Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Tokoh muda NU Kritik Dakwah Kontroversial Elham Yahya: “Jangan Normalisasi Ciuman Atas Nama Barokah”

Ahmad
Terakhir diupdate: 11 November 2025 19:48 7:48 pm
Ahmad
Dipublikasikan 11 November 2025 19:46
Bagikan
Elham Yahya (kiri) Dr. Nadirsyah Hosen (Tengah) Muhammad Ismael Al-Kholilie (Kanan)
Bagikan

Hidayatullah.com— Dua tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), Prof. Dr. Nadirsyah Hosen dan Muhammad Ismael Al-Kholilie, melontarkan kritik tajam terhadap gaya dakwah pendakwah muda Elham Yahya — putra K.H. Luqman Arifin Dhofir, pengasuh Pondok Pesantren Al-Ikhlas 1 Kediri. Kritik keduanya muncul setelah video Elham mencium anak kecil di depan umum beredar luas di media sosial dan menuai kecaman publik.

Dalam salah satu video yang viral, Elham terlihat berusaha mencium seorang anak yang menolak, bahkan menciumi pipi balita dengan cara yang dinilai publik tidak pantas. Sebagian warganet menyebutnya “gemas” atau “berkah”, tetapi banyak pula yang menilai perilaku itu melanggar adab dan berpotensi menormalisasi tindakan tidak etis terhadap anak.

Prof. Dr. Nadirsyah Hosen, dosen di Melbourne Law School yang juga mantan Rais Syuriyah PCI NU Australia–New Zealand, menegaskan bahwa tindakan menciumi anak kecil bukanlah bentuk kasih sayang yang bisa diterima dalam konteks dakwah.

“Belakangan ini viral video seorang Gus yang tampak terlalu akrab menciumi anak-anak kecil, bahkan yang masih di bawah tiga tahun,” ujar Nadirsyah. “Perilaku seperti ini tidak boleh dinormalisasi — ini justru menjadi contoh penting dalam pendidikan tentang perlindungan anak dari pelecehan dan pedofilia terselubung.”

Ia mengingatkan bahwa batas tubuh anak adalah suci dan wajib dihormati, termasuk oleh tokoh agama. “Tidak ada alasan religius, sosial, atau budaya yang membenarkan orang dewasa mencium atau menyentuh anak tanpa kepantasan,” lanjutnya.

Baca Juga

Dari Kaltim ke Maroko, Dua Hafidz Ini Wakili Indonesia di MTQ Internasional
Untuk Kesekian Kalinya, Istri Netanyahu Dituduh Aniaya ART
Suriah akan Ubah Pangkalan Militer Rusia Jadi Pusat Pelatihan Bersama
Gandeng ICMI dan BRIN, Pemprov Maluku Tegaskan Pentingnya Kebijakan Berbasis Riset
Genosida ‘Israel’ Sebabkan Ribuan Muslimah Gaza Keguguran

Menurutnya, perilaku seperti itu bisa dikategorikan sebagai grooming behaviour — upaya membangun kedekatan dengan anak untuk menormalisasi kontak fisik yang tidak pantas. “Ini berbahaya, baik bagi anak maupun masyarakat yang menontonnya. Rasulullah penuh kasih terhadap anak-anak, tapi beliau tidak pernah melampaui batas kesopanan,” tegasnya.

Sikap serupa disampaikan oleh Muhammad Ismael Al-Kholilie, atau Lora Ismail, santri alumnus Al-Anwar Sarang (Rembang) dan Darul Musthafa Tarim (Yaman). Ia menyatakan kegelisahannya terhadap cara berdakwah Elham Yahya yang dianggap melampaui batas adab dan menimbulkan fitnah terhadap dunia pesantren dan NU.

“Ketika kami memberi kritik dan masukan ke njenengan, tidak ada iri atau dengki,” ujar Lora Ismail. “Kami bangga njenengan muda tapi semangat berdakwah. Tapi kami juga resah ketika njenengan seakan menghalalkan segalanya atas nama dakwah—tanpa batasan, tanpa aturan.”

Lora Ismail menyoroti bahwa berbagai “gebrakan dakwah” Elham Yahya justru menimbulkan hujatan kepada NU dan kalangan Gus pesantren. “Banyak akrobat dakwah njenengan yang agak laen — haha-hihi dengan lawan jenis tanpa batas, narasi nyeleneh seperti ‘setiap sedotan rokok berpahala’, dan guyonan kepada anak kecil yang bisa membuka pintu pelecehan,” katanya.

Ia menegaskan, suara kritiknya bukan karena kebencian, tetapi bentuk kasih dan keprihatinan terhadap marwah pesantren. “Kami resah dan eman kepada njen sebagai alumni pesantren dan keturunan ulama. Eman kepada pengikut njen yang akan menganggap setiap perilaku njenengan sebagai tuntunan,” tutupnya.

