Hidayatullah.com – Kondisi Dr. Hussam Abu Safia, direktur Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza utara yang diculik oleh pasukan Israel pada akhir tahun lalu, terus memburuk, kata pengacaranya pada 14 Juli.
Pengacara Abu Safia, Ghaida Qassem, mengatakan pada hari Senin bahwa direktur rumah sakit tersebut telah kehilangan berat badan sekitar 40 kilogram sejak penculikan dan penahanannya oleh ‘Israel,’ turun dari sekitar 100 kilogram menjadi 60 kilogram.
‘Israel’ tidak memperbolehkan Abu Safia mendapatkan akses kesehatan dan medis yang dibutuhkannya, terutama terkait kondisi jantung.
“Dia tetap mengenakan pakaian musim dingin dalam kondisi ekstrem kelaparan, penyiksaan, dan isolasi total,” lanjut pernyataan Qassem.
Abu Safia diculik oleh pasukan penjajah ‘Israel’ pada 27 Desember 2024 dan dibawa ke kamp tahanan Sde Teiman, tempat warga Palestina dibunuh, disiksa, dan menjadi korban kekerasan seksual.
Ia ditahan bersama puluhan orang lainnya dalam penyerbuan ‘Israel’ di Rumah Sakit Kamal Adwan, salah satu dari sekian banyak penangkapan semena-mena yang terjadi selama perang genosida zionis di Gaza.
Menurut Pemantau Hak Asasi Manusia Euro-Mediterania, banyak orang dieksekusi selama penggerebekan tersebut, termasuk staf medis dan warga sipil yang mengungsi yang berlindung di rumah sakit. ‘Israel’ menuduh Abu Safia adalah anggota Hamas, dan mengatakan sedang menyelidikinya.
Pada Februari 2025, keluarganya mengumumkan di media sosial bahwa ia menghadapi “penyiksaan dan perlakuan buruk yang parah” di tangan sipir Israel, dengan menyatakan bahwa ia hanya diberi satu kali makanan “berkualitas buruk” per hari.
Saat itu, mereka mengatakan kasus hukumnya gagal karena kegagalan ‘Israel’ untuk menghadirkan bukti yang kredibel. Mereka menyatakan harapan bahwa ia pada akhirnya akan dibebaskan sebagai bagian dari perjanjian pertukaran tahanan.
Abu Safia kini berada di sel bawah tanah tanpa paparan sinar matahari.*




