Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Aksi Mogok Dokter Korea Selatan Meluas Kalangan Profesor Ikut Serta

Ama Farah
Terakhir diupdate: 25 Maret 2024 16:52 4:52 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 25 Maret 2024 16:51
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Mogok kerja yang dilakukan para dokter di Korea Selatan belum surut dan justru meluas. Para profesor kedokteran mengatakan akan ambil bagian dalam aksi protes menentang rencana pemerintah untuk menambah lulusan kedokteran.

Sebagian profesor kedokteran mengatakan akan mengurangi jam kerjanya, sementara sebagian laian mengaku akan mengajukan pengunduran diri.

Aksi itu dimulai hari Senin ini, lapor Reuters (25/3/2024).

Ketua Medical Professors Association of Korea, Kim Chang-soo, mengatakan para profesor itu akan mengurangi jam kerja pelayanan pasien rawat jalan dan lebih memusatkan perhatiannya dalam merawat pasien darurat dan sakit parah, sementara sebagian lain akan mengajukan pengunduran diri.

“Jelas bahwa penambahan mahasiswa kedokteran tidak hanya akan merusak pendidikan sekolah kedokteran tetapi juga akan menyebabkan sistem perawatan kesehatan negara kita runtuh,” kata Kim.

Baca Juga

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Ribuan dokter muda sudah melakukan aksi mogok sejak 20 Februari guna menentang rencana penambahan mahasiswa kedokteran setiap tahun mulai 2025 guna mengatasi kekurangan dokter di kawasan pedesaan dan pedalaman Korean Selatan.

Namun, menurut para dokter yang mogok kerja – yang mencakup 93% dari tenaga dokter muda – penambahan 2.000 mahasiswa kedokteran setahun mulai 2025 akan menurunkan kualitas pelayanan kesehatan. Para pengkritik pemerintah mengatakan pihak berwenang seharusnya menaikkan gaji dan memperbaiki kondisi kerja para dokter muda terlebih dahulu.

Aksi mogok tersebut memaksa sejumlah rumah sakit untuk menolak pasien dan menunda prosedur bedah.

Presiden Yoon Suk Yeol, yang menjadikan reformasi kesehatan sebagai salah satu program kerja utamanya, bersikukuh tidak akan mundur untuk melaksanakan rencana penambahan mahasiswa dan lulusan kedokteran itu.

Pemerintah Korea Selatan juga mengancam akan menangguhkan izin praktik dokter yang melakukan mogok kerja, tetapi hari Ahad (24/3/2024) Yoon tampaknya berkenan untuk mengambil pendekatan lebih lunak dan mendesak PM Han Duck-soo untuk mengambil “kebijakan fleksibel” dalam menangani pemberhentian para dokter.

Kantor Yoon juga memerintahkan perdana menteri untuk membentuk “badan konsultatif” sebagai wadah untuk berbicara kepada semua profesional di bidang kedokteran.

Menurut jajak pendapat Gallup yang dirilis pada 15 Maret, sebanyak 38% responden mengatakan pemerintah melakukan pekerjaan yang baik dalam menangani masalah mogok kerja dokter, sementara 49% mengatakan tidak bagus.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dokterKorea Selatan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dragon Ball Theme Park akan Dibangun di Arab Saudi
Tulisan selanjutnya Prancis Naikkan Status Waspada Keamanan Menyusul Serangan di Moskow

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

3 Juni 2026 12:08
Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?