Hidayatullah.com – Rumah Sejarah Indonesia pada Jumat (05/09/2025) bersilaturahmi ke rumah salah satu ulama betawi KH. Mohd Ali Alhamidy dan menerima sejumlah karya tokoh PERSIS tersebut untuk dirawat.
Kunjungan Founder Rumah Sejarah Hadi Nur Ramadhan beserta team Filologi Pusdok Tammadun disambut hangat oleh anak bungsu mendiang KH. Mohd Ali Alhamidy, Djannah Bariah di kediamannya yang berdekatan dengan Masjid Jami’ Matraman.
Kepada keluarga Alhamidy, Hadi menyampaikan bagaimana kiprah peran Kiai Mohd. Ali Alhamidy dalam perjuangan kemerdekan dan perjalanan dakwahnya.
Djannah selaku anak ke-13 Alhamidy menyampaikan rasa senang dan bahagia karena karya2 abahnya masih dikaji dan dibaca hingga hari ini.
“Karya-karya Abah masih banyak tersimpan di lemari rumah lama, baik yang masih ditulis tangan dan juga yang sudah dicetak. Saya tidak mampu lama2 melihat tulisan Abah karena akan membuat saya sedih dan rindu” ucap Ibu 3 anak tersebut dengan nada sendu.
Hadi Nur Ramadhan yang merupakan selama ini mengoleksi sejumlah karya lawas ulama nusantara menawarkan, jika karya-karya Alhamidy yang masih banyak itu bisa dirawat dan dikaji di Rumah Sejarah Indonesia. Gayung bersambut, ternyata selama ini Djannah memang sedang mencari lembaga atau tempat yang bisa merawat dan memanfaatkan karya dari ayahnya.
Akhirnya keluarga Alhamidy mengizinkan Hadi Nur Ramdhan untuk merawat dan menyimpan koleksi perpustakaan KH. Mohd. Ali Alhamidy berupa buku, manuskrip, arsip, foto dan dokumen sejarah.
“Insya Allah kami akan menjaga amanah dan merawat khazanah intelektual para tokoh bangsa Indonesia dengan sebaik-baiknya” pungkasnya dengan tekad yg kuat.

Pertemuan tersebut pun diakhiri dengan serah terima karya-karya KH. Mohd Ali Alhamidy dan juga foto bersama. Hadi menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan agar generasi sekarang tidak lupa dengan para ulama dan tokoh bangsa Indonesia.
KH. Mohd Ali Alhamidy merupakan seorang ulama dan cendekiawan yang aktif dalam Jamiyyah Persatuan Islam dan aktivis Partai Politik Islam Masyumi. Ia banyak melahirkan karya seperti Tauhid, Tafsir, Hadits, Adab, Fiqh, Sejarah dan Dakwah. Yang menarik hampir semuanya ditulis dalam bahasa Arab Melayu.
Di antara karya-karyanya yang sudah dicetak dalam bahasa Indonesia dan Arab Melayu, seperti Godaan Setan, Jalan Hidup Muslim, Tafsir Hidayatullah, Islam dan Perkawinan, Manasik Haji, Ruhul Mimbar, Syarah Shahih Bukhari, Adabul Insan fil Islam, Al-Wahyu Wa Al-Qur`an, Kunci Khutbah dan Pidato dan lain sebagainya.*




