Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Rabbi Dallas yang Sebar Berita Palsu Soal Pemerkosaan Hamas Ditangkap karena Dugaan Pelecehan Anak

Ahmad
Terakhir diupdate: 24 Oktober 2025 11:19 11:19 am
Ahmad
Dipublikasikan 24 Oktober 2025 11:06
Bagikan
Kepolisian Dallas, Texas, menangkap Rabbi Yitzhak Meir Sabo
Bagikan

Hidayatullah.com— Kepolisian Dallas, Texas, menangkap Rabbi  Yitzhak Meir Sabo, 43 tahun, atas dugaan pelecehan anak setelah penyelidikan mendalam terhadap laporan mantan muridnya. Penangkapan dilakukan awal April 2025, hanya setahun setelah Sabo menjadi sorotan karena menyebarkan klaim palsu mengenai pemerkosaan massal oleh Hamas saat serangan 7 Oktober 2023.

Menurut laporan The New Arab dan Middle East Monitor, Sabo dijerat dengan tuduhan  indecency with a child. Catatan pengadilan menunjukkan ia ditahan dengan jaminan sebesar  100.000 dolar AS. Sekolah Yahudi modern di Dallas tempat Sabo bekerja langsung menonaktifkannya dan melarangnya mendekati area kampus.

Dalam pernyataan resmi, pihak sekolah menyebut kasus ini “mengejutkan dan sangat bertentangan dengan nilai yang kami junjung.”

Dewan sinagoga yang dipimpinnya juga menempatkan Sabo dalam status cuti tanpa gaji.

Korban, seorang siswa laki-laki yang dulu berusia 14 tahun, mengaku dilecehkan dalam jangka waktu beberapa tahun. Polisi mencatat dugaan tindakan Sabo meliputi menyentuh area pribadi korban, menarik pakaian, dan memaksa interaksi fisik yang tidak pantas. 

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

“Kami merasa dikhianati oleh seseorang yang dipercaya untuk membimbing moral dan spiritual anak-anak kami,” kata salah satu anggota komunitas Yahudi Dallas yang enggan disebut namanya kepada  Dallas Morning News.

Jejak Klaim Palsu Pemerkosaan Massal oleh Hamas

Sebelum kasus ini muncul, Sabo dikenal sebagai figur publik yang vokal di media sosial. Ia kerap mengklaim bahwa Hamas melakukan  pemerkosaan massal terhadap perempuan Israel dalam serangan 7 Oktober 2023.

Namun klaim itu kemudian  dibantah oleh penyelidikan independen dan laporan PBB, yang menyatakan tidak ada bukti verifikatif mendukung narasi tersebut.

“Tidak ada data forensik, saksi medis, atau laporan resmi yang mendukung tuduhan tersebut,” tulis laporan Office of the United Nations High Commissioner for Human Rights (OHCHR)pada akhir 2023. 

Meski begitu, unggahan Sabo telah tersebar luas di platform X dan Facebook, memicu gelombang kebencian terhadap komunitas Palestina serta memperkuat narasi genosida Israel.

Beberapa aktivis menyebut Sabo sebagai bagian dari jaringan penyebar disinformasi. “Dia menggunakan status religiusnya untuk menyebarkan propaganda yang memperburuk konflik,” ujar  Laila Haddad, analis media dari  The New Arab.

Kini, dengan kasus pidana baru yang menimpanya, publik menilai kejatuhan Sabo menjadi simbol bagaimana  manipulasi moral dan kekuasaan religius dapat menutupi sisi gelap seseorang.

Yahudi Terguncang

Pihak  Kepolisian Dallas belum merilis seluruh detail penyelidikan karena kasus masih berjalan. Namun juru bicara departemen menyebutkan bahwa bukti awal “cukup kuat untuk menjerat tersangka.” 

Sementara itu, pihak pengacara Rabbi Sabo belum memberikan komentar resmi. “Kami akan bekerja untuk memastikan klien kami mendapat proses hukum yang adil,” kata kuasa hukum yang tak disebutkan namanya kepada media lokal.

Reaksi keras datang dari tokoh-tokoh Yahudi setempat. “Ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tapi pengkhianatan terhadap kepercayaan spiritual,” ujar  Rabbi Daniel Rosenthal, pemimpin komunitas konservatif di Dallas. Ia menyerukan agar lembaga keagamaan memperketat pengawasan terhadap figur religius.

Kasus ini memperlihatkan ironi tragis:  seorang rabbi yang dulu menuduh pihak lain melakukan kekejaman tanpa bukti, kini sendiri dituduh melakukan kekerasan terhadap anak di bawah asuhannya.

“Ini pelajaran penting bagi publik agar tidak menelan mentah-mentah narasi emosional tanpa fakta,” kata  Dr. Mona Awwad, pakar disinformasi Universitas Texas.  “Dan bagi komunitas keagamaan, ini pengingat bahwa otoritas moral tidak boleh menjadi tameng dari penyalahgunaan kekuasaan,” tambahnya. *

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:DallasHAMASkomunitas YahudiPelecehan anakyahudi AS Rabbi Yitzhak Meir Sabo
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ketua Umum DPP Hidayatullah Ajak Kader Hadirkan Kenikmatan Berislam di Tengah Umat Ketua Umum DPP Hidayatullah Ajak Kader Hadirkan Kenikmatan Berislam di Tengah Umat
Tulisan selanjutnya Jusuf Kalla Dai Harus Ajarkan Agama dan Kemampuan, Bukan Hanya Ibadah Jusuf Kalla: Dai Harus Ajarkan Agama dan Kemampuan, Bukan Hanya Ibadah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Berita
14 Juli 2026 21:00
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?