Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Coca-Cola Icecek Kehilangan Kekuatan di Dua Pasar Besar Disebabkan Seruan Boikot Israel

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 September 2025 10:28 10:28 am
Ama Farah
Dipublikasikan 20 September 2025 10:28
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Coca-Cola Icecek kehilangan pangsa pasar di dua pasar terbesarnya menyusul seruan untuk memboikot perusahaan-perusahaan Barat yang dianggap memiliki hubungan dengan Israel, meskipun posisi dominannya tampaknya masih melindunginya dari ancaman jangka panjang.

Pasar di Turki dari perusahaan berbasis di Istanbul itu menurun lima persen mnenjadi 54 persen dan pasarnya di Pakistan melorot empat persen, menurut data yang dirilis bulan Agustus oleh perusahaan itu seperti dilansir Bloomberg (8/9/2025).

Penurunan serupa tampak di Kyrgyzstan, Yordania dan Uzbekistan.

“Boikot terbukti berdampak terhadap pasar-pasar itu,” kata Hasnain Malik, kepala riset strategi ekuitas di Tellimer Technologies Ltd. Boikot menciptakan peluang bagi kompetitor merk lokal yang lebih kecil, mengubah persepsi masayarakat tentang merk yang sudah mapan tersebut.

Coca-Cola Icecek terdampak dengan tekanan ekonomi makro serta konflik Timur Tengah yang masih terus berlangsung, kata CEO Karim Yahi dalam paparan analisisnya bulan lalu.

Baca Juga

Bertemu Medikdasmen, MUI Dorong Budaya Hidup Halal Masuk Lingkungan Sekolah
LPPOM Raih Indonesia Public Relations Awards 2026 Kategori Corporate Reputation
Sembilan Tokoh Bersatu, Majelis Arah Indonesia Gelar Pleno Perdana di Al Azhar
Miftachul Akhyar Sebut Ikhtilaf Bukan Ancaman, tapi Penggerak Pemikiran Umat
Trump Tuntut Iran Bayar “Kompensasi” dalam Setiap Kesepakatan Damai di Masa Depan

Pendapatan bersih perusahaan menurun 31 persen menjadi sekitar 5,1 miliar lira ($124 juta) pada kuartal kedua, meskipun hasil penjualan melebihi perkiraan.

Perusahaan itu, yang mengemas minuman ringan dan memasarkannya, tidak menanggapi permintaan komentar yang diajukan oleh Bloomberg News perihal penurunan pangsa pasarnya.

Meskipun mengalami penurunan, Coca-Cola masih merajai pasar minuman ringan di kawasan Asia Tengah dan sekitaranya, dan secara umum penjualannya bertambah.

“Kebanyakan orang yang ingin memboikot merk-merk Barat sudah melakukannya,” dan konsumen sepertinya akan kembali ketika konfliknya berakhir, kata Alex Dray, direktur riset pasar berkembang di Gimme Credit.

“Adanya pengakuan atas kekuatan merk Coca-Cola berarti risiko peralihan ke merk lokal hanya kecil saja, imbuhnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Coca-Cola
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Militer AS Bunuh Orang Senior ISIS di Suriah
Tulisan selanjutnya Radikalisasi Online Marak, Singapura Perkuat Rehabilitasi Pemuda

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Nasyiatul Aisyiyah Gelar Muktamar ke-15, Dihadiri 6.700 Kader

Berita
7 Agustus 2026 18:00
Genosida ‘Israel’ Sebabkan Ribuan Muslimah Gaza Keguguran
Pemerintahan Baru Kolombia Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’
Pelajar Pelaku Penembakan di Sekolah Bergengsi Thailand Pendiam dan Kerap Main Game Kekerasan
Militer Uganda Beri Penghormatan Abang Benyamin Netanyahu dengan Patung Memorial di Entebbe

Terbaru

  • Bertemu Medikdasmen, MUI Dorong Budaya Hidup Halal Masuk Lingkungan Sekolah
  • LPPOM Raih Indonesia Public Relations Awards 2026 Kategori Corporate Reputation
  • Sembilan Tokoh Bersatu, Majelis Arah Indonesia Gelar Pleno Perdana di Al Azhar
  • Miftachul Akhyar Sebut Ikhtilaf Bukan Ancaman, tapi Penggerak Pemikiran Umat
  • Trump Tuntut Iran Bayar “Kompensasi” dalam Setiap Kesepakatan Damai di Masa Depan
  • Dari Kaltim ke Maroko, Dua Hafidz Ini Wakili Indonesia di MTQ Internasional
  • Untuk Kesekian Kalinya, Istri Netanyahu Dituduh Aniaya ART
  • Suriah akan Ubah Pangkalan Militer Rusia Jadi Pusat Pelatihan Bersama
  • Gandeng ICMI dan BRIN, Pemprov Maluku Tegaskan Pentingnya Kebijakan Berbasis Riset
  • Genosida ‘Israel’ Sebabkan Ribuan Muslimah Gaza Keguguran

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Dari Kaltim ke Maroko, Dua Hafidz Ini Wakili Indonesia di MTQ Internasional

10 Agustus 2026 17:00
Berita

Untuk Kesekian Kalinya, Istri Netanyahu Dituduh Aniaya ART

10 Agustus 2026 16:00
Berita

Suriah akan Ubah Pangkalan Militer Rusia Jadi Pusat Pelatihan Bersama

10 Agustus 2026 11:30
Berita

Gandeng ICMI dan BRIN, Pemprov Maluku Tegaskan Pentingnya Kebijakan Berbasis Riset

10 Agustus 2026 10:57
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?