Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pada 2050 Hampir 60 Persen Orang Dewasa di Dunia Kelebihan Berat Badan atau Obesitas

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 Maret 2025 16:27 4:27 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 4 Maret 2025 16:27
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Hampir 60 persen dari orang dewasa dan sepertiga anak-anak di seluruh dunia akan mengalami kelebihan berat badan atau obesitas pada tahun 2050 kecuali pemerintah-pemerintah ikut menanggulanginya, menurut hasil studi terbaru yang dirilis hari Selasa (4/3/2025).

Hasil riset yang dimuat di jurnal kedokteran The Lancet itu menggunakan data dari 249 negara. Penelitian itu didasarkan pada angka dari studi Global Burden of Disease dari Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME), organisasi berbasis di Amerika Serikat yang mengumpulkan ribuan penelitian dari seluruh dunia dan didanai oleh Bill and Melinda Gates Foundation, lansir AFP.

Jumlah orang yang kelebihan berat badan atau obesitas di seluruh dunia meningkat dari 929 juta pada tahun 1990 menjadi 2,6 miliar pada tahun 2021.

Tanpa perubahan serius, para peneliti memperkirakan bahwa 3,8 miliar orang dewasa akan mengalami kelebihan berat badan atau obesitas dalam 15 tahun mendatang atau sekitar 60 persen dari populasi orang dewasa global pada tahun 2050.

Mereka juga meramalkan peningkatan obesitas 121 persen di kalangan anak-anak dan remaja di seluruh dunia.Sepertiga dari seluruh kaum muda yang mengalami obesitas tinggal di dua wilayah — Afrika Utara dan Timur Tengah, serta Amerika Latin dan Karibia — pada tahun 2050, para peneliti memperingatkan.

Baca Juga

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Saat ini, lebih dari separuh orang dewasa di dunia yang kelebihan berat badan atau obesitas tinggal di delapan negara – China, India, Amerika Serikat, Brasil, Rusia, Meksiko, Indonesia, dan Mesir, kata penelitian tersebut.

Sementara pola makan buruk rendah gizi dan gaya hidup kurang beraktivitas fisik sudah jelas memberikan efek dorong terhadap epidemi obesitas, “masih ada keraguan” tentang penyebab sesungguhnya dari keadaan ini, kata Thorkild Sorensen, seorang peneliti di Universitas Kopenhagen yang tidak terlibat dalam penelitian itu.

Sebagai contoh, kelompok yang kurang mampu secara sosial memiliki “kecenderungan yang konsisten dan tidak dapat dijelaskan” terhadap obesitas, katanya dalam komentar perihal hasil penelitian yang dirilis The Lancet itu.

Akibat kondisi di atas, sistem kesehatan dunia terancam mengalami tekanan sangat besar, dengan seperempat penduduk dunia yang kegemukan akan berusia 65 tahun kala itu. Sebagaimana diketahui, kondisi obesitas mengundang banyak penyakit lain seperti gangguan jantung dan diabetes dan masalah persendian.

Salah satu peneliti yang ikut menyusun hasil laporan itu, Jessica Kerr dari Murdoch Children’s Research Institute di Australia, mengatakan masih ada waktu untuk bertindak guna mencegah bencana kesehatan tersebut.

“Komitmen politik yang jauh lebih kuat diperlukan untuk mengubah diet (pola makan) masyarakat dengan sistem pangan global yang berkelanjutan,” kata Kerr.

Komitmen kuat itu diperlukan juga untuk membuat strategi yang akan meningkatkan kualitas nutrisi masyarakat, aktivitas fisik mereka dan lingkungan hidupnya, di mana makanan bergizi rendah (seperti junk food dan processed food) tidak dibiarkan merajalela.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:obesitas
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hukum Membuka Aib Pasangan di Media Sosial
Tulisan selanjutnya Penyintas Bom Atom Hiroshima Nagasaki Minta Senjata Nuklir Dimusnahkan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

3 Juni 2026 12:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?