Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Tinggalkan Agama Tradisional Warga Chile Datangi Kuil Setan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 22 November 2024 15:52 3:52 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 22 November 2024 13:47
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Suatu malam di hari Jumat di Santiago, ibu kota Chile, satu kelompok terdiri dari 15 orang duduk mengelilingi sebuah meja. Mereka berbagi satu botol minuman anggur, sementara bau menyengat tembakau dan kemenyan memenuhi ruangan.

Lilin-lilin hitam dibakar di atas sebuah altar dengan dekorasi gelas-gelas piala dan beberapa pisau. Anggota Kuil Setan akan segera memulai ritualnya.

Lima tahun setelah Satanic Temple of the United States muncul di kepala-kepala banyak media lokal dan internasional – dan menimbulkan kehebohan – ketika ditetapkan sebagai sebuah gereja, sebuah organisasi serupa mengajukan permohonan supaya secara legal diakui sebagai asosiasi keagamaan kepada pemerintah di Chile, sebuah negara konservatif yang setengah dari 18 juta penduduknya mengklaim sebagai penganut Katolik.

Para cendekiawan, penganut agama dan penduduk yang dimintai pendapat oleh Associated Press mencatat bahwa Chile, yang sepanjang usia negara itu memiliki tradisi Katolik yang memainkan peran penting dalam berbagai diskusi publik, sedang mengalami krisis kepercayaan, menyusul terungkapnya berbagai skandal pelecehan seksual di lingkungan gereja Katolik yang berlangsung selama puluhan tahun.

“Organisasi sejenis ini (satanis, red) sekarang merasa bahwa mereka memiliki dukungan yang lebih besar untuk menantang apa yang sebelumnya hampir mustahil,” kata Luis Bahamondes, seorang profesor di Center for Judaic Studies di Universitas Chile.

Baca Juga

AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

Menurut Bahamondes hal itu disebabkan selama ini Gereja Katolik memiliki kekuasaan yang sangat luas, mereka memiliki opini tentang segala hal, termasuk di bidang politik, ekonomi, geopolitik, masalah seksualitas, dan pendidikan, lansir Associated Press (8/11/2024).

Meskipun namanya The Temple of Satan: Satanists and Luciferians of Chile, konan para pengikutnya tidak melakukan upacara pengorbanan atau meminta jemaatnya untuk menyembah iblis.

Di antara 100 anggotanya, terdapat orang-orang yang bekerja di bidang humas, sebagai petugas pemadam kebakaran, polisi, pengacara dan psikolog, yang merasa menemukan cara untuk menentang norma-norma moral, dogma dan ajaran agama (gereja) melalui organisasi tersebut.

Meskipun mereka menggunakan istilah satanis, mereka mengaku tidak beriman kepada setan. Sebaliknya, mereka justru memuja rasionalitas, individualisme, kesenangan dan kehidupan duniawi. Alih-alih memuja Tuhan, mereka justru mengagungkan manusia atau diri mereka sendiri.

“Kamu adalah pemilik masa kini dan masa depanmu sendiri, tidak ada Tuhan yang membuat keputusan untukmu,” kata Haborym, seorang juru bicara kelompok itu, sambil berjalan menyusuri makam-makan dan mausoleum di Pemakaman Umum Santiago. Dia menggarisbawahi bahwa sosok setan murni simbolis, dan ritual yang mereka lakukan adalah “untuk memunculkan emosi dan mengesampingkan intelektual.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Starbucks Malaysia Tutup 50 Gerai, Starbucks Malaysia Diperkirakan Merugi Rp 230 M
Tulisan selanjutnya Mayoritas Warga Suka Bantu Orang, Indonesia Negara Paling Dermawan di Dunia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

senjata israel
Berita

Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi

Berita
21 Juli 2026 06:30
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

Terbaru

  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah

20 Juli 2026 12:51
Berita

Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat

20 Juli 2026 11:05
Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

18 Juli 2026 11:26
Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

18 Juli 2026 10:26
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?