Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Din Syamsuddin: Seruan Presiden Prabowo di PBB soal Solusi Dua Negara Hanya Teriakan di Tengah Samudra

Ahmad
Terakhir diupdate: 24 September 2025 18:36 6:36 pm
Ahmad
Dipublikasikan 24 September 2025 18:35
Bagikan
Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2005-2010 dan 2010-2015, Din Syamsudin
Bagikan

Hidayatullah.com— Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah dan MUI Pusat, M. Din Syamsuddin, menanggapi pidato Presiden Prabowo Subianto di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menyerukan kebangkitan kembali Solusi Dua Negara bagi penyelesaian penjajahan ‘Israel’ atas Palestina.

Din menilai gagasan itu memang ideal, namun pada praktiknya sulit diwujudkan karena penjajah ‘Israel’ tak pernah memenuhi syarat yang menjadi dasar terbentuknya dua negara.

Menurut Din, gagasan Solusi Dua Negara bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) termasuk Indonesia menganut pemikiran itu sebagai jalan keluar untuk mengakhiri konflik panjang yang berdampak global. Akan tetapi, gagasan Dua Negara yang dimaksud itu ada sejumlah prasyarat yang selalu diabaikan oleh pihak penjajah ‘Israel’.

“Solusi Dua Negara itu memang baik. Namun syaratnya jelas, ‘Israel’ harus mundur dari wilayah Arab yang dikuasai sejak Perang 1967, seperti Sinai dan Dataran Tinggi Golan. Selain itu, pembangunan pemukiman Yahudi di Tepi Barat harus dihentikan, dan status Baitul Maqdis (Yerusalem) ditetapkan sebagai kota suci yang tidak boleh dikuasai satu pihak. Faktanya, syarat-syarat itu tidak pernah dipenuhi oleh ‘Israel’,” ujar Din dalam keterangannya, Selasa (24/9/2025).

Ia menyebut, situasi di lapangan justru semakin memburuk. Penjajah ‘Israel’ tidak hanya terus memperluas permukiman di Tepi Barat, tetapi juga melakukan agresi militer di Gaza yang menimbulkan banyak korban sipil.

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Bahkan, kata Din, ‘Israel’ menodai Masjid Al-Aqsha dan secara sepihak menetapkan Yerusalem sebagai ibu kota, langkah yang didukung penuh oleh Amerika Serikat. “Dengan kondisi seperti itu, kesepakatan Solusi Dua Negara praktis menjadi batal. ‘Israel’ terus melanggar dan dunia hanya bisa menyaksikan,” tegasnya.

Penjajah Harus Mundur

Merespons seruan Presiden Prabowo di PBB, Din berpendapat bahwa tanpa penyelesaian faktor-faktor fundamental, gagasan tersebut tidak akan memberi dampak nyata.

“Seruan Presiden di PBB untuk menghidupkan kembali Solusi Dua Negara nyaris bak teriakan di tengah samudra, keras tapi hilang ditelan ombak. Solusi itu ideal, tapi harus didahului dengan penghentian genosida di Gaza dan pengunduran ‘Israel’ dari wilayah pendudukan. Tanpa itu, Solusi Dua Negara hanya akan hampa,” ujarnya.

Din menekankan, Indonesia sebagai bangsa yang menjunjung tinggi perdamaian dan keadilan tidak boleh berhenti pada wacana. Ia mendorong pemerintah mengambil langkah lebih konkret dalam mendorong penyelesaian konflik, termasuk menekan ‘Israel’ agar segera mundur dari wilayah yang didudukinya.

“Yang mendesak dilakukan adalah menekan ‘Israel’ untuk mundur dari wilayah pendudukan, menghentikan genosida, serta segera menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Gaza yang kelaparan,” kata Din.

Menurutnya, bila jalur diplomasi tidak digubris, opsi pengerahan pasukan penjaga perdamaian internasional patut dipertimbangkan. Ia bahkan mengusulkan Indonesia berani mempelopori upaya itu bersama negara-negara sahabat.

“Kalau jalan damai terus diabaikan ‘Israel’, maka opsi militer melalui Peace Keeping Force atau War Preventing Force bisa menjadi solusi. Pertanyaannya, beranikah Indonesia memimpin langkah ini? Semua bergantung pada nyali dan kekuatan hati Kepala Negaranya,” pungkas Din, yang juga menjabat Ketua Komite Pengarah Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARI-BP) serta Guru Besar Politik Islam Global FISIP UIN Jakarta.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Din SyamsuddinHeadlineisraelpalestinaPBBPP MuhammadiyahPresiden Prabowo SubiantoSidang Umum PBBsolusi dua negara
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ayah Elon Musk Dituduh Mencabuli Anak-anak Kandung dan Tirinya
Tulisan selanjutnya Jebakan Solusi Dua Negara: Palestina Merdeka atau Sekadar Negara Semu?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?