Hidayatullah.com – Musyawarah Nasional (Munas) ke-VI Hidayatullah di Jakarta malam ini menandai babak baru kepemimpinan organisasi tingkat pusat. Rais Aam Hidayatullah, KH Abdurrahman Muhammad, secara resmi membacakan sejumlah maklumat dan ketetapan penting yang menetapkan struktur kepemimpinan tingkat pusat Hidayatullah untuk periode 2025–2030.
Pimpinan sidang Munas VI Tasrif Amin menyatakan melalui ketetapan Munas Nomor 07 hingga 11/TAP/Munas-6/2025, seluruh struktur kepemimpinan pusat dinyatakan sah secara konstitusional.
“Mulai dari Majelis Penasehat, Majelis Syura, Dewan Muzakarah, Dewan Murabbi Pusat, hingga Dewan Pengurus Pusat (DPP) kini resmi memiliki kepemimpinan definitif,” ujar Tasrif Amin dan disambut takbir peserta Munas.
Pembacaan maklumat dibimbing langsung Rais Aam Hidayatullah, KH Abdurrahman Muhammad. Berikut ini Kepemimpinan Pusat Periode 2025-2030:
Majelis Penasehat Hidayatullah
Berdasarkan Maklumat Rais Aam Hidayatullah Nomor 01 Tahun 2025, ditunjuk sebagai Ketua Majelis Penasehat adalah Abdul Latif Usman, didampingi oleh Amin Mahmud, Abdul Qadir Jailani, Nursamsyah Hadis, dan Fathul Adzim sebagai anggota.
Pimpinan Majelis Syura
Dalam Maklumat Nomor 02 Tahun 2025, Rais Am menunjuk Ustadz Hamim Thohari sebagai Ketua Pimpinan Majelis Syura, dengan Ustadz Abdul Aziz Qahar Muzakkar, Ustadz Abdurrahman, dan Ustadz Nashirul Haq Sebagai Wakil Ketua.
Dewan Muzakarah
Berdasarkan Maklumat Nomor 03 Tahun 2025, Ustadz Marimin Abu A’la Abdullah sebagai Ketua Dewan Muzakarah periode 2025–2030.
Dewan Murabbi Pusat
Dalam Maklumat Nomor 04 Tahun 2025, ditunjuk Ustadz Dr. Tasrif Amin, M.Pd.I sebagai Ketua Dewan Murabbi Pusat.
Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah
Sementara dalam Maklumat Nomor 05 Tahun 2025, Rais Aam Hidayatullah menetapkan KH. Naspi Arsyad sebagai Ketua Umum DPP Hidayatullah periode 2025–2030.
“Dengan ini saya berikrar akan menjalankan kewajiban dan tanggung jawab dengan sungguh-sungguh, berlaku benar dan jujur, ikhlas dan adil, berpedoman kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah, jati diri Hidayatullah, serta ketetapan-ketetapan organisasi, semata-mata mencari ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujar setiap ketua yang dilantik.*




