Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Banjir Bandang di Afghanistan >200 Orang Tewas Ribuan Rumah Rusak

Ama Farah
Terakhir diupdate: 12 Mei 2024 10:43 10:43 am
Ama Farah
Dipublikasikan 12 Mei 2024 10:42
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Lebih dari 200 orang kehilangan nyawa dan ribuan rumah rusak akibat banjir bandang yang melanda Provinsi Baghlan di bagian utara Afghanistan saja, menurut lembaga PBB International Organization for Migration (IOM).

Menurut data pemerintah di distrik Baghlani Jadid tidak kurang dari 1.500 rumah rusak dan hancur dan lebih dari 100 orang tewas, kata Mohammad Fahim Safie dari unit tanggap darurat IOM di Afghanistan kepad AFP.

Pejabat Taliban mengatakan 

Gambar yang beredar di media sosial menunjukkan air deras menerjang rumah-rumah warga di sejumlah desa, meninggalkan jejak kehancuran di mana-mana.

Abdul Mateen Qani, seorang jubir Kementerian Dalam Negeri Afghanistan mengatakan kepada BBC bahwa korban tewas berasal dari distrik Borka di Provinsi Baghlan.

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Lebih dari 200 orang terjebak banjir di rumah-rumah mereka di sana.

Sebelumnya pejabat Afghanistan mengatakan kepada Reuters bahwa helikopter sudah dikerahkan ke Baghlan, yang terletak di utara Kabul, tetapi operasi penyelamatan “kemungkinan tidak berhasil” disebabkan minimnya pencahayaan di malam hari.

Sementara itu, pejabat daerah setempat Hedayatullah Hamdard mengatakan kepada AFP bahwa pertugas kedaruratan bersama tentara “berusaha mencari korban yang terendam lumpur dan tertimbun reruntuhan bangunan.

Jalan utama yang menghubungkan Kabul dengan bagian utara Afghanistan ditutup.

Banjir di utara kali ini datang setelah bulan lalu bagian barat Afghanistan juga dihancurkan banjir, sehingga ribuan rumah rusak berikut bangunan msjid dan sekolah.

Jubir pemerintah Taliban Zabihullah Mujahid lewat X mengatakan “ratusan saudara sesama bangs kami menjdi korban bencana banjir ini.”

Dia tidak membedakan antara jumlah korbn meninggal dan korban terluka.

Menurut para pejabat, hujan hari Jumat kemarin juga menyebabkan kerusakan parah di Provinsi Badakhshan, Provinsi Ghor dan Provinsi Herat.

“Di samping merenggut nyaw manusia, banjir ini juga menyebabkan kerugian finansial rakyat,” kata Ahmad Seyar Sajid, kepala departemen penanggulangan bencana di Provinsi Takhar, di mana sedikitnya 20 orang tewas akibat banjir beberapa pekan terakhir.

Pihak Angkatan Udara mengatakan sudah memulai upaya evakuasi korban pada hari Sabtu karena cuaca mulai cerah, seraya mengatakan ratusan orang sudah dibawa ke rumah sakit, tanpa menyebutkan di provinsi mana.

“Dengan diumumkannya keadaan darurat di daerah-daerah terdampak, Kementerian Pertahanan mulai menyalurkan bantuan makanan, obat-obatan dan pertolongan pertama kepada mereka yang menjdi korban,” kata AU Afghanistan.

Sejak pertengahan April, banjir bandang dan hujan deras telah merenggut nyawa lebih dari 100 orang di 10 provinsi di Afghanistan, tidak ada wilayah di negeri itu yang bebas sama sekali dari banjir, menurut pihak berwenang.

Lahan-lahan pertanian terendam banjir di berbagai penjuru Afghanistan, negara yang lebih dari 80 persen dari 40 juta penduduknya mengandalkan pertanian sebagai nafkah.

Negara miskin Afghanistan – yang memiliki jenis tanah yang kering berpasir dan berbatu, sehingga membuat tanah sulit menyerap air hujan – sangat rentan terhadap perubahan iklim.*

Banjir di Provinsi Baghlan, Afghanistan, Mei 2024.
Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Afghanistanbanjir
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pendidikan dan Kesehatan Gratis, Mampukah?
Tulisan selanjutnya Ibu Gaza: Kehilangan, Pengungsian, dan Kelaparan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?