Hidayatullah.com– Seorang wanita untuk pertama kalinya dinobatkan sebagai Archbishop of Canterbury, pemimpin ke-106 Church of England atau Gereja Anglikan.
Sarah Mullally, yang selama hampir 8 tahun menduduki jabatan uskup London, merupakan mantan chief nursing officer untuk wilayah England.
Rohaniwan wanita berusia 63 tahun itu menerima tongkat estafet kepemimpinan Gereja Anglikan di saat institusi keagamaan resmi Kerajaan Inggris itu menghadapi tekanan kuat akibat mencuatnya kasus-kasus pelanggaran seksual yang terjadi dan dilakukan oleh orang-orang di lingkungan gereja, lansir Euronews Jumat (3/10/2025).
Pendahulunya, Justin Welby, mengundurkan diri pada bulan November 2024 setelah sebuah investigasi independen mendapati dirinya tidak segera melapor ke pihak kepolisian ketika mengetahui ada pelanggaran seksual yang dilakukan oleh seorang sukarelawan pembina perkemahan musim panas remaja Kristen Anglikan.
Penunjukan seorang wanita sebagai Uskup Agung Canterbury ini dilakukan satu dekade setelah Gereja Anglikan mengumumkan pentahbisan pertama kalinya seorang uskup wanita pada 2015. Wanita menjadi pendeta Anglikan pertama kali diperbolehkan pada tahun 1994.*




