Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Zimbabwe Resmi Hapus Hukuman Mati

Ama Farah
Terakhir diupdate: 2 Januari 2025 16:28 4:28 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 2 Januari 2025 16:28
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Zimbabwe secara resmi menghapus hukuman mati setelah Presiden President Emmerson Mnangagwa menandatangani RUU yang akan meringankan hukuman mati menjadi hukuman penjara bagi sekitar 60 terpidana yang tercantum di dalam daftar menunggu eksekusi.

Moratorium eksekusi mati di negara kecil di bagian selatan Afrika itu diberlakukan pada 2005, tetapi pengadilan masih tetap menjatuhkan hukuman mati kepada para terdakwa pidana pembunuhan, pengkhianatan dan terorisme.

Mnangagwa menjadi penentang keras hukuman mati sejak ia dijatuhi hukuman mati pada tahun 1960-an karena meledakkan kereta api pada masa perang gerilya untuk kemerdekaan. Hukumannya tersebut kemudian diringankan.

UU Penghapusan Hukuman Mati, yang dipublikasikan di lembaran negara pada hari Selasa (31/12/2024), menyatakan pengadilan tidak lagi dapat memberikan hukuman mati atas pidana apapun dan hukuman mati yang sudah dijatuhkan perlu diganti dengan hukuman penjara.

Namun, satu ketentuan di UU tersebut mengatakan bahwa penangguhan hukuman mati dapat dicabut pada masa keadaan darurat, lansir AFP.

Baca Juga

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Zimbabwe melaksanakan eksekusi mati terakhir kali pada 2005.

Pada bulan Februari 2024, koran lokal The Herald bahwa ada 63 terpidana mati yang kemungkinan akan dihadirkan kembali di pengadilan untuk mendapatkan hukuman pengganti begitu hukuman mati dihapus.

Per akhir tahun 2023 sedikitnya 59 orang diketahui tercantum di dalam daftar terpidana mati di Zimbabwe, menurut Amnesty International dalam sebuah pernyataan menyambut baik keputusan tersebut.

Sebanyak 24 negara di kawasan sub-Sahara Afrika sudah menghapus hukuman mati untuk semua tindak pidana, sementara dua negara menghapus hukuman mati hanya untuk pidana biasa.

Dari 16 negara yang diketahui telah melaksanakan eksekusi pada tahun 2023, hanya satu – Somalia – yang berada di Afrika sub-Sahara, menurut Amnesty.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hukuman matiZimbabwe
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Istri Bashar Assad Dilarang Masuk Inggris  
Tulisan selanjutnya Lebih 500 Anak Aceh Ajukan Pernikahan selama 2024, Mayoritas di Bawah Umur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?

Berita
27 Agustus 2026 11:44
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

31 Agustus 2026 20:47
Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

31 Agustus 2026 20:11
Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

31 Agustus 2026 19:36
Berita

UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

31 Agustus 2026 18:22
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?