Hidayatullah.com– Errol Musk, ayah dari miliarder Elon Musk, dituduh melakukan tindak pidana seksual terhadap lima anak kandung dan tirinya sejak 1993, lapor koran New York Times hari Selasa (23/9/2025) seperti dilansir The Guardian.
NY Times mengatakan tuduhan pencabulan itu kemungkinan yang menyebabkan Elon Musk, CEO Tesla dan penasihat pemerintahan Trump, jarang menyebut soal ayahnya di publik – dan bahwa anggota keluarga Elon Musk meminta bantuan sehingg miliarder itu terkadang harus turun tangan.
Errol Musk membatah tuduhan yang dikabarkan oleh NY Times itu keterlaluan, menyebut kabar berita itu “palsu”. Ketika dimintai komentar oleh The Guardian, Errol Musk memberikan daftar jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan NY Times, termasuk jawaban yang berbunyi “ini omong kosong” dab “ini sampah”.
Mengutip sejumlah surat pribadi, email dan wawancara dengan anggota-anggota keluarga, NY Times mengatakan bahwa Errol Musk, yang sedikitnya memiliki sembilan anak kandung dan tiri dan pernah menikah dengan tiga wanita, “masih memegang kendali atas sebagian besar keluarga itu”.
NY Times mengatakan Elon Musk tidak memberikan tanggapan ketika dimintai komentar perihal tuduhan tersebut.
Hasil penelusuran catatan pengadilan, korespondensi pribadi, keterangan para pekerja sosial serta wawancara dengan anggota-anggota keluarga, NY Times mengatakan tuduhan terhadap Errol Musk pertama kali muncul pada 1993, ketika anak perempuan tirinya yang kala itu berusia empat tahun mengatakan kepada kerabatnya bahwa Errol menyentuhnya di rumah keluarga mereka.
Satu dekade kemudian, putri tiri itu mengatakan bahwa dia melihat Errol menciumi pakaian dalamnya yang kotor, lapor NY Times, seraya menambahkan bahwa sejumlah anggota keluarga itu juga menuding Errol mencabuli dua putri kandungnya dan seorang putr tirinya.
Tiga penyelidikan terpisah dilakukan oleh aparat terkait kasus-kasus itu, lapor NY Times, mengutip catatan kepolisian dan pengadilan. Dua investigasi berujung tanpa tindakan, sementara tidak jelas apa yang terjadi dengan investigasi ketiga.
“Tidak ada bukti karena ini semua omong kosong,” kata Errol Musk dalam sebuah pernyataan, mengatakan bahwa laporan-laporan tersebut palsu.
Errol menuduh anggota-anggota keluarganya yang menyuruh anak-anak itu untuk mengatakan kebohongan dan mereka berusaha memeras Elon, putra tertuanya.
Dalam wawancara dengan media Elon Musk pernah mengatakan bahwa dia memiliki hubungan yang rumit dengan ayahnya. Pada 2017 kepada majalah Rolling Stone dia mengatakan bahwa ayahnya itu sudah pernah melakukan “hampir semua hal yang buruk yang terbersit di benak Anda”.
Dalam profilnya itu, Musk mengatakan dia tinggal bersama ayahnya saat berusia 10 tahun, sementara adik-adiknya Kimbal dan Tosca, tinggal bersama ibu mereka.
“Saya merasa kasihan pada ayah, karena ibu saya menguasai hak asuh semua tiga anaknya. Dia kelihatan sangat sedih dan kesepian hidup sendiri. jadi, saya pikir, ‘Saya bisa menemaninya’,” papar Elon Musk.
Dia melanjutkan, “Saya kala itu tidak benar-benar paham orang seperti apa dia sesungguhnya.”
Tanpa memberikan penjelasan lebih rinci, Elon Musk mengatakan kepada Rolling Stone, “Ayah saya punya pikiran tentang hal-hal jahat. Dia merencanakan kejahatan itu dengan seksama.”*




