Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Sempat Turun Produksi Opium Afghanistan Naik Lagi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 November 2024 23:11 11:11 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 7 November 2024 07:04
Bagikan
Taliban Larang Budidaya Tanaman Opium
Bagikan

Hidayatullah.com– Taliban Afghanistan melarang penanaman poppy pada tahun 2022 sehingga menyebabkan penurunan produksi opium tahun lalu. Namun, tahun ini produksi opium Afghanistan meningkat sebesar 19%, menurut laporan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC).

Badan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa tersebut dalam sebuah laporan yang dirilis hari Rabu (6/11/2024) mengatakan produksi opium dari tanaman poppy di Afghanistan meningkat sebesar 19% pada tahun 2024, meskipun ada larangan dari pemerintah Taliban.

Afghanistan adalah pemasok opium terbesar di dunia pada masa pemerintahan yang disokong oleh Amerika Serikat dan sekutunya, yang bercokol di negara itu sejak 2001 sampai 2022 dengan dalih memburu teroris menyusul peristiwa 9/11 yang meruntuhkan gedung WTC di New York City.

Pada Agustus 2022 Taliban kembali berkuasa, setelah Amerika Serikat dan sekutunya menarik pasukan mereka dari Afghanistan. Sejak itu pula Taliban memberlakukan larangan penanaman poppy.

Kebijakan Taliban ini menyebabkan penurunan produksi opium sebesar 95%. Opium dari poppy merupakan bahan baku utama pembuatan heroin dan opioid sintetis lainnya.

Baca Juga

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Walaupun terjadi peningkatan tahun ini, produksi opium Afghanistan kali ini masih jauh di bawah tingkat sebelum larangan oleh Taliban diberlakukan.

Survei tahunan yang dilakukan oleh UNODC mengatakan penanaman poppy meningkat menjadi 12.800 hektar.

“Dengan budidaya opium Afghanistan yang masih berada di level rendah, kita memiliki kesempatan dan tanggung jawab untuk mendukung petani Afghanistan untuk mengembangkan sumber pendapatan berkelanjutan yang bebas dari pasar ilegal. Kaum perempuan dan laki-laki di Afghanistan masih terus menghadapi tantangan keuangan dan kemanusiaan yang mengerikan, dan mata pencaharian alternatif sangat dibutuhkan,” kata Ghada Waly, direktur eksekutif UNODC, seperti dilansir The Guardian.

Harga opium kering saat ini sekitar $730 (€681) per kilogram, jauh di atas harga rata-rata sebelum pelarangan berlaku yang sebesar $100. Harga yang tinggi itu kemungkinan menyebabkan petani mengabaikan larangan tersebut, kata UNODC dalam laporan tersebut. Opium sekarang juga diproduksi di provinsi-provinsi timur laut negara itu, bergeser dari daerah yang selama ini dikenal sebagai lokasi budidayanya di bagian barat daya Afghanistan, kata laporan itu.

Produksi di wilayah barat daya, yang berbatasan dengan Pakistan tahun ini turun 65% tahun ini. Satu-satunya pengecualian adalah provinsi Helmand yang mengalami peningkatan lebih dari 400%.

Di timur laut, yang terletak dekat dengan Turkmenistan, Uzbekistan, dan Tajikistan, penanaman meningkat sebesar 381%, sekitar empat kali lipat area penanaman di barat daya.

Sebagian besar hasil produksi di bagian timur laut berasal dari Provinsi Badakhshan yang terletak di pegunungan dekat perbatasan dengan Cina.

Pada bulan Mei, pihak berwenang telah mengirim pasukan ke Badakhshan untuk menghancurkan ladang poppy yang menyebabkan bentrokan dan mengakibatkan beberapa kematian.

Pemerintah Taliban sudah meminta bantuan internasional untuk mengalihkan petani poppy supaya beralih ke tanaman atau mata pencaharian alternatif.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfghanistanopiumTaliban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Spanyol Dapat Hasil Tangkapan 13 Ton Kokain Asal Amerika Latin
Tulisan selanjutnya Imbas Genosida ‘Israel’, Pendapatan Global Starbucks Menurun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak

Berita
13 Oktober 2026 05:30
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

16 Oktober 2026 14:56
Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?