Hidayatullah.com – Pasukan penjajah ‘Israel’ kembali melancarkan serangan udara di Suwayda, Suriah selatan, di tengah kembali memanaskan konflik di wilayah mayoritas Druze itu.
Intervensi ‘Israel’ terhadap masalah internal Suriah ini terjadi hanya beberapa jam setelah pemerintah Suriah mengumumkan gencatan senjata dan pemberlakuan jam malam di wilayah tersebut.
Kementerian Dalam Negeri Suriah mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa bahwa kelompok bersenjata telah melanjutkan serangan terhadap pasukan pemerintah Suriah dengan dukungan dari Angkatan Udara ‘Israel’.
‘Israel’ berdalih serangannya di wilayah selatan Suriah yang berbatasan dengan ‘Israel’ bertujuan untuk melindungi kelompok minoritas agama Druze, yang dianggapnya sebagai sekutu potensial.
Dalam sebuah pernyataan yang dibagikan di media sosial, Menteri Urusan Diaspora ‘Israel’, Amichai Chikli, mengatakan bahwa Israel tidak bisa “berdiam diri” sementara Druze terlibat dalam pertempuran.
“Kami menyaksikan pembantaian dan penghinaan terhadap Druze, dan kami harus melawan rezim terorisme di Suriah,” kata Chikli, seraya mengklaim bahwa mengakui Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa sebagai “pemimpin sah” negara tersebut adalah “kesalahan besar”.
Pertempuran antara suku Badui dan pejuang Druze setempat dilaporkan telah menewaskan lebih dari 30 orang dan melukai lebih dari 100 orang sejak Ahad di Suwayda. Faksi bersenjata Badui dan Druze telah lama bermusuhan di Suwayda, dengan kekerasan yang terkadang meletus.
Tindakan ‘Israel’ ini lantas memicu kecaman dari negara-negara Arab yang mulai kembali menjalin hubungan dengan pemerintahan Suriah yang dipimpin Ahmad Al-Sharaa.
Qatar
Menteri Luar Negeri Qatar, Dr. Mohammed bin Abdulaziz Al-Khalifi, menyampaikan kecaman negaranya atas agresi ‘Israel’ terhadap kota Suwayda, sebagai pelanggaran nyata terhadap kedaulatan Suriah, prinsip-prinsip hukum internasional, dan Piagam PBB, serta ancaman serius terhadap keamanan kawasan.
Dalam pernyataan kepada Kantor Berita Qatar (QNA) pada Selasa, Al-Khalifi menegaskan dukungan penuh Qatar terhadap kedaulatan, kemerdekaan, integritas wilayah Suriah, dan aspirasi rakyatnya untuk hidup bermartabat.
Ia mengatakan: “Qatar mengikuti perkembangan di kota Suwayda di selatan Suriah dengan penuh keprihatinan, berdasarkan keyakinan kuat bahwa keamanan Suriah merupakan bagian integral dari keamanan kawasan.”
Bahrain
Kerajaan Bahrain menyambut baik pengumuman gencatan senjata oleh pemerintah Republik Arab Suriah di provinsi selatan Sweida.
Dalam pernyataan yang dikutip oleh Kantor Berita Bahrain (BNA), Kementerian Luar Negeri Bahrain menekankan bahwa pengumuman tersebut berkontribusi pada peningkatan keamanan dan stabilitas serta pemeliharaan perdamaian sipil.
Kementerian tersebut menegaskan kembali posisi tegas Kerajaan Bahrain dalam mendukung keamanan dan stabilitas Suriah, menjaga kedaulatan, persatuan, dan integritas wilayahnya, serta memenuhi aspirasi rakyatnya menuju perdamaian dan pembangunan berkelanjutan.
Arab Saudi
Kementerian Luar Negeri Saudi menyatakan dalam sebuah pernyataan: “Kerajaan Arab Saudi telah memantau perkembangan di Republik Arab Suriah, menyatakan kepuasannya atas langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah Suriah untuk mencapai keamanan dan stabilitas, menjaga perdamaian sipil, dan mencapai kedaulatan negara Suriah beserta lembaga-lembaganya atas seluruh wilayah Suriah guna menjaga persatuan dan keamanan negara Suriah serta memenuhi aspirasi rakyat Suriah.”
“Kerajaan mengutuk agresi Israel yang terus-menerus dan terang-terangan terhadap wilayah Suriah, campur tangan dalam urusan dalam negeri Suriah, dan gangguan terhadap keamanan dan stabilitasnya yang merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan perjanjian pelepasan diri tahun 1974 antara Suriah dan Israel,” tambah kementerian tersebut.
“Kerajaan menegaskan kembali seruannya kepada masyarakat internasional untuk mendukung Republik Arab Suriah, mendukungnya saat ini, dan menentang agresi dan pelanggaran Israel terhadap Suriah.”
Yordania
Dikutip kantor berita Yordania, Petra, jubir Kementerian Urusan Luar Negeri dan Ekspatriat Sufyan Al-Qudah mengutuk agresi ‘Israel’ terhadap Republik Arab Suriah sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan eskalasi berbahaya yang menargetkan stabilitas, kedaulatan, dan keamanan Suriah.
Sufyan menegaskan kembali solidaritas negaranya dengan Suriah dan mendesak ‘Israel’ segera menghentikan serangannya.
Kuwait
Dalam pernyataan yang diunggah di X, Kemenlu Kuwait dengan keras mengecam agresi terang-terangan ‘Israel’ di wilayah Suriah yang disebutnya “kelanjutan dari serangkaian pelanggaran hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa”.
Kuwait juga mendesak masyarakat internasional dan Dewan Keamanan PBB untuk mengakhiri pelanggaran ‘Israel’ tersebut demi menjaga keamanan di wilayah Timur Tengah.
Liga Muslim Dunia
Liga Muslim Dunia (MLW) menegaskan kembali solidaritas penuh dengan pemerintah dan rakyat Suriah terhadap segala ancaman terhadap keamanan, stabilitas, dan kedaulatannya dalam menghadapi upaya-upaya untuk memecah belah dan mencampuri urusan dalam negerinya.
Dalam pernyataan yang dipublikasikan pada hari Selasa di akun resminya di X, Liga Muslim Dunia menyatakan “dukungannya terhadap upaya pemerintah Suriah dalam melindungi rakyat Suriah beserta seluruh konstituennya, memelihara perdamaian sipil, dan menegakkan supremasi hukum di negara tersebut”.
Liga Muslim Dunia mengecam agresi pendudukan ‘Israel’ di wilayah Suriah dan pelanggaran berkelanjutan yang dilakukannya terhadap semua hukum dan norma internasional yang relevan.




