Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Dalam Kondisi Kelaparan Hingga Tak Mampu Berjalan, Warga Rafah Dibombardir Israel

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 Mei 2024 21:30 9:30 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Mei 2024 21:30
Bagikan
Rafah Palestina Kelaparan
Bagikan

Hidayatullah.com – Empat hari lalu, militer “Israel” menjatuhkan selebaran yang memerintahkan para pengungsi dan penduduk Rafah untuk pergi. Militer mengatakan bahwa mereka akan beroperasi dengan kekuatan melawan “organisasi teror” di daerah tersebut.

Daftar isi
  • Sulit Bergerak
  • Malnutrisi Parah
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Perkiraan PBB menyebutkan ada 1,2 juta orang yang mengungsi di Rafah, kota selatan Gaza. Kondisinya sangat memprihatinkan.

“Kelaparan besar-besaran yang terjadi di bagian utara Gaza telah menyebar ke bagian selatan,” kata Cindy McCain, Kepala World Food Programme kepada Middle East Eye (08/5/2024).

Sementara menurut Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB (UNWRA) untuk pengungsi Palestina, setiap jamnya ada sekitar 200 warga Palestina yang terpaksa mengungsi dari Rafah.

Dalam sebuah konferensi pers online, para dokter dan aktivis kemanusiaan yang melaporkan dari Gaza mengatakan bahwa memindahkan orang-orang dari Rafah –sebagaimana permintaan militer “Israel”– adalah hal yang mustahil. Sebabnya, mereka tengah dilanda kelaparan parah serta sistem transportasi dan layanan kesehatan terhenti sama sekali.

Baca Juga

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

“Ada anak-anak dan orang tua yang sangat kelaparan sehingga mereka hampir tidak bisa berjalan. Orang-orang ini tidak bisa begitu saja pindah ke daerah lain, ke tempat yang disebut ‘zona aman’. Itu tidak mungkin,” kata Alexandra Saieh dari lembaga Save the Children.

Para aktivis kemanusiaan menyatakan bahwa tidak ada daerah yang “aman” di Jalur Gaza untuk relokasi. “Konsep zona aman adalah sebuah kebohongan,” kata Helena Marchal dari Medecins du Monde, organisasi kemanusiaan internasional yang memberikan perawatan medis darurat dan jangka panjang kepada orang-orang yang paling rentan di dunia.

Sulit Bergerak

Para aktivis juga menegaskan kembali sulitnya memasukkan dan mendistribusikan bantuan ke Gaza. Penyeberangan Rafah dan Kerem Shalom, yang dilalui sebagian besar bantuan, telah ditutup sejak Ahad malam.

Jalan-jalan di Gaza sebagian besar hancur atau terblokir oleh padatnya pengungsi. Akibatnya, pergerakan orang dan barang amat terbatas. Hanya sejumlah kecil rute, terutama antara utara dan selatan, yang tersedia untuk keperluan kemanusiaan, jelas Jeremy Konyndyk dari Refugees International.

Masalah lainnya adalah keberadaan pengungsi yang teramat padat.

“Di Deir al-Balah dan daerah Mawasi di pinggiran Rafah dan Khan Younis, hampir tidak ada tempat yang tersisa. Ada tenda di mana-mana, di pantai, di trotoar, di jalan, di kuburan, di halaman rumah. rumah sakit, di halaman sekolah,” jelas Ghada Alhaddad dari Oxfam International.

Diceritakan oleh Saieh, timnya membutuhkan waktu enam minggu dan empat kali gagal untuk memindahkan beberapa ratus paket makanan dari Rafah ke utara Gaza.

“Satu liter bahan bakar berharga $40 kemarin. Seluruh operasi bantuan menggunakan bahan bakar. Jika bahan bakar distop, maka operasi bantuan akan gagal,” kata Konyndyk .

Malnutrisi Parah

Profesor John Maynard, seorang ahli bedah dari Inggris yang telah menghabiskan dua minggu terakhir mengoperasi warga Gaza, menyoroti komplikasi penyakit akibat langsung dari kekurangan gizi.

“Saya mempunyai dua pasien, 16 dan 18 tahun. Keduanya menderita luka yang sebenarnya masih bisa disembuhkan, namun keduanya meninggal minggu lalu akibat kekurangan gizi.”

Rekannya, Dr, Kahler, berbicara tentang “titik kritis” setelah 6 hingga 8 bulan, yakni sistem imunologi yang rusak.

“Pada saat itulah infeksi dan komplikasi akibat malnutrisi akan dimulai,” tambahnya.

Kata para aktivis kemanusiaan, kelaparan di Gaza terjadi akibat kurangnya akses terhadap makanan yang berkepanjangan, tingginya tingkat kekurangan gizi pada anak-anak, dan tingginya angka kematian akibat kelaparan dan penyakit.

“Jika terjadi invasi ke Rafah, maka kita akan melihat meroketnya angka kematian akibat kelaparan,” kata Konyndyk.

Dan kekhawatiran itu benar-benar terjadi. Militer “Israel” telah membombardir wilayah Rafah tanpa ampun.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:genosida GazaisraelkelaparanmalnutrisipalestinaRafah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Negara Teluk Visa GCC Grand Tours, Satu Visa Turis Bisa Kunjungi 6 Negara Teluk Arab
Tulisan selanjutnya Meneror Pendukung Palestina Pakai Bom Rakitan, Seorang Pria Australia Dipenjara 1 Tahun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

3 Juni 2026 12:08
Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?