Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Tiongkok Penjarakan Wanita Uighur karena Ajarkan Al Quran pada Anak-Anak

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 19 Januari 2025 20:19 8:19 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 19 Januari 2025 20:12
Bagikan
Suku Muslim Uighur merupakan kelompok etnis minoritas terbesar di provinsi Xinjiang, Tiongkok barat laut/BBC
Bagikan

Hidayatullah.com — Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) mengecam laporan tentang hukuman penjara 17 tahun terhadap seorang wanita Muslim Uighur di Tiongkok karena mengajarkan Al-Quran kepada anak-anaknya dan tetangganya.

Seylihan Rozi, 49, dilaporkan dihukum karena melakukan kegiatan keagamaan yang tidak sah, yaitu mengajarkan Al-Quran.

CAIR berpusat di Washington, D.C. juga mendesak PBB untuk bertindak guna membela hak-hak beragama di Tiongkok.

Dalam sebuah pernyataan, CAIR mengatakan pihaknya mengutuk penangkapan dan pemenjaraan seorang wanita yang hanya ingin menjalankan hak fundamentalnya dalam beragama, yang seharusnya tersedia bagi siapa saja.

“Kami mendesak PBB untuk mengutuk tindakan tidak adil pemerintah Tiongkok dan mengambil tindakan terhadap siapa pun yang hak-haknya dilanggar oleh pemerintah diktator itu,” kata pernyataan itu dikutip di laman resminya.

Baca Juga

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Pada bulan Juni tahun lalu, CAIR mengutuk laporan tentang penjatuhan kembali hukuman 14 tahun penjara terhadap seorang wanita Muslim Uighur karena mengajarkan Al-Quran kepada para remaja.

Bulan lalu, CAIR menyambut baik pembatasan perdagangan baru terhadap dua perusahaan Tiongkok, termasuk satu perusahaan yang dituduh memungkinkan terjadinya pelanggaran hak asasi manusia melalui pengawasan terhadap Muslim Uighur dan minoritas etnis dan agama lainnya di Tiongkok.

Pada bulan November, CAIR menyambut baik penambahan 29 perusahaan Tiongkok ke dalam daftar entitas yang menggunakan kerja paksa yang melibatkan minoritas Uighur.

CAIR juga menyambut baik larangan masuknya produk-produk yang diproduksi oleh Esquel Group, salah satu perusahaan tekstil dan pakaian jadi terbesar di dunia, ke Amerika Serikat atas tuduhan menggunakan tenaga kerja paksa Uighur.

Pada bulan Oktober, CAIR menyambut baik pelarangan DHS terhadap dua perusahaan Tiongkok atas laporan penggunaan tenaga kerja paksa Uighur. CAIR sebelumnya menyambut baik pelarangan perusahaan-perusahaan Tiongkok yang menggunakan tenaga kerja paksa.

Misi CAIR adalah untuk melindungi hak asasi manusia, meningkatkan pemahaman tentang Islam, mengadvokasi keadilan, dan memberdayakan Muslim Amerika.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:al-QuranCAIRchinaDewan Hubungan Amerika-Islametnis uighurHeadlineMuslim UighurpenjaraTiongkokWanita muslim
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menteri Abdul Mu’ti: Libur Ramadhan Diganti Pembelajaran  
Tulisan selanjutnya Gereja Bawah Tanah Merebak, China akan jadi Negara Kristen Terbesar di Dunia Tahun 2030

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

genosida bosnia
Berita

Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun

Berita
28 Agustus 2026 02:27
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

31 Agustus 2026 20:47
Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

31 Agustus 2026 20:11
Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

31 Agustus 2026 20:04
Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

31 Agustus 2026 19:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?