Hidayatullah.com – Seorang tentara ‘Israel’ tewas bunuh diri di sebuah pangkalan militer di Dataran Tinggi Golan Suriah yang diduduki ‘Israel’. Ini menjadi bunuh diri ketiga dalam 10 hari di kalangan tentara zionis.
Militer ‘Israel’ pada Senin mengonfirmasi bahwa seorang tentara penjajahan (IDF) dari Brigade Nahal mengakhiri nyawanya sendiri. Ia juga disebut telah berpartisipasi dalam sejumlah operasi tempur di Gaza.
Polisi Militer Angkatan Darat telah membuka penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya.
Pekan lalu, seorang prajurit cadangan bunuh diri dan seorang tentara lainnya ditemukan tewas dalam kondisi serupa, memicu kekhawatiran di kalangan anggota parlemen dan profesional kesehatan mental.
“Tiga tentara telah bunuh diri dalam seminggu terakhir. Ini adalah kenyataan yang menyesakkan,” kata pemimpin oposisi Yair Lapid di X.
Baca juga: Tentara Cadangan ‘Israel’ Ini Pilih Bunuh Diri daripada Ditugaskan Lagi ke Gaza
Maraknya kasus bunuh diri
“Setidaknya 15 tentara telah tewas karena bunuh diri sejak awal tahun. Perang ini menghancurkan kehidupan (di kalangan pemukim Israel),” tulis salah satu media lokal.
Media ‘Israel’ melaporkan peningkatan tajam kasus bunuh diri di kalangan personel militer sejak perang di Gaza dimulai pada Oktober 2023.
Pada 6 Juli, seorang tentara cadangan bunuh diri di hutan dekat Safed di ‘Israel’ utara, dilaporkan karena trauma psikologis akibat pertempuran. Daniel Edri merenggut nyawanya sendiri pada Sabtu di sebuah hutan dekat kota tempat ia dibesarkan.
Edri dilaporkan mengalami gangguan stress pascatrauma atau biasa disebut PTSD setelah terjun dalam serangan darat penjajah ‘Israel’. Ia dilaporkan dihantui oleh rasa sakit, bayangan dan bau dari pengalamannya selama melancarkan pembantaian di Libanon dan Gaza.
Aksi bunuh diri itu dilakukan Edri dengan membakar diri di dalam mobilnya. Dia meninggalkan sebuah catatan yang bertuliskan, “Saya mencium terlalu banyak manyat dan saya tidak tahan lagi.”
Menurut Israel Hayom, 21 tentara telah tewas karena bunuh diri pada tahun 2024. Itu membuat total 42 tentara telah mengakhiri hidup dengan tangan mereka sendiri sejak dimulainya perang genosida ‘Israel’ di Gaza pada Oktober 2023.
Hingga kini, syuhada akibat kekejaman ‘Israel’ di Gaza telah mencapai lebih dari 58.000 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak.
Sementara 11.000 warga Palestina lainnya dikhawatirkan terkubur di bawah reruntuhan bangunan, menurut kantor berita Palestina, WAFA.
Namun, para ahli berpendapat bahwa jumlah korban tewas sebenarnya jauh melebihi yang dilaporkan oleh otoritas Gaza, dengan perkiraan bisa mencapai sekitar 200.000.*
Baca juga: Angka Bunuh Diri di ‘Israel’ Terus Naik, Kesehatan Mental Tentara Jadi Sorotan




