Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

PBNU Dukung Usulan Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Nilai Tidak Ada Tokoh yang Sempurna

Ahmad
Terakhir diupdate: 7 November 2025 11:19 11:19 am
Ahmad
Dipublikasikan 7 November 2025 11:14
Bagikan
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan KH Ahmad Fahrurrozi (Gus Fahrur). (Foto: www.pesantrenmilenial.com)
Bagikan

Hidayatullah.com– Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan dukungan terhadap pengusulan Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, sebagai pahlawan nasional. Dukungan itu disampaikan oleh Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi atau Gus Fahrur, menyusul usulan dari Kementerian Sosial (Kemensos) untuk meninjau kembali jasa-jasa tokoh Orde Baru tersebut.

“Kami mendukung usulan itu. Pak Harto berjasa besar dalam stabilisasi nasional dan pembangunan ekonomi. Di masa beliau, Indonesia dikenal dunia sebagai salah satu macan ekonomi baru Asia,” ujar Gus Fahrur seperti dikutip dari Antara (5/11/2025).

Menurutnya, Soeharto memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan bangsa pasca-1965 dan menegakkan pembangunan di berbagai bidang, terutama pertanian dan infrastruktur.

Gus Fahrur menambahkan bahwa pengusulan gelar pahlawan nasional kepada Soeharto tidak dimaksudkan untuk menutup catatan kelam masa lalu, tetapi sebagai bentuk pengakuan atas kontribusinya bagi negara.

“Tidak ada tokoh yang sempurna. Yang penting, jasa besar terhadap bangsa tetap dihargai secara proporsional,” ujarnya.

Baca Juga

Lewat MIHAS, Malaysia Bidik Penguatan Jejaring Halal Dunia
Buka MIHAS 2026, Wakil PM Malaysia Dorong Pembentukan ASEAN Halal Council
Hujan Deras Merendam Bangkok
Saudi Jatuhkan 2 Drone dan 2 Misil Houthi
Uni Eropa Menghadapi Krisis Harga Energi

Dukungan PBNU sejalan dengan sikap sejumlah organisasi masyarakat Islam lainnya. Kompas.com melaporkan bahwa Muhammadiyah melalui Ketua Pimpinan Pusat Anwar Abbas juga menilai Soeharto layak mendapat penghargaan tersebut, karena kepemimpinannya dianggap berhasil membawa Indonesia ke masa stabilitas ekonomi dan politik selama tiga dekade.

Namun, dukungan ini tidak sepenuhnya bulat di lingkungan Nahdlatul Ulama. Sejumlah tokoh NU menyampaikan pandangan berbeda, terutama terkait rekam jejak pelanggaran hak asasi manusia dan pembatasan kebebasan politik pada era Orde Baru. Ulama kharismatik KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) menegaskan ketidaksetujuannya.

“Saya paling tidak setuju kalau Soeharto dijadikan pahlawan nasional,” tegas Gus Mus, dikutip dari NU Online.

Ia menilai bahwa dukungan terhadap pengusulan Soeharto menunjukkan lemahnya ingatan sejarah sebagian kalangan terhadap penderitaan rakyat di masa pemerintahannya.

“Orang NU yang ikut mendukung itu mungkin tidak mengerti sejarah,” katanya.

Kementerian Sosial sebelumnya mengonfirmasi bahwa nama Soeharto termasuk dalam daftar tokoh yang tengah dikaji Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan untuk tahun 2025.

Menteri Sosial Tri Rismaharini menyebut kajian terhadap Soeharto akan melibatkan sejarawan, akademisi, dan lembaga negara guna memastikan kelayakannya berdasarkan syarat objektif dan historis.

Sementara itu, sejumlah pengamat menilai dukungan PBNU mencerminkan perubahan sikap politik generasi baru dalam organisasi keagamaan terbesar di Indonesia itu. Analis politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, mengatakan bahwa perdebatan ini menunjukkan dinamika yang sehat.

“NU kini berusaha melihat sejarah dengan lebih seimbang, antara penghargaan terhadap jasa pembangunan dan kritik terhadap pelanggaran masa lalu,” ujarnya kepada Kompas.com.

Meski demikian, perdebatan di kalangan publik terus mengemuka, terutama di media sosial. Sebagian menilai pengusulan Soeharto sebagai bentuk rekonsiliasi nasional, sementara lainnya menganggapnya upaya melupakan sisi gelap rezim Orde Baru.

Hingga kini, Dewan Gelar belum mengumumkan hasil final kajian. Namun, sikap PBNU dan Muhammadiyah yang mendukung serta adanya kritik dari tokoh-tokoh internal menunjukkan bahwa isu penetapan Soeharto sebagai pahlawan nasional masih akan menjadi perdebatan panjang di ruang publik Indonesia.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlinePahlawan NasionalPBNUPengurus Besar Nahdlatul UlamaSoeharto
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muhammadiyah dan Akademisi Dukung Soeharto Jadi Pahlawan Nasional
Tulisan selanjutnya Power Bank dalam Saku Kepanasan Kaki dan Jari Penumpang Pesawat Terbakar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Iptekes

Gemini AI Milik Google Bisa Melakukan Serangan Siber, Menebak Kata Sandi

Iptekes
26 September 2026 14:55
Dapat Izin dari Indonesia, Malaysia akan Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan
Turki Minta Dunia Bersatu Lindungi Anak di Ruang Digital
Haiti Ekstradisi 18 Tersangka Pembunuhan Presiden Jovenel Moise ke Amerika Serikat
Uni Eropa Menghadapi Krisis Harga Energi

Terbaru

  • Lewat MIHAS, Malaysia Bidik Penguatan Jejaring Halal Dunia
  • Buka MIHAS 2026, Wakil PM Malaysia Dorong Pembentukan ASEAN Halal Council
  • Hujan Deras Merendam Bangkok
  • Saudi Jatuhkan 2 Drone dan 2 Misil Houthi
  • Gemini AI Milik Google Bisa Melakukan Serangan Siber, Menebak Kata Sandi
  • Uni Eropa Menghadapi Krisis Harga Energi
  • Arab Saudi Bantah Pejabat Iraq Perihal Pembelian 25 Tanker Minyak dan Dampaknya
  • PBB Identifikasi 214 Perusahaan Berkaitan dengan Pemukiman Ilegal Yahudi Israel
  • Pemerintahan Baru Kolombia Dukungan AS Memutus Hubungan Diplomatik dengan Iran
  • Pipa Minyak Sharara ke Zawiya Mati Libya Rugi $75 Juta

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Arab Saudi Bantah Pejabat Iraq Perihal Pembelian 25 Tanker Minyak dan Dampaknya

26 September 2026 14:08
Berita

PBB Identifikasi 214 Perusahaan Berkaitan dengan Pemukiman Ilegal Yahudi Israel

26 September 2026 10:27
Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella
Berita

Pemerintahan Baru Kolombia Dukungan AS Memutus Hubungan Diplomatik dengan Iran

26 September 2026 09:53
Jaringan pipa minyak Libya Sharara ke pelabuhan Zawiya.
Berita

Pipa Minyak Sharara ke Zawiya Mati Libya Rugi $75 Juta

26 September 2026 09:29
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?