Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
BeritaIptekes

Khawatir Kanker Uni Eropa Larang Perisa Makanan Asap Bakar

Ama Farah
Terakhir diupdate: 17 Juni 2024 21:59 9:59 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 17 Juni 2024 21:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Negara-negara anggota Uni Eropa akan melarang perisa buatan smoke (asap atau bakar) – seperti yang biasa dipakai dalam produk camilan semacam keripik kentang – karena dikhawatirkan akan menimbulkan gangguan kesehatan.

Perusahaan yang menggunakan salah satu dari delapan perasa asap atau bakar (misal rasa jagung bakar, daging asap) yang akan segera dilarang oleh Uni Eropa akan diminta untuk memformulasi ulang bahan yang digunakan pada produknya dalam waktu dua tahun.

Saus atau keripik rasa asap sebenarnya tidak dibumbui dengan asap asli, melainkan dengan bahan tambahan yang berasal dari kondensasi berbagai kayu – disebut smoke flavour primary products (SFPPs) – yang dikhawatirkan European Food Safety Authority (EFSA) dapat menyebabkan kanker.

EFSA menerbitkan temuannya pada bulan November 2023 yang menimbulkan kekhawatiran mengenai genotoksisitas produk berperisa asap/bakar – dampaknya terhadap gen sel yang dapat menyebabkan kanker.

Menyusul temuan tersebut, negara-negara anggota Eropa pada bulan April mendukung proposal untuk tidak memperbarui izin delapan perisa asap/bakar, lansir RFI  Ahad (16/6/2024).

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Produk yang menggunakan bahan tambahan asap sebagai penambah rasa, seperti keripik atau saus, akan dilarang dalam waktu dua tahun, kecuali bahan-bahannya diubah. Untuk produk yang menggunakan bahan aditif itu  menggantikan aroma asap/bakar tradisional, seperti ham, ikan atau keju, diberi waktu lima tahun untuk mencari alternatif atau penggantinya.

Ham atau salmon yang diasap secara tradisional, tanpa bahan aditif atau perisa biatan apa pun, dikecualikan dari larangan tersebut.

European Commission mengatakan bahwa ada cukup waktu bagi perusahaan untuk memikirkan alternatif lain.

Perusahaan makanan ringan Irlandia, Kerry, memperingatkan bahwa peraturan baru ini akan menyebabkan “kerugian ekonomi yang besar” pada industri makanan, berdampak pada penjualan sebesar €30 miliar, karena Irlandia adalah salah satu konsumen terbesar produk makanan asap/bakar di Eropa.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:asapperisa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kereta Metro Mashaer Angkut Ratusan Ribu Jamaah Haji dari Mina ke Arafah
Tulisan selanjutnya Seorang siswa Palestina di Jalur Gaza mengais buku dari sekolah yang hancur Malaysia dan Pakistan Bersatu untuk Mendukung Rakyat Gaza di Masa Krisis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

3 Juni 2026 12:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?