Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Geng Bersenjata Menjarah Permukiman Orang Kaya Mayat Tergeletak di Jalan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 19 Maret 2024 18:44 6:44 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 19 Maret 2024 18:44
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Geng-geng bersenjata menyerbu permukiman orang kaya di ibu kota Haiti hari Senin (18/3/2024), sementara masyarakat menemukan puluhan mayat tergeletak di jalan.

Dilansir Euronews, geng-geng bersenjata menjarah rumah-rumah di Laboule dan Thomassin sebelum matahari terbit, memaksa penduduk lari menyelamatkan diri sementara sebagian menghubungi stasiun radio meminta supaya polisi datang.

Sejak akhir Februari di kota Port-au-Prince marak aksi kekerasan oleh geng-geng bersenjata.

Seorang fotografer yang bekerja untuk kantor berita Associated Press mendokumentasikan sedikitnya 12 mayat tergeletak di jalan di Pétionville, terletak di bawah Laboule and Thomassin, yang sebelumnya masih belum tersentuh aksi kekerasan geng bersenjata.

Sebuah ambulans tampak mengumpulkan mayat-mayat yang semuanya laki-laki itu.

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

“Kami bangun pagi tadi dan menemukan mayat-mayat di jalan kampung kami Pétionville,” kata Douce Titi, pegawai kantor walikota setempat. “Ininbukan wajah kampung kami. Kami akan mulai menyingkirkan mayat-mayat itu sebelum anak-anak mulai berjalan kaki pergi ke sekolah dan para pedagang berdatangan.”

Aksi kekerasan oleh geng-geng bersenjata terus berlangsung meskipun PM Ariel Henry sudah mengundurkan diri. Geng-geng Haiti menentang Henry duduk di kursi kekuasaan karena mereka merasa tidak pernah memilihnya sebagai pemimpin dan rakyat menyalakan dia atas kemiskinan yang menggelayuti negeri itu.

Para pengkritik geng-geng menuding mereka  ingin merebut kekuasaan di Haiti untuk diri mereka sendiri atau untuk politisi yang berada di belakang mereka.

Hari Senin, perusahaan listrik mengumumkan bahwa empat stasiun pembangkit di ibukota dari lainnya “dirusak sehingga tidak dapat berfungsi sama sekali.”

Negara-negara di kawasan Karibia berusaha membantu mencari solusi untuk memulihkan ketertiban dan keamanan di Haiti dan membantu pembentukan pemerintahan transisi. Namun, partai-partai politik di Haiti sendiri masih saling sikut dan jegal untuk mendapatkan tempat di pemerintahan.

Sementara itu, rencana pengiriman pasukan kepolisian asal Kenya yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk membantu memulihkan ketertiban di Haiti ditunda. Pemerintah Kenya mengatakan pihaknya baru akan mengirimkan petugas kepolisian setelah dewan pemerintahan transisi terbentuk.

Guna meredam aksi kekerasan, pemerintah Haiti pada hari Ahad mengumumkan perpanjangan aturan jam malam sampai 20 Maret.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Haiti
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Standar Hidup Orang Jerman Turun Gegara Invasi Rusia ke Ukraina
Tulisan selanjutnya Wajah Ramadhan Kita; Sebuah Refleksi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?