Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Paus Fransiskus Kritik Media Sosial yang Menyuburkan Fanatisme dan Kebencian

Ama Farah
Terakhir diupdate: 25 Januari 2025 15:36 3:36 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 25 Januari 2025 15:36
Bagikan
Paus Fransiscus
Bagikan

Hidayatullah.com– Paus Fransiskus, hari Jumat (24/1/2025) dalam rangka World Communications Day, mengecam era “disinformasi dan polarisasi” ketika dia mengkritik kekuatan media sosial yang justru dipergunakan untuk menyuburkan fanatisme dan kebencian.

Paus berusia 88 tahun itu — yang sebelumnya sudah memperingatkan akan bahaya teknologi baru, termasuk media sosial dan kecerdasan buatan — tidak secara langsung menyebut Facebook atau X (dulu Twitter), tetapi arah dari kritikannya tersebut jelas.

“Sekarang ini, komunikasi terlalu sering tidak memunculkan harapan, tetapi justru ketakutan dan keputusasaan, prasangka, ketidaksukaan, fanatisme dan bahkan kebencian,” tulis Paus dalam pesannya, seperti dilansir AFP.

“Terlalu sering mereka menyederhanakan realitas untuk memancing reaksi naluriah; menggunakan kata-kata seperti pisau cukur (tajam, red); bahkan menggunakan informasi palsu atau yang diputarbalikkan secara sengaja untuk mengirim pesan yang dirancang untuk mengagitasi, memprovokasi atau melukai,” imbuhnya.

Dalam pidatonya yang mengutip Martin Luther King Jr., Fransiskus mengatakan bahwa dia memimpikan “komunikasi yang tidak menyebarkan ilusi atau ketakutan, melainkan yang mampu memberikan alasan untuk berharap.”

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Dia memperingatkan tentang algoritma yang memberikan informasi kepada pengguna media sosial yang secara khusus disesuaikan dengan minat dan prasangka mereka.

“Sistem digital seperti itu… dengan membentuk kita berdasarkan logika pasar, mengubah persepsi kita terhadap realitas,” kata pemimpin Gereja Katolik Roma itu.

“Sebagai akibatnya, kita menyaksikan, seringkali tanpa daya, semacam atomisasi kepentingan yang akhirnya merusak fondasi eksistensi kita sebagai sebuah masyarakat, kemampuan kita untuk bergabung dalam mengejar kepentingan bersama, untuk mendengarkan satu sama lain dan memahami sudut pandang masing-masing.”

Awal bulan ini di dalam pesan Tahun Baru yang ditujukan kepada pada diplomat Vatikan, Paus Fransiskus menyampaikan keprihatinannya akan peningkatan polarisasi di dalam masyarakat, “yang diperparah dengan pembuatan dan penyebaran berita-berita palsu secara terus menerus.”

Paus Fransiskus sendiri sudah banyak kali menjadi korban rumor, kabar burung, berita palsu, dan manipulasi foto secara daring.

Ketika memberikan apresiasi terhadap kerja jurnalis, Paus Fransiskus berbicara tentang tanggung jawab kolektif awak media untuk bekerja menghadapi disinformasi dan polarisasi yang begitu marak akibat penguasaan terhadap data dan informasi massa yang begitu besar yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Kritikan Paus itu dimunculkan setelah belum lama ini platform X, yang dimiliki sebagian besar sahamnya oleh Elon Musk, dituding membiarkan bahkan menyuburkan penyebaran berita palsu. Elon Musk sendiri secara langsung dengan memanfaatkan platformnya secara terang-terangan mengusik politik Eropa, menyerang para pemimpinnya termasuk Kanselir Jerman Olaf Scholz dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.

Miliarder itu memanfaatkan X dan kekayaannya untuk mendukung secara terbuka Donald Trump.

Meta, perusahaan induk sejumlah aplikasi media sosial populer, dihujani kecaman setelah awal bulan ini pemimpin Mark Zuckerberg mengatakan bahwa Facebook mengakhiri program cek fakta yang dilakukan pihak ketiga di platform Facebook di Amerika Serikat. Ini artinya, informasi bohong, palsu, fitnah, pesan kebencian, gambar-gambar dan video tidak patut, semakin bebas disebar melalui Facebook.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:media sosialpaus FransiskusWorld Communications Day
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Komandan Hamas Abu Hamzah yang Diumumkan ‘Israel’ Tewas Bisa Mondar-Mandir di Gaza
Tulisan selanjutnya Saudi akan Beinvestasi 600 Miliar AS Dolar untuk Tingkatkan Hubungan dengan AS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?