Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pakar Sosiologi Unair Tanggapi Wacana Libur Sekolah selama Ramadhan

Ahmad
Terakhir diupdate: 6 Januari 2025 13:45 1:45 pm
Ahmad
Dipublikasikan 6 Januari 2025 13:44
Bagikan
Guru Besar bidang Sosiologi Pendidikan Universitas Airlangga (UNAIR) Prof Dr Tuti Budirahayu Dra MSi
Bagikan

Hidayatullah.com—Guru Besar bidang Sosiologi Pendidikan Universitas Airlangga (UNAIR) Prof Dr Tuti Budirahayu Dra MSi  sepakat dengan rencana kebijakan pemerintah meliburkan sekolah selama bulan Ramadhan. Ia berpendapat, kebijakan tersebut akan memberikan banyak manfaat bagi anak-anak.

“Dari sisi penguatan karakter, anak-anak bisa beribadah dengan tenang di rumah atau di masjid. Hal itu menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi siswa. Khususnya, dalam hal memberikan penguatan jiwa atau rohani siswa. Tidak hanya itu, bonding atau ikatan antara anak dengan orang tua dan keluarga juga semakin kuat,” tuturnya.

Sebelumnya, Kementrian Agama (Kemenag) Republik Indonesia memberikan wacana liburkan sekolah selama Ramadhan. Wacana tersebut salah satunya bertujuan untuk mendorong siswa dalam memahami esensi bulan suci dan memperkuat keterlibatan masyarakat serta orang tua dalam mendidik siswa.

Menurut Tuti, penerapan kebijakan tersebut tentu saja akan membawa dampak pada bidang pendidikan dan akademik. Dari perspektif pendidikan, momen liburan ini dapat menjadi kesempatan bagi siswa untuk memperkuat nilai-nilai sosial dan moral.

“Saya rasa, jika libur Ramadhan ini dapat termanfaatkan dengan sebaik-baiknya, akan dapat meredam berbagai perilaku negatif yang selama ini dilakukan siswa melalui berbagai bentuk kekerasan atau bullying antarteman di sekolah,” ujar Dosen FISIP UNAIR itu.

Baca Juga

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Meski demikian, ia juga menyampaikan bahwa kebijakan tersebut berpotensi memberikan dampak kurang baik pada aspek akademik. Libur panjang dapat menghambat pencapaian target yang telah terancang oleh institusi pendidikan.

Oleh karena itu, Prof Tuti menyarankan penambahan jam belajar sebelum atau setelah libur panjang sebagai solusi yang lebih efektif.

“Atau, kegiatan belajar yang biasanya berlangsung selama Ramadhan dapat beralih ke bentuk penugasan lain yang memungkinkan siswa mengerjakannya di rumah dengan jadwal belajar yang lebih fleksibel sesuai kondisi mereka,” imbuhnya.

Strategi Pengganti

Selain itu, Prof Tuti juga menyoroti berbagai tantangan yang akan terjadi apabila kebijakan tersebut berlangsung.

Tantangan tersebut meliputi target kurikulum sekolah hingga pengelolaan siswa non-muslim atau sekolah berbasis non-agama saat libur panjang berlangsung.

“Tetapi, hal itu bisa teratasi dengan model pembelajaran online. Namun, beban belajarnya tidak boleh terlalu banyak dan tidak mengganggu kegiatan beribadah siswa. Selain itu, untuk sekolah yang berbasis non-agama dapat memilih untuk mengikuti sistem libur Ramadhan atau mereka mengelola sendiri jadwal sekolah dan belajarnya,” paparnya.

Lebih lanjut, Prof Tuti menyarankan strategi untuk selalu mempertahankan kerja sama antara tenaga pengajar dengan orang tua. Dengan tujuan agar ritme belajar murid terjaga dan tidak menurun setelah libur panjang berlangsung. 

“Kerja sama antara guru dan orang tua harus kuat untuk memastikan pemantauan dan evaluasi hasil belajar siswa selama Ramadhan berjalan efektif. Pengalaman dalam melaksanakan pembelajaran secara daring selama masa Covid-19 dapat menjadi acuan. Oleh karena itu, menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh bisa menjadi mekanisme yang relevan,” pungkasnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bulan Ramadhanlibur sekolahsosiologi pendidikanUNAIRuniversitas airlangga
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Korsel Dihantui Angka Pernikahan dan Kelahiran, Pemerintah Sampai Urusi Kencan Warga
Tulisan selanjutnya Program Makan Bergizi Dimulai, Kemenag Pastikan Lembaga Pendidikan Islam Dapat Bagian

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

Berita
14 Oktober 2026 16:55
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

16 Oktober 2026 14:56
Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Berita

Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

13 Oktober 2026 17:01
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?