Hidayatullah.com – Seorang perwira senior zionis ‘Israel’ yang bertugas sebagai operator drone mengakhiri hidupnya sendiri karena tidak kuat menahan beban mental setelah menuntut penghentian perang di Gaza.
“Perang ini harus diakhiri, dan ada konsekuensi yang belum kita pahami,” ujar tentara ‘Israel’ yang tidak disebutkan namanya itu beberapa minggu sebelum bunuh diri, dikutip Haaretz pada Senin (03/10/2025).
Surat kabar berbahasa Ibrani tersebut melaporkan bahwa tentara yang bunuh diri tersebut adalah seorang perwira senior di militer dan salah satu operator drone paling veteran di militer penjajah ‘Israel’.
Surat kabar tersebut mengklarifikasi bahwa perwira tersebut bunuh diri beberapa bulan yang lalu, dan bahwa militer ‘Israel’ masih menutupi identitas tentara tersebut.
Data terbaru yang dipublikasikan Pusat Informasi Knesset beberapa hari lalu mengungkapkan bahwa fenomena bunuh diri di kalangan tentara musuh ‘Israel’ mengalami peningkatan yang mengkhawatirkan.
Tercatat 279 tentara melakukan percobaan bunuh diri antara Januari 2024 dan Juni 2025. Artinya, untuk setiap tentara yang bunuh diri, terdapat tujuh tentara lainnya yang mencoba bunuh diri, menurut saluran berita ‘Israel’, Kan.
Saluran berita tersebut menggambarkan angka ini sebagai indikator berbahaya dari meningkatnya tekanan psikologis di kalangan tentara cadangan dan pejuang, dan menekankan bahwa fenomena ini memerlukan tindak lanjut yang cermat dari pimpinan penjajah.
Statistik menunjukkan bahwa dari tahun 2017 hingga Juli 2025, 124 tentara ‘Israel’ telah melakukan bunuh diri—68% di antaranya menjalani wajib militer, 21% menjalani wajib militer aktif, dan 11% menjalani wajib militer permanen—mencerminkan penyebaran fenomena ini di semua kategori tentara tanpa terkecuali.*