Tindakan Kontrorsial

Sebelumnya, Elham Yahya — cucu dari K.H. Mudhofir Ilyas, pendiri Pondok Pesantren Kaliboto, Tarokan, Kediri — dikenal sebagai pendakwah muda dengan pengikut besar di media sosial. Namun, beberapa pernyataannya kerap menimbulkan kontroversi.

Pada pertengahan tahun ini, Elham sempat menghebohkan publik karena pernyataannya bahwa “setiap satu hisapan rokok berpahala.” Dalam potongan video yang viral, ia berkata:

“Satu hisapan ini aku tidak hanya mengepulkan asap semata. Satu hisapan seperti ini, kemudian menyebut ‘Allah…’ lalu mengeluarkan asap dengan nada ‘hu’, maka akan menjadi ‘Allahu…’.”

Pernyataan itu langsung menuai kritik dari kalangan kiai dan santri karena dianggap menyesatkan dan tak berdasar pada sumber ajaran yang sahih.

Kini, dengan munculnya video yang memperlihatkan interaksi tidak pantas dengan anak-anak, gelombang kritik terhadap Elham semakin deras. Sejumlah kalangan menilai gaya dakwahnya bukan hanya mencederai adab, tetapi juga menciptakan citra negatif terhadap pesantren dan NU secara keseluruhan.

Kritik dari dua tokoh muda ini menegaskan kembali pentingnya menjaga etika dalam dakwah dan menempatkan batas moral sebagai bagian tak terpisahkan dari dakwah Islam. Sebagaimana pesan Nadirsyah Hosen:

“Anak-anak bukan objek kegemasan; mereka amanah yang harus dilindungi. Setiap bentuk pelecehan, sekecil apa pun, tidak boleh diberi ruang — di rumah, sekolah, ataupun panggung keagamaan,” tulis Nadirsah.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Elham YahyaGus Elham YahyaHeadlineIsmael Al-KholilieNadirsyah HosenNahdlatul UlamaNUpendakwah muda
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pasukan penjaga perdamaian Turki di Gaza Pimpin Upaya Perdamaian, Turki Siap Kirim 2.000 Tentara ke Gaza
Tulisan selanjutnya Terungkap! Israel Sekap Tahanan Gaza di Bawah Tanah Tanpa Cahaya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Gandeng ICMI dan BRIN, Pemprov Maluku Tegaskan Pentingnya Kebijakan Berbasis Riset

Berita
10 Agustus 2026 10:57
Kemenhaj Siapkan Sanksi Tegas Bagi Biro Umrah yang Telantarkan Jamaah
Nasyiatul Aisyiyah Gelar Muktamar ke-15, Dihadiri 6.700 Kader
Masjid Perlu Dikondisikan sebagai Tempat Berkumpul Anak Muda
Waketum MUI Marsudi Syuhud Siap Maju sebagai Calon Ketum PBNU

Terbaru

  • Dari Kaltim ke Maroko, Dua Hafidz Ini Wakili Indonesia di MTQ Internasional
  • Untuk Kesekian Kalinya, Istri Netanyahu Dituduh Aniaya ART
  • Suriah akan Ubah Pangkalan Militer Rusia Jadi Pusat Pelatihan Bersama
  • Gandeng ICMI dan BRIN, Pemprov Maluku Tegaskan Pentingnya Kebijakan Berbasis Riset
  • Genosida ‘Israel’ Sebabkan Ribuan Muslimah Gaza Keguguran
  • Sita Kontainer Tujuan ‘Israel’, Malaysia Tegaskan Larangan Berhubungan dengan Zionis
  • Inilah Lima Poin Utama Pakta Pertahanan Mekkah antara Turki-Arab Saudi dan Pakistan
  • Liga Arab Sambut Pakta Pertahanan Makkah untuk Dunia Islam
  • Turki, Arab Saudi, dan Pakistan Bentuk Pakta Pertahanan Makkah: “Serang Satu, Hadapi Bertiga” 
  • Peringatan Arbain, Pro-Rezim Iran Bentrok dengan Pendukung Sadiq al-Shirazi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sita Kontainer Tujuan ‘Israel’, Malaysia Tegaskan Larangan Berhubungan dengan Zionis

10 Agustus 2026 05:00
Berita

Inilah Lima Poin Utama Pakta Pertahanan Mekkah antara Turki-Arab Saudi dan Pakistan

9 Agustus 2026 18:03
Berita

Liga Arab Sambut Pakta Pertahanan Makkah untuk Dunia Islam

9 Agustus 2026 17:57
Berita

Turki, Arab Saudi, dan Pakistan Bentuk Pakta Pertahanan Makkah: “Serang Satu, Hadapi Bertiga” 

9 Agustus 2026 17:39
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?