Hidayatullah.com– Empat orang ditahan setelah aparat Portugal mencegat kapal selam narkoba yang membawa lebih dari 1,7 ton kokain di perairan Atlantik bagian tengah.
Kapal yang dirancang sebagian badannya berada di bawah permukaan laut itu sedang melaju menuju Semenanjung Iberia dan disita beberapa hari lalu, menurut pihak berwenang seperti dilansir BBC Selasa (4/11/2025).
Rekaman video menunjukkan sejumlah anggota kepolisian dan angkatan laut mengepung kapal sebelum menaiki kendaraan laut tersebut. Petugas menyita narkotika Kelas A dan menangkap empat awak kapal, yang dikatakan berasal dari Amerika Selatan.
Keempat orang tersebut, terdiri dari 2 warga Ekuador serta seorang warga Venezuela dan seorang warga Kolombia, dikurung di sel tahanan untuk menunggu proses peradilan setelah dihadirkan ke hadapan hakim di Azores pada hari Selasa, kata polisi.
Vítor Ananias, kepala unit anti-narkoba di Kepolisian Portugal, dalam konferensi pers mengatakan bahwa keberagaman kewarganegaraan para tersangka menunjukkan adanya organisasi di belakang mereka yang berbasis tidak hanya di satu negara.
Maritime Analysis and Operations Centre (MAOC) yang berbasis di Lisbon mengatakan pihaknya belum lama ini menerima informasi yang mengindikasikan bahwa sebuah organisasi kriminal sedang mempersiapkan kapal selam yang dipenuhi kokain untuk dikirim ke tempat tujuan di Eropa.
Beberapa hari kemudian, sebuah kapal Portugal berhasil menemukan lokasi kapal selam itu yang berjarak sekitar 1.000 mil laut dari pantai Lisbon, dalam operasi yang didukung oleh aparat Inggris dari National Crime Agency dan aparat Amerika Serikat dari Drug Enforcement Administration.
Setelah berhasil menguasai kapal itu, pihak AL Portugal mengatakan kapal tidak dapat diseret ke pesisir karena cuaca buruk dan konstruksi kapal yang ringkih, dan akhirnya kapal tersebut tenggelam di laut.
Vítor Ananias menjelaskan kepada para reporter bahwa bagi awak kapal narkoba itu kondisinya sulit bahkan hanya satu hari di dalamnya, mengingat ruangannya sempit, panas dan pengap akibat asap mesin, cuaca buruk tidak menentu dan gelombang tinggi yang mengombang-ambingkan kapal selam rakitan itu. Di akhir hari ke-15 atau 20 “yang Anda inginkan hanya keluar,” ujarnya.
Insiden seperti itu sudah berkali-kali terjadi kurun beberapa tahun terakhir, imbuhnya, seperti dikutip kantor berita Lusa.
Pada Maret tahun ini, sebuah kapal selam narkoba serupa pembawa 6,5 ton kokain dicegat di perairan sekitar 1,200 mil laut dari Lisbon.*




