Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pelaku Penabrakan Maut Satu Keluarga Muslim di Kanada Dihukum Penjara Seumur Hidup

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 Februari 2024 10:04 10:04 am
Ama Farah
Dipublikasikan 23 Februari 2024 10:04
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Seorang pria yang divonis bersalah menggunakan mobil pikupnya untuk membunuh empat orang anggota keluarga Muslim, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh hakim di Kanada.

Nathaniel Veltman, 23, pada November 2023 dinyatakan bersalah atas empat dakwaan pembunuhan tingkat pertama dan satu percobaan pembunuhan.

Para korban Veltman adalah Salman Afzaal (46); istrinya Madiha Salman (44); putri mereka Yumna (15) serta neneknya Talat Afzaal (74). Anak lelaki pasangan itu yang berusia 9 tahun nyawanya selamat meskipun mengalami luka parah.

Jaksa penuntut mengatakan Veltman dengan sengaja menabrakkan truk pikup yang dikendarainya ke arah keluarga Afzaal yang sedang berjalan-jalan di sekitar tempat tinggal mereka pada 6 Juni 2021, dengan tujuan mengintimidasi kaum Muslim agar angkat kaki dari Kanada.

Tim pembela terdakwa berusaha menunjukkan Veltman sebagai penderita gangguan jiwa sehingga tidak layak diproses hukum.

Baca Juga

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Hakim Renee Pomerance, yang memimpin persidangan, membacakan putusan hukuman di ruang persidangan yang penuh dihadiri pengunjung di London, Ontario, pada hari Kamis (22/2/2024).

Di Kanada, orang dewasa yang menjadi terdakwa dan divonis bersalah melakukan pembunuhan tingkat pertama secara otomatis akan diganjar hukuman penjara seumur hidup tanpa kesempatan untuk mengajukan pembebasan dini selama 25 tahun.

Kasus ini merupakan persidangan pembunuhan tingkat pertama di Kanada yang untuk pertama kalinya diproses dengan menggunakan UU anti-terorisme.

Dalam putusannya, hakim Pomerance menyatakan tindakan Veltman dapat dikategorikan sebagai aksi terorisme dan kesadisan pembunuhan yang dilakukannya layak diganjar dengan hukuman terberat menurut hukum yang berlaku di Kanada.

“Pelaku tidak mengenal para korban. Dia tidak pernah bertemu denganmereka. Dia membunuh mereka karena mereka Muslim,” kata hakim wanita itu, seraya menambahkan bahwa mungkin ada orang  yang akan menganggap tindakannya sebagai contoh panutan dari motif dan niat teroris.

Hakim Pomerance mengatakan Veltman banyak mengkonsumsi konten ektremis sayap kanan yang menjadi inspirasi bagi sejumlah pelaku pembunuhan massal.

“Dalam pernyataannyabkepada polisi, pelaku dengan jelas menyatakan bahwa dia ingin agar dunia mengetahui apa yang telah dilakukannya dan kenapa dia melakukannya. Ini merupakan bagian dari sebuah perencanaan,” kata hakim.

“Dia ingin mengintimidasi masyarakat Muslim. Dia ingin mengikuti langkah para pelaku Pembunuhan massal lain, dan dia ingin menginspirasi orang lain untuk melakukan aksi pembunuhan serupa.”

Dalam kesaksiannya di persidangan, Veltman mengaku mempertimbangkan untuk menggunakan mobil pikupnya untuk melakukan serangan. Dan dia merasa “harus” menabrak keluarga Afzaal setelah melihat mereka sedang berjalan kaki di trotoar. Dia mengetahui mereka adalah Muslim dari pakaian yang mereka pakai dan dia melihat pria dewasanya berjenggot.

Juri di persidangan ditunjukkan bukti rekaman pemeriksaan kepolisian, di mana Veltman mengatakan kepada seorang detektif bahwa serangan yang dilakukannya didorong oleh keyakinan nasionalisme kulit putih dan dia menulis sebuah manifesto yang menggambarkan dirinya sebagai penganut ideologi supremasi kulit putih beberapa pekan sebelum serangan tersebut.

Christopher Hicks, pengacara pembela Veltman, mengatakan pihaknya belum memutuskan untuk mengajukan banding atau tidak, lapor Associated Press.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfzaalkanadaMuslimNathaniel Veltman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Belarus Siapkan RUU Menjerat Propaganda LGBT dan Pedofilia
Tulisan selanjutnya Menteri Penjajah ‘Israel’ Ini Bangga Hancurnya Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Berita
17 Oktober 2026 21:46
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

16 Oktober 2026 14:56
Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

15 Oktober 2026 16:32
Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?