Hidayatullah.com– Kurun 20 tahun terakhir keinginan untuk memiliki anak menurun tajam di Prancis, menurut hasil studi yang dipublikasikan oleh Institut national d’études démographiques (Ined) pekan lalu, dan tingkat kelahirannya merupakan yang terendah sejak akhir Perang Dunia Kedua.
“Orang sekarang lebih menyukai keluarga kecil, dan angka kelahiran kemungkinan akan terus menurun,” kata Milan Bouchet-Valat, seorang sosiolog dan salah satu penulis laporan hasil studi itu, kepada AFP Sabtu (19/7/2025).
Menggunakan data dari dua survei nasional tahun 2005 dan 2024, studi itu mengungkap tren di masyarakat yaitu generasi muda cenderung ingin memiliki lebih sedikit anak dibandingkan generasi di atas mereka.
Di kalangan wanita usia di bawah 30, rata-rata jumlah anak yang diinginkan menurun dari 2,5 menjadi 1,9 dalam 20 tahun terakhir.
Keluarga dengan jumlah anggota banyak tidak lagi diminati, hanya 29 persen orang Prancis yang menganggap tiga anak atau lebih adalah jumlah yang ideal. Padahal di tahun 1998 sebanyak 50 persen orang Prancis memiliki anak 3 atau lebih.
Jumlah anak ideal per keluarga sekarang 2,3 menurut kebanyakan orang, bandingkan dengan 2,7 pada tahun 1998.
Dua anak masih dianggap normal, di mana sekitar 65 persen orang berusia 18-49 tahun sekarang menganggapnya sebagai jumlah ideal, tetapi sekarang itu dipandang sebagai jumlah maksimum dan bukan minimum.
Kebanyakan orang di kelompok usia 18-29 tahun berkeinginan untuk memiliki satu anak saja atau tidak sama sekali. Hanya 10 persen lelaki muda di usia itu yang ingin memiliki tiga anak, sementara di kalangan perempuan hanya 16 persen. Sedangkan di kelompok usia itu yang ingin memiliki hanya satu anak mencakup 20 persen pria dan 14 persen wanita.
Rendahnya keinginan untuk memiliki anak ini tercermin pada angka kelahiran di Prancis, yang pada tahun lalu mencapai angka terendah sejak 1945 dengan 663.000 kelahiran.
Antara 2014 dan 2024 fertilitas menurun dari dua menjadi 1,6 anak per wanita – meskipun masih dinatas rata-rata Uni Eropa 1,4.
Konsep egalitarian dalam peran pria dan wanita diduga menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya keinginan untuk memiliki anak terutama di kalangan lelaki. Faktor ini tidak ada dalam survei tahun 2005. Lelaki dengan pandangan tradisional tentang peran pria dalam keluarga cenderung berkeinginan memiliki anak lebih banyak.
Sebanyak 35 persen responden yang mengaku khawatir tentang “keadaan generasi masa depan” dalam hal krisis Iklim, masa depan demokrasi dan prospek ekonomi, menginginkan anak lebih sedikit dibanding responden lain. Hampir setengah dari responden berusia 25-39 tahun mengaku “sangat khawatir” dengan keadaan generasi di masa mendatang.*




