Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

KH Idrus Romli:  Dr Ismail Haniyah adalah Seorang Ahlus Sunnah

Ahmad
Terakhir diupdate: 12 Agustus 2024 13:39 1:39 pm
Ahmad
Dipublikasikan 12 Agustus 2024 13:37
Bagikan
KH. Idrus Romli
Bagikan

Hidayatullah.com—Penulis buku “Pengantar Sejarah Ahlus Sunnah Wal-Jamaah” KH. Idrus Ramli mengatakan, Dr Ismail Haniyah adalah seorang penganut ahlus sunnah wal jamaah, seperti umumnya penduduk Jalur Gaza.

“Dr Ismail Haniyah ini orangnya Ahlus Sunnah dan Mazhabnya Syafi’i seperti kita. Orang Gaza itu mazhabnya Syafi’i dan Imam Syafi’i lahir di Gaza,” ujarnya yang ditayangkan Channel YouTube FSRMMTV.

Pernyataan ini disampaikan menanggapi penanya tentang mazhab mantan Ketua Biro Politik Hamas yang gugur akibat pembunuhan yang dilakukan agen Zionis ‘Israel’ di Iran belum lama ini.

Pria yang pernah menjadi Sekretaris Lembaga Bahtsul Matsail Jember, Jatim, Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail NU Jember 2004-2009 mengaku ia pernah didatangi langsung orang Palestina ke rumah menceritakan seputar para pejuang yang saat ini tengah mempertahankan tanah Palestina dan pembebas Masjid Al-Aqsha.

“Masa kiai nggak tahu Imam Syafi’i lahir di mana? Ya di Gaza. Itu mazhab kami, jadi penduduk Gaza ya ikut mazhab putra kelahiran sana,” ujar Kiai Idrus menirukan tamunya.

Baca Juga

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Alumni PP Sigodiri Bangil Pasuruan ini juga mengatakan, mayoritas penduduk Mesir, penduduk Palestina dan penduduk Yordania itu bermazhab Syafi’i.

“Beliau (Ismail Haniyah, red) ituh hafal Al-Quran, qiraahnya bagus dan beliau kebetulan pimpinan politik, dimana Kepala Biro Politik Hamas berkantor di Qatar,” tambahnya.

Kiai Idrus mengatakan, Insyaallah Ismail Haniyah telah syahid atas perjuangannya dalam membebaskan Palestina dan Masjid al-Aqsha. “Yang jelas beliau mati syahid. Mudah-mudahan beliau diterima sebagai syuhada oleh Allah dan mudah-mudahan kita dapat syafaatnya,” tambahnya.

Ia menjelaskan, bahwa kelak orang yang mati syahid akan memberikan syafaat saat saat akan dipanggil ke Surga. Menurutnya, sudah puluhan keluarga, anak hingga cucu Ismail haniyah telah syahid.

“Termasuk cucunya yang masih kecil mati syahid. Dan sampai sekarang di Gaza ini umat Islam yang mati syahid sudah lebih 40.000 sedangkan yang terluka itu mungkin sudah 90.000 lebih. Mudah-mudahan mendapat pertolongan dari Allah.”

Hubungan dekat Iran

Usai menjawab masalah soal mati syahid, ia mendapatkan pertanyaan lain dari jamaah mengapa kelompok Syiah yang muncul dalam pembebasan Palestina dan mengapa Ismail Haniyah dan Hamas lebih mendekat ke Iran.

Menurutnya, simpatik orang ke Iran karena yang terlihat dalam perlawanan di Gaza itu justru kelompok Hizbullah dan Hautsyi (Houthi) yang Syiah disbanding kelompok Ahlus Sunnah sendiri.

Menurutnya, Iran ditakuti ‘Israel’ karena senjatanya yang sudah canggih dapat transfer teknologi dari Rusia. Sementara Hizbullah mendapat transfer dari Iran.

Sementara penduduk Gaza terus diblokade tanpa ada bantuan dari negeri-negeri ahlus sunnah di dekatnya. “Untungnya, ribuan rudal dari ‘Israel’ gak meledak di Gaza dan yang mulai perang kemarin lebih 1000 rudalnya yang tidak meledak itu yang didur ulang dan dikirim kembali ke ‘Israel’ atas pertolongan dari Allah,” tambah dia.

Ditanya mengapa pejuang Palestina lebih mendekat ke Iran, ia menjawab, sebab tidak banyak negara ahlus Sunnah yang membantu pejuang Gaza. “Yang ahlus Sunnah enggak ada yang mau (bantu, red),” ujarnya.

“Orang kalau lagi dimusuhi orang, kan siapapun yang mau menolong, walaupun beda aliran, tapi mereka itu ogah sama Syiah (ideologinya, red). Wong shalatnya gak mau bareng dengan Syiah. Walaupun datang, gak mau berjamaaah karena itu urusan akidah,” tambahnya lagi.

Ia melanjutkan, hatta, tetangga negaranya sendiri seperti Mesir, Jordania dan Arab Saudi tidak membantu penduduk Gaza menghadapi perlawanan dengan Zionis ‘Israel’.

“Karena gak ada yang ahlus Sunnah yang menolong, hatta tetangganya seperti Mesir, Yordania kemudian Bahrain dan Arab Saudi,” ujarnya, menambahkan lalu yang muncul membela justru Hizbullah dan Houthi yang jelas Syiah.

Belum lama ini, penulis buku “Akidah Ahlussunnah Wal Jamaah: Penjelasan Sifat 50” mengaku telah mendapat informasi dari guru-gurunya akan ada kejutan setelah pembunuhan Ismail Haniyah dari para pejuang.

“Saya dengar dari sebagian guru setelah setelah wafatnya Ismail Han Ini Insyaallah akan ada badai kejutan-kejutan. Mudah-mudahan ini segera terjadi, wallahua’lam,” ujarnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ahlus sunnahAhlus Sunnah Wal Jama’ahHAMASHeadlineismail haniyahJalur GazaKH Idrus Romli
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Faksi-Faksi Pejuang Palestina Kutuk Pembantaian Jamaah Sholat Subuh oleh Zionis
Tulisan selanjutnya YAWASH Tebar Al-Qur’an di Papua Barat Daya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?