Hidayatullah.com– Singapura akan memperkuat upaya rehabilitasi di tengah maraknya radikalisasi mandiri secara online di kalangan pemuda, kata Perdana Menteri Lawrence Wong.
“Sekarang kita harus melakukan lebih dari sekedar konseling agama Islam karena orang Singapura semakin banyak yang terpapar ideologi ekstremis yang lebih luas,” kata Wong dalam jamuan makan siang apresiasi tahunan bagi sukarelawan Kementerian Dalam Negeri hari Sabtu 13 September 2025 seperti dilansir CNA.
Guna mengatasi radikalisasi yang belakangan marak dilakukan melalui internet, pihak berwenang Singapura melakukan intervensi, termasuk dalam bentuk mentroship, program kesejahteraan siber dan pelatihan ketrampilan sosial.
Dalam paparannya Wong menyebut contoh keberhasilan program rehabilitasi itu, di mana seorang pemuda Kristen yang ditangkap pada tahun 2020 karena membuat rencana penyerangan atas masjid menjalani rehabilitasi dan akhirnya sekarang sedang menempuh kuliah di sebuah lembaga pendidikan.
Masalah isolasi sosial juga menjadi bagian dari radikalisasi di kalangan pemuda, kata Wong.
“Mereka berpaling ke sumber-sumber online untuk mencari makna dan justru menemukan materi-materi ektremis, yang kemudian membuat mereka terperdaya hilang arah. Guna menanggulangi hal itu, kita perlu memupuk rasa kebersamaan, koneksi manusiawi dan kepercayaan,” kata Wong.
Sejak 2015, sebanyak 18 pemuda berusia 14 sampai 20 tahun diproses hukum berdasarkan UU keamanan dalam negeri Singapura ISA. Kebanyakan kasus muncuk kurun lima tahun terakhir.
Pada salah satu kasus terbaru melibatkan seorang pemuda berusia 30-an tahun yang berencana bergabung dengan kelompok bersenjata di Suriah dan Turki, sementara seorang remaja lelaki berusia 14-an tahun yang mengidentifikasikan dirinya sebagai incel diketahui terpapr ideologi ISIS dan ekstremisme kanan-jauh – yang merupakan kasus radikalisasi mandiri ideologi campuran pertama yang terjadi di Singapura.
Menurut Wong, konten ektremis online bisa diwujudkan di dunia nyata secara cepat. Dia menyontohkan pembunuhan aktivis politik Charlie Kirk di Amerika Serikat.
“Apabila Anda mendapati orang yang dikasihi terpapar ideologi ektremis, tolong segera melapor supaya mereka bisa mendapatkan pertolongan,” pesan Wong.
“Semakin kita bersatu, semakin kita teguh dan mampu untuk menghadapi kekuatan yang memecah belah ini,” imbuhnya.




