Hidayatulah.com– Presiden John Dramani Mahama, hari Kamis (11/9/2025), mengkonfirmasi bahwa Ghana menjadi negara Afrika kelima yang menerima migran dari kawasan Afrika Barat yang ditolak dan dideportasi dari Amerika Serikat.
Mahama mengatakan 14 orang yang dideportasi – terdiri dari satu orang Gambia dan sisanya orang Nigeria – sudah tiba di Ghana sebelum kemudian akan dikirim ke negara asalnya.
“Kami didekati oleh AS untuk menerima warga negara ketiga yang dikeluarkan dari AS dan kami sepakat dengan mereka bahwa warga negara-negara Afrika Barat akan diterima, karena mereka semua warga negara sesama Afrika Barat tidak memerlukan visa untuk datang ke negara kami,” kata Mahama kepada awak media dalam konferensi pers seperti dilansir AFP.
Dia tidak mengatakan berapa banyak orang asing yang bisa ditampung oleh Ghana.Kesepakatan tersebut dicapai setelah Washington menaikkan tarif untuk barang-barang Ghana dari 10 menjadi 15 persen dan membatasi visa AS untuk warga Ghana hanya sekali izin masuk yang berlaku selama tiga bulan.
Ghana sekarang menjadi negara Afrika kelima yang mencapai kesepakatan semacam itu dengan Amerika Serikat.
Pada bulan Agustus, Kementerian Luar Negeri Ghana mengatakan akan menerima migran yang dideportasi AS sepanjang mereka tidak memiliki catatan kriminal dan bukan anak di bawah umur yang tidak memiliki pendamping. Rwanda juga mengkonfirmasi kesepakatan yang sama dengan Washington pada bulan Agustus.
Pekan lalu, Sudan Selatan mengatakan akan merepatriasi seorang pria Meksiko yang dideportasi dari AS pada bulan Juli.
Pada bulan Juli, sejumlah pria dari Vietnam, Jamaika, Laos, Yaman dan Kuba diterbangkan ke Eswatini.*




