Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Terungkap! Israel Sekap Tahanan Gaza di Bawah Tanah Tanpa Cahaya

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 12 November 2025 07:26 7:26 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 12 November 2025 07:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Penjajah ‘Israel’ dilaporkan mengurung banyak warga Palestina dari Gaza di sebuah penjara bawah tanah rahasia dalam kondisi yang tidak manusiawi, menurut laporan investigasi The Guardian.

Fasilitas “Rakefet”, yang berada beberapa meter di bawah tanah, menahan para tahanan di sel-sel tanpa jendela dan pengap yang sepenuhnya terisolasi dari dunia luar. Mereka ditahan selama berbulan-bulan sewenang-wenang dan tanpa pengadilan.

Kompleks Rakefet awalnya dibangun pada tahun 1980-an untuk para pemimpin kejahatan terorganisir tetapi beberapa tahun kemudian ditutup karena kondisinya yang tidak manusiawi.

Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Itamar Ben-Gvir mengoperasikan kembali penjara tersebut setelah serangan 7 Oktober 2023. Menurut Komite Publik Menentang Penyiksaan di Israel (PCATI), sekitar 100 tahanan saat ini ditahan di Rakefet, dibandingkan dengan hanya 15 narapidana ketika fasilitas tersebut ditutup pada tahun 1985.

Para tahanan, termasuk seorang pemuda berusia 18 tahun yang ditahan hanya karena menjual makanan di jalan dan seorang perawat yang ditangkap saat masih berseragam, memberi kesaksian bahwa mereka telah mengalami pemukulan dan penganiayaan yang terus-menerus. Pengacara PCATI, Janan Abdu, menyatakan bahwa mereka yang diwawancarai adalah warga sipil.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Para tahanan dilaporkan hanya diizinkan keluar sel sekali setiap dua hari selama lima menit untuk menghabiskan waktu di luar ruangan. Kasur mereka diangkat pukul 4 pagi setiap hari dan baru dikembalikan larut malam, memaksa mereka duduk di rangka tempat tidur logam kosong di sel-sel kosong.

Hakim-hakim Israel telah memerintahkan para tahanan untuk ditahan “sampai perang berakhir” dalam sidang video yang berlangsung hanya beberapa menit, yang dilakukan tanpa kehadiran pengacara pembela dan tanpa bukti yang diajukan kepada para terdakwa.

Layanan Penjara Israel, Kementerian Kehakiman, dan otoritas militer menolak menanggapi pertanyaan The Guardian tentang kondisi di Rakefet. Menteri Ben-Gvir secara terbuka menyebut para tahanan sebagai “teroris” meskipun tidak ada dakwaan, dengan menyatakan “teroris seharusnya berada di bawah tanah.”*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bawah tanahgenosida Gazaisraelpalestinapenjara
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tokoh muda NU Kritik Dakwah Kontroversial Elham Yahya: “Jangan Normalisasi Ciuman Atas Nama Barokah”
Tulisan selanjutnya Tutup WPF 2025, Menag Nasaruddin Ajak Semua Pihak Bangun Kolaborasi Global Tutup WPF 2025, Menag Nasaruddin Ajak Semua Pihak Bangun Kolaborasi Global

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Berita
4 Juni 2026 21:20
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?