketua MUI Pusat Buya Anwar Abbas meminta Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Ova Emilia memberikan klarifikasi ke publik karena telah menegur Dekan FT-UGM yang mengeluarkan Surat Edaran (SE) Larangan LGBT.

“Untuk itu kita meminta rektor UGM tersebut agar merubah sikap dan tindakannya serta memberikan klarifikasi yang sejelas-jelasnya kepada masyarakat agar tidak terjadi keresahan dan kegaduhan (polemik LGBT, red),” kata Buya Anwar Abbas dalam pernyataan yang dikirim ke redaksi, Kamis (28/12/2023).

MUI mengaku menyesalkan sikap Rektor UGM yang telah menegur pihak Dekan FT-UGM yang telah menerbitkan “SE Larangan LGBT di Kampus” yang semestinya justru didukung.

“Yang menjadi pertanyaan apa yang menjadi dasar bagi sang rektor untuk bertindak seperti itu padahal konstitusi kita sudah jelas-jelas menyatakan dalam Pasal 29 ayat 1 bahwa negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa,” ujar Buya Abbas.

“Ini artinya UU dan kebijakan yang kita buat di negeri ini tidak boleh ada yang bertentangan dengan nilai-nilai dari ajaran agama,” tambah dia.

Baca Juga

Prosesi Pemakaman Dimulai Rakyat Iran Berkabung Meratapi Kematian Ayatullah Ali Khamenei
Euthanasia Mencakup Hampir 6 Persen Kematian di Belanda
UNESCO Mengakui Dondang Sayang hingga Silat sebagai Warisan Budaya Malaysia
Polemik Kajian BEM Psikologi UI Soal LGBT Berlanjut, Kampus Beri Klarifikasi
Pemerintah Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter dalam Perpres Pertahanan Negara

Ketua PP Muhammadiyah ini juga mengatakan,di negeri ini ada 6 agama yang diakui oleh negara: yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu. Dari keenam agama tersebut tidak ada satupun yang mentolerir praktek LGBT, apalagi bila dikaitkan dengan agama Islam yang merupakan agama mayoritas di negeri ini.

“Sikap dan tindakan dari rektor UGM tersebut karena apa yang dilakukannya sudah jelas-jelas tidak bisa diterima bahkan bila kita telisik lebih jauh tindakan tersebut sudah masuk ke dalam kategori melecehkan ajaran agama, tidak hanya agama Islam tapi juga lima agama lainnya,” tambahnya.

“Jjika ada seorang rektor di negeri ini yang berani berbuat seperti itu yaitu melanggar konstitusi dan melecehkan ajaran agama tentu saja apa yang dilakukannya tersebut jelas selain tidak benar juga tidak baik bila diukur dari falsafah dan hukum dasar serta budaya yang berlaku di negara kita,” ujarnya.

Baca juga: ICMI Dukung UGM Lindungi Mahasiswa dari Perilaku LGBT di Kampus

MUI menilai, ada pihak yang menekan Rektor UGM dalam kasus ini. “Ada kesan sang rektor seperti telah mendapat tekanan dari kalangan pegiat hak asasi manusia dan masyarakat sipil yang fokus kepada keberagaman gender dan seksual,” ujarnya

“Kita semua tahu konsep HAM yang mereka perjuangkan di negeri ini adalah HAM versi Barat yang itu jelas-jelas sangat berbeda dan bertentangan dengan konsep HAM yang kita junjung tinggi yaitu HAM Konstitusi yang menghormati nilai-nilai dari ajaran agama,” demikian jelasnya.

Diketahui, sebelumnya, FT UGM mengeluarkan SE Larangan LGBT di Kampus. SE itu diteken Dekan Fakultas Teknik, Selo pada tanggal 1 Desember 2023.

Aturan berisi larangan penyebarluasan paham, pemikiran, sikap, dan perilaku yang mendukung LGBT karena bertentangan dengan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan norma yang berlaku di Indonesia.

Fakultas Teknik juga menyiapkan sanksi maksimal bagi dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan yang terbukti menyebarluaskan paham, pemikiran, sikap, dan perilaku yang mendukung LGBT.

SE dibuat setelah mendengar laporan mahasiswa tentang mahasiswa laki-laki yang masuk ke toilet perempuan.

Sekelompok mahasiswa tersebut menuding laki-laki yang masuk toilet perempuan itu sebagai LGBT.

Laporan sekelompok mahasiswa tersebut membuat pejabat fakultas setempat menyusun surat edaran sebagai payung hukum untuk menindaklanjuti mahasiswa yang mendapat tuduhan sebagai LGBT.

Setelah SE keluar kelompok berjuluk “masyarakat sipil” dan pendukung LGBT mempermasalahkan nya.*

Baca juga: AILA Ajak Masyarakat Mendukung FT UGM dari Tekanan Kelompok LGBT

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Headlinelgbt di KampusMajelis Ulama IndonesiaRektor UGMSE larangan LGBT
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pakar Militer Zionis: ‘Israel’ Kalah Telak, Hamas Tak Mungkin Dilenyapkan…”
Tulisan selanjutnya Grup Hacker Cyber Toufan Retas 40 Situs Perusahaan ‘Israel’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Mimbar

Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin

Mimbar
3 Juli 2026 11:27
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
Euthanasia Mencakup Hampir 6 Persen Kematian di Belanda
Dua Anggota Garda Revolusi Iran Ditembak Mati dekat Kurdistan
Aksi-Aksi Suporter Bola Dukung Palestina di Piala Dunia 2026

Terbaru

  • Prosesi Pemakaman Dimulai Rakyat Iran Berkabung Meratapi Kematian Ayatullah Ali Khamenei
  • Euthanasia Mencakup Hampir 6 Persen Kematian di Belanda
  • UNESCO Mengakui Dondang Sayang hingga Silat sebagai Warisan Budaya Malaysia
  • Polemik Kajian BEM Psikologi UI Soal LGBT Berlanjut, Kampus Beri Klarifikasi
  • Pemerintah Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter dalam Perpres Pertahanan Negara
  • Jelang Proses Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei, Jenderal Garda Revolusi Keluar dari Persembunyian
  • Sindikat Pakistan Selundupkan Plasenta Manusia untuk Injeksi Anti Penuaan
  • Otoritas Eropa Masih Imbau Maskapai Penerbangan Hindari Wilayah Udara Iran dan Timur Tengah
  • Dihantam Rudal di Selat Hormuz Kapal Kontainer CMA CGM akan Jadi Besi Rongsokan
  • Dua Pria Rumania Dibui karena Menikam Jurnalis Iran di London atas Suruhan Teheran

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Jelang Proses Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei, Jenderal Garda Revolusi Keluar dari Persembunyian

4 Juli 2026 15:15
Berita

Sindikat Pakistan Selundupkan Plasenta Manusia untuk Injeksi Anti Penuaan

4 Juli 2026 14:42
Berita

Otoritas Eropa Masih Imbau Maskapai Penerbangan Hindari Wilayah Udara Iran dan Timur Tengah

4 Juli 2026 13:44
Berita

Dihantam Rudal di Selat Hormuz Kapal Kontainer CMA CGM akan Jadi Besi Rongsokan

4 Juli 2026 11:23
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?