Hidayatullah.com – Dana kekayaan negara Norwegia, salah satu yang terbesar di dunia, pada Senin mengumumkan mencabut investasi dari lima bank ‘Israel’ dan Caterpillar yang terlibat dalam kejahatan di Palestina.
Dewan eksekutif Norges Bank Invesment Management memutuskan untuk melakukan divestasi dari First International Bank of Israel dan perusahaan induknya FIBI Holdings, Bank Leumi, Mizrahi Tefahot Bank, Bank Hapoalim, dan Caterpillar.
Keputusan tersebut dibuat karena “risiko yang tidak dapat diterima bahwa perusahaan-perusahaan tersebut berkontribusi pada pelanggaran serius terhadap hak-hak individu dalam situasi perang dan konflik,” menurut pernyataan dana tersebut.
Menurut dewan etik dana tersebut, buldoser Caterpillar telah digunakan secara tidak sah oleh ‘Israel’ untuk menghancurkan rumah-rumah Palestina di Gaza dan Baitul Maqdis.
“Tidak diragukan lagi bahwa produk-produk Caterpillar digunakan untuk melakukan pelanggaran yang ekstensif dan sistematis terhadap hukum humaniter internasional,” katanya.
Sementara, bank-bank ‘Israel’ menjadi target divestasi karena menyediakan keuangan untuk kegiatan pembangunan permukiman Yahudi ilegal di Tepi Barat, Baitul Maqdis.
Dana tersebut, yang bernilai sekitar $2 triliun, sebelumnya telah menghapus 17 perusahaan Israel dari portofolionya, yang bernilai total $143,3 juta.
Aksi divestasi ini terjadi di tengah semakin besarnya tekanan terhadap ‘Israel’ atas perang genosida mereka di Gaza, yang telah membunuh hampir 63.000 orang sejak Oktober 2023 dan memicu kelaparan parah.*




