Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Dana Lembaga Lenyap Bekas Kepala Intelijen Prancis Jadi Terdakwa Pemerasan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 November 2024 07:18 7:18 am
Ama Farah
Dipublikasikan 4 November 2024 07:18
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Bekas kepala dinas intelijen Prancis Bernard Bajolet ditetapkan sebagai terdakwa kasus pemerasan jutaan euro terhadap seorang pengusaha.

Bajolet diduga telah memerintahkan agen yang bekerja untuk DGSE, yang dipimpinnya dari tahun 2013 sampai 2017, untuk menekan pengusaha Alain Duménil yang terlibat dalam perselisihan panjang dengan lembaga spionase tersebut.

Duménil mengklaim bahwa dia ditahan di bandara Paris saat bersiap untuk naik pesawat dan diancam akan disakiti berikut keluarganya, kecuali dia menyerahkan 15 juta euro. DGSE membantah klaim Duménil tersebut.

Sekarang, hakim menyatakan bahwa ada cukup bukti untuk mengadili Bajolet di pengadilan dengan tuduhan pemerasan terkait insiden 2016 tersebut, menurut rilis pengadilan yang dilihat hari Selasa 29 Oktober oleh AFP.

Hakim memerintahkannya untuk hadir di pengadilan pidana di luar Paris, di mana ia akan menghadapi dakwaan “pelanggaran sewenang-wenang terhadap kebebasan individu sebagai pemegang wewenang publik”.

Baca Juga

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Kasus ini memberikan gambaran langka tentang konflik kepentingan finansial DGSE, yang diberi tugas mengelola dana yang dialokasikan untuk mengamankan negara jika terjadi keadaan darurat nasional.

Berawal dari kompensasi kerusakan yang dibayarkan ke Prancis setelah Perang Dunia I, modal tersebut dipisahkan dari anggaran operasional lembaga dan ditempatkan pada suatu dana investasi yang membantunya tumbuh secara substansial selama beberapa dekade.

Namun pada pergantian abad, dengan sedikitnya pengawasan eksternal untuk memantaunya, investasi DGSE menjadi berisiko dan mengalami kerugian yang cukup besar, menurut investigasi oleh koran terkemuka Le Monde.

Dalam upaya melepaskan diri dari perusahaan-perusahaan yang merugi dan memulihkan dananya, DGSE kemudian melakukan kesepakatan untuk bertukar saham dengan Duménil pada awal tahun 2000-an.

Namun pengusaha Prancis-Swiss – yang telah dijatuhi sanksi karena kasus penipuan pajak dan pelanggaran lainnya – segera mentransfer aset yang tersisa dan melikuidasi perusahaan induknya, sehingga DGSE memegang saham yang tidak ada nilainya.

Badan intelijen tersebut memperjuangkan kasus itu di pengadilan selama lebih dari satu dekade, tetapi gagal memperoleh kembali kerugian yang diperkirakan mencapai sekitar 15 juta euro.

Pada bulan Maret 2016, Duménil menuduh, DGSE menggunakan cara-cara yang lebih kotor.Menurut pernyataan kepada penyidik yang dilihat oleh Le Monde, Duménil mengklaim dirinya dicegat oleh polisi perbatasan di bandara Charles de Gaulle di Paris dan diserahkan kepada dua agen DGSE berpakaian preman.

“‘Anda merampok pemerintah sebesar 13 juta, yang sekarang menjadi 15 juta beserta bunga’,” kata Duménil, menirukan kata-kata salah seorang agen yang diucapkan kepadanya. “‘Anda harus mengembalikannya kepada kami’… Dia sangat mengancam, bilang kalau saya bisa jadi akan berakhir di kursi roda atau lebih buruk lagi.”

Pengusaha itu mengatakan bahwa para agen intelijen itu juga menunjukkan kepadanya foto-foto keluarga dan teman-temannya. “Mereka ingin saya tahu bahwa mereka juga bisa mengejar siapa pun dari orang-orang tersebut (keluarga dan temannya, red).”

Setelah ditahan beberapa lama Duménil kemudian diizinkan pergi. Dia lalu membuat pengaduan, yang telah ditolak beberapa kali tetapi diizinkan untuk banding. Sementara nama-nama agen DGSE yang menekan dan mengancam Duménil masih tidak boleh diungkapkan, tetapi nama direkturnya yaitu Bajolet diungkap ke publik pada akhir 2022 sebagai pihak yang menyuruh para agen tersebut.

Bajolet kepada penyidik mengakui menyetujui rencana untuk mencegat Duménil di bandara, tetapi mengatakan bahwa ia tidak memberikan instruksi rinci dan hanya bermaksud untuk menghidupkan kembali diskusi antar pengacara dari masing-masing pihak tentang masalah dana investasi yang hilang tersebut.

DGSE membantah pernah menahan Duménil atau mengancamnya. Dinas intelijen Prancis itu menolak memberikan penjelasan tentang perkembangan kasus itu, lapor AFP Rabu (30/10/2024).

Persidangan Bajolet, yang tanggalnya belum ditetapkan, berisiko menjadikan lembaga intelijen nasional Prancis itu diulik lebih dalam rahasianya, terutama soal bisnis-bisnis yang dilakoninya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:intelijenPrancis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Salju Selimuti Provinsi Al-Jauf di Arab Saudi Salju Selimuti Provinsi Al-Jauf di Arab Saudi
Tulisan selanjutnya Patung Presiden Pertama Israel “Diculik” dari Universitas Manchester

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Berita
17 Oktober 2026 21:46
Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

16 Oktober 2026 14:56
Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

15 Oktober 2026 16:32
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?